- Saham Asia melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut, didukung rotasi modal ke perusahaan-perusahaan terkait artificial intelligence dan sentimen Wall Street yang masih relatif kuat.
- MSCI Asia Index naik sekitar 1%, dipimpin Nikkei Jepang yang melonjak 2,7%.
- Sinyal paling kuat datang dari SoftBank yang melonjak 11% seiring ekspektasi pasar terhadap eksposur perusahaan pada infrastruktur AI.
- Lenovo juga mencetak level tertinggi di Hong Kong dalam 26 tahun setelah hasil kuat pada segmen bisnis terkait AI.
- Perbaikan sentimen juga terlihat di luar Asia.
- Futures Nasdaq 100 naik 0,4%, sementara indeks-indeks Eropa mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi.
- Faktor geopolitik masih sedikit membatasi risk appetite pasar, meskipun harga Brent turun di bawah USD 102 per barel.
- Hal ini terjadi meskipun Iran mengirim sinyal sikap negosiasi yang lebih keras terkait Selat Hormuz dan keberadaan uranium yang diperkaya di negara tersebut.
- Emas turun menuju USD 4.540 per ons, mengindikasikan aksi ambil untung parsial meskipun tensi geopolitik masih berlangsung.
- Yen tetap lemah di sekitar level 159 terhadap dolar AS setelah data inflasi utama Jepang dirilis di bawah ekspektasi pasar.
- Indeks sentimen konsumen GfK Jerman tercatat di -29,8, membaik dibanding sebelumnya -33,3 dan lebih baik dari konsensus -34.
- Sementara itu, pertumbuhan final GDP Jerman Q1 dikonfirmasi sebesar 0,3% QoQ, sesuai ekspektasi dan sama dengan laju kuartal sebelumnya.
- Donald Trump memutuskan mengirim tambahan 5.000 tentara AS ke Polandia.
- OpenAI mempertahankan keunggulan pendapatan atas Anthropic pada kuartal pertama dengan menghasilkan sekitar USD 5,7 miliar — sekitar USD 1 miliar lebih tinggi dibanding rival utamanya, menurut laporan The Information.
- Namun di saat yang sama, Anthropic terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat cepat.
- Pendapatan annualized perusahaan baru-baru ini mendekati USD 45 miliar, jauh di atas sekitar USD 25 miliar milik OpenAI.
- Anthropic juga memproyeksikan kuartal kedua yang sangat kuat, dengan pendapatan diperkirakan naik dua kali lipat menjadi USD 11 miliar dan laba diproyeksikan mencapai sekitar USD 600 juta.
- Kedua perusahaan dilaporkan sedang mempersiapkan IPO tahun ini.
Grafik US100 (H1)
Futures Nasdaq kembali bergerak di atas level 29.550 setelah pullback singkat, dengan buyer kemungkinan sedang mempersiapkan percobaan baru menuju rekor tertinggi sepanjang masa. Benchmark kembali bergerak di atas kedua hourly exponential moving averages, mengindikasikan momentum yang membaik. Sementara itu, RSI berada di sekitar level 60 — masih cukup jauh dari area overbought ekstrem. Support utama tetap berada pada area 29.100–29.000, sementara resistance penting terlihat di sekitar area psikologis 29.750 (recent highs) dan level bulat 30.000.
Sumber: xStation5
Daily summary: Wall Street Naik Tipis di Tengah Harapan Damai Iran
US OPEN: Wall Street Dibayangi Iran dan Volatilitas AI
BREAKING: PMI Manufaktur AS Menguat, Sektor Jasa Masih Lemah
Kalender Ekonomi - Data PMI Global Lemah
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.