🌍Geopolitik - Timur tengah tetap menjadi sorotan
-
Konflik di Timur Tengah semakin memanas: selama akhir pekan, kelompok Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap Israel, sementara serangan Israel menyebabkan pemadaman listrik sementara di Teheran dan wilayah sekitarnya.
-
Amerika Serikat terus meningkatkan kehadiran militernya di kawasan - ratusan personel pasukan khusus (Rangers, SEALs), ribuan Marinir, serta Divisi Lintas Udara ke-82 telah berada di wilayah tersebut, memberikan Donald Trump opsi untuk operasi darat.
-
Pakistan mengumumkan akan menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara AS dan Iran dalam beberapa hari mendatang; Trump mengindikasikan adanya kemajuan dalam negosiasi sekaligus kemungkinan pengambilalihan infrastruktur minyak Iran, termasuk Pulau Kharg.
-
Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi dengan Iran berjalan dengan baik dan pihak Iran telah menyetujui sebagian besar dari 15 poin yang diajukan oleh AS.
-
Israel mengonfirmasi melalui Channel 12 bahwa dalam potensi operasi darat AS di Iran, militer Israel tidak akan berpartisipasi di darat.
🛢️ Minyak dan Komoditas
-
Minyak mentah Brent membuka minggu dengan kenaikan signifikan (~$107,7/barel, +0,84%), namun kemudian terkoreksi setelah reli awal, mencerminkan ketidakpastian antara harapan de-eskalasi dan risiko nyata blokade Selat Hormuz.
-
Pasar memantau secara ketat pergerakan tanker—Trump mencatat bahwa Iran telah mengizinkan 20 tanker melintasi Selat Hormuz.
-
Emas melanjutkan tren kenaikan, diperdagangkan di $4.514/ons (+0,49%), sementara perak naik 0,77% ke $70,4/ons — permintaan terhadap aset safe haven dan lindung nilai inflasi tetap kuat di tengah risiko perang.
-
Gas alam (NATGAS) turun 3,23% ke $2,93/MMBtu, sementara gandum di CBOT menuju kenaikan keempat dalam lima sesi terakhir, didorong oleh kenaikan biaya energi dan pupuk yang membebani prospek produksi pertanian.
🏛️ Bank of Japan dan Yen
-
Bank of Japan mempertahankan jalur pengetatan moneternya: Summary of Opinions menunjukkan kesiapan untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, meskipun inflasi yang dipicu oleh harga minyak dan risiko stagflasi tetap menjadi faktor penahan.
-
Wakil Menteri Keuangan Jepang Atsushi Mimura mengancam akan mengambil “langkah tegas” terhadap pergerakan spekulatif pada yen - sebuah peningkatan retorika intervensi yang jelas, didukung oleh pernyataan Gubernur Kazuo Ueda mengenai meningkatnya pentingnya nilai tukar terhadap inflasi.
📊Pasar Asia dan indeks
-
Indeks JP225 (Nikkei) naik +1,02% ke sekitar 51.757 poin, memulihkan sebagian kerugian sebelumnya; pasar regional bangkit karena konflik tidak meningkat secara signifikan selama akhir pekan.
-
Indeks CHN.cash (China) naik 0,90% ke 8.401 poin; People's Bank of China menetapkan kurs USD/CNY hari ini di 6,9223 - sedikit di atas ekspektasi pasar (6,9205) - yang menyebabkan depresiasi ringan pada yuan.
-
Futures Eropa untuk DAX (DE40) mengindikasikan pembukaan di sekitar 22.380 poin (+0,41%); S&P 500 (US500) naik 0,33% ke 6.419 poin, dan NASDAQ 100 (US100) naik 0,43% ke 23.353 poin.
📅 Sorotan Minggu Ini
-
Jumat: Laporan penting Non-Farm Payrolls (NFP) AS, bersama data ISM Manufacturing dan Retail Sales - data ini akan menentukan arah kebijakan Federal Reserve di tengah ketidakpastian akibat perang.
-
Eurozone: Inflasi awal (CPI) bulan Maret (Francois Villeroy de Galhau menegaskan kesiapan ECB untuk bertindak, namun menilai masih terlalu dini untuk keputusan spesifik).
-
Australia: Minutes RBA - setelah keputusan pemerintah memangkas pajak bahan bakar, Morgan Stanley memperingatkan potensi shock pasokan di pasar bahan bakar dan risiko kenaikan harga.
-
Jepang: BoJ Tankan (Q1 2026) - indikator utama sentimen bisnis Jepang setelah beberapa pekan retorika intervensi meningkat.

Wall Street turun tajam lagi
Michigan Sentiment Index Menyoroti Kekhawatiran Lonjakan Inflasi Jangka Pendek di AS💡
Kalender Ekonomi: Akhir minggu tenang untuk pasar
Sentimen konsumen turun di Jerman & Prancis akibat energi