Baca selengkapnya
15.36 · 10 April 2026

Market Wrap: Pasar Masih Bergantung pada Harapan Perdamaian saat Iran Kirim Sinyal Campuran

  • Sinyal bertentangan dari Teheran: Media pemerintah Iran membantah laporan terkait pembicaraan akhir pekan dengan AS di Islamabad. Dengan mensyaratkan gencatan senjata di Lebanon sebagai prasyarat negosiasi, Teheran tetap menjaga ketidakpastian geopolitik tinggi meskipun saat ini terdapat gencatan senjata.

  • Mode “wait and see” pasar: Saham Asia menguat mengikuti sesi kuat di Wall Street, namun aset utama bergerak dalam rentang sempit. Investor menunggu bukti nyata de-eskalasi sebelum mengambil posisi lebih besar.

  • Harga minyak tetap tinggi: Minyak Brent bertahan di sekitar $96 per barel karena kekhawatiran pasokan masih berlanjut. Meskipun harga sempat turun dari $99 ke $95 akibat berita potensi de-eskalasi Israel di Lebanon, pasar belum bersedia turun lebih jauh hingga diplomasi menunjukkan kemajuan nyata.

  • Optimisme Wall Street: Kontrak berjangka AS melanjutkan penguatan setelah dua sesi solid. Indeks US500 naik 0,03%, sementara indeks teknologi US100 bertambah 0,11%.

  • Kinerja kuat di Asia: Indeks regional menguat, dengan CH50 China naik hampir 1% dan Nikkei 225 Jepang bertambah 0,65%.

  • Jepang meningkatkan tekanan: Shunichi Katayama memperkeras retorika dengan menyatakan kesiapan untuk melakukan intervensi “di semua lini” terhadap volatilitas spekulatif di pasar valas dan minyak. Untuk meredam krisis, Tokyo juga melanjutkan pelepasan cadangan minyak strategis.

  • Timeline kepemimpinan The Fed mundur: Penundaan sidang konfirmasi Kevin Warsh akibat dokumen yang belum lengkap memastikan kesinambungan kebijakan sementara. Hal ini memicu spekulasi bahwa Jerome Powell dapat mempertahankan pengaruhnya lebih lama dari yang diperkirakan.

  • Bayangan stagflasi di Asia: Bank sentral menghadapi dilema yang semakin dalam. Bank of Japan memperingatkan risiko stagflasi jika konflik Timur Tengah berlarut-larut, sementara Korea Selatan mempertahankan suku bunga untuk menyeimbangkan tekanan inflasi dan perlambatan pertumbuhan.

  • Divergensi di China: Data terbaru menunjukkan PPI (+0,5% YoY) mengakhiri tren deflasi berkat kenaikan biaya energi. Namun, CPI yang lemah (+1,0% YoY) menegaskan bahwa permintaan domestik masih lemah, sehingga menyulitkan upaya reflasi.

  • Kejutan inflasi Jepang: Inflasi produsen (PPI) Jepang melonjak ke 2,6% YoY, melampaui ekspektasi. Lonjakan ini, yang didorong oleh biaya energi, meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of Japan pada bulan April.

 


Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

10 April 2026, 02.00

Daily Summary: Gencatan Senjata Rapuh, Pasar Tegang, dan Sinyal Campuran dari AS

9 April 2026, 22.04

Intel Melonjak 11% Berkat AI & Kemitraan Google📈

9 April 2026, 21.59

Wall Street Dibuka Lesu

9 April 2026, 19.45

BREAKING: Data PCE AS sesuai ekspektasi!

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.