Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat untuk hari kedua berturut-turut setelah kedua pihak kembali saling melancarkan serangan meskipun gencatan senjata masih berlaku. Meski demikian, pasar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah militer Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi militer telah "selesai". Futures saham berhasil memangkas sebagian kerugian yang terjadi pada perdagangan sebelumnya:
• Nasdaq (US100): +0,9%
• Russell 2000 (US2000): +0,7%
• S&P 500 (US500): +0,55%
• Dow Jones (US30): +0,4%
• Euro Stoxx 50 (EU50): +0,2%
🌎 Perang AS-Iran
- Amerika Serikat menyerang sejumlah infrastruktur militer Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan terhadap aset militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
- Laporan mengenai serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz kembali meningkatkan kekhawatiran pasar energi. Meski demikian, aktivitas pelayaran melalui jalur strategis tersebut dilaporkan masih terus berlangsung.
🛢️ Komoditas
- Harga minyak Brent dan WTI terkoreksi setelah sempat melonjak tajam menjelang tengah malam. Brent turun 0,8% ke sekitar US$94 per barel. WTI turun 0,9%.
- Penurunan ini menunjukkan bahwa investor mulai menilai risiko gangguan pasokan belum berkembang menjadi krisis energi yang lebih besar.
- Emas berhasil menghentikan aksi jual setelah sehari sebelumnya mengalami penurunan hingga 4,6%, yang menjadi pelemahan harian terbesar sejak Maret. Harga emas saat ini bertahan di sekitar US$4.080 per ons.
- Perak pulih 0,8% dan diperdagangkan di sekitar US$63,80 per ons.
📈🌏 Saham – Sesi Asia
- Pasar saham Asia mencatat pemulihan yang cukup kuat. Futures Nikkei 225 Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan 1,9%.
- Pasar Australia dan Singapura masing-masing naik sekitar 0,8%.
- KOSPI Korea Selatan yang sebelumnya tertekan akibat inflasi AS yang tinggi, ketegangan geopolitik, dan aksi jual saham AI kini kembali bergerak stabil di sekitar level penutupan sebelumnya.
- Sementara itu, Hang Seng China masih berada di zona merah dengan penurunan sekitar 0,6%.
- Pasar teknologi China masih menghadapi kekhawatiran terkait valuasi yang tinggi dan ekspektasi laba yang terlalu agresif.
Emas Terpuruk ke Level Terendah Sejak November 2025
Daily Summary: Pasar Global Melemah Saat Trump Ancam Iran Lagi
Stok Minyak AS Turun Tajam, OPEC Cetak Produksi Terendah
Konflik Iran Bisa Berlarut, Apa Dampaknya bagi Minyak?
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.