-
Kontrak futures indeks utama Wall Street bergerak hati-hati saat KTT Trump - Xi dimulai di China. US30 dan US500 diperdagangkan mendatar, US2000 turun sekitar 0,2%, sementara indeks teknologi US100 naik 0,1%. EU50 bergerak tanpa perubahan berarti.
-
Presiden Donald Trump telah tiba di Beijing untuk menghadiri pertemuan dengan Xi Jinping. Topik utama pembahasan mencakup perdagangan, penghapusan tarif timbal balik, dan peran China dalam konflik Timur Tengah. Trump didampingi delegasi bisnis, termasuk CEO Tesla dan Nvidia. Agenda pertemuan juga mencakup Taiwan dan kecerdasan buatan (AI). Trump bahkan telah menyatakan bahwa hubungan AS - China akan menjadi “lebih baik dari sebelumnya.”
-
Presiden The Fed Minneapolis, Neel Kashkari, menyebut bahwa pasar tenaga kerja menunjukkan perbaikan, sementara perang di Iran mendorong inflasi tetap tinggi. Ia mendukung agar peluang kenaikan suku bunga tetap terbuka, yang bertentangan dengan ekspektasi Donald Trump terhadap Kevin Warsh. Kashkari menekankan bahwa Ketua The Fed hanyalah satu dari dua belas pemegang suara dan harus mampu meyakinkan anggota lain untuk mendukung kebijakannya.
-
Pasar saham Asia mencatat penguatan moderat, didukung sektor teknologi setelah Wall Street mencetak rekor baru. Namun, saham China mengalami penurunan dari level tertinggi multi-tahun akibat aksi ambil untung pada hari dimulainya KTT penting Trump–Xi (CHN.cash: -1,8%, HK.cash: -1,4%). Hang Seng mendapat dukungan dari saham Alibaba. Bursa Australia, Jepang (JP225: -0,8%), dan Singapura (SG20.cash: -0,7%) masih bergerak di zona merah.
-
Investor tetap khawatir terhadap dampak perang Iran terhadap harga minyak dan inflasi global.
-
Kazuyuki Masu, anggota dewan Bank of Japan, menyerukan kenaikan suku bunga sesegera mungkin selama tidak terjadi perlambatan ekonomi yang signifikan.
-
Meskipun sebelumnya mendukung stabilisasi suku bunga, kini ia memperingatkan adanya tekanan inflasi berkepanjangan akibat guncangan energi.
-
Masu menilai Jepang telah memasuki fase kenaikan harga yang membutuhkan tindakan tegas untuk menjaga inflasi tetap berada di target 2%.
-
Harga minyak rebound sebesar 0,7% (Brent / OIL ke $106 per barel; OIL.WTI ke $101). NATGAS melanjutkan kenaikan moderat sebesar 0,7%.
-
Logam mulia mengikuti volatilitas moderat yang terlihat di pasar mata uang dan minyak. GOLD rebound 0,25% ke $4.700 per ons, sementara SILVER terkoreksi 0,25% ke $87 per ons.
US OPEN: Wall Street Melemah, Pasar Pantau Trump dan Xi
Harga Minyak Bertahan Tinggi di Tengah Krisis Hormuz
Daily Summary: Wall Street Tertekan usai Inflasi AS Naik
US Open: Pasar Respons Inflasi AS Lebih Tinggi
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.