12.52 · 26 Juni 2026

Market Wrap: Saham Teknologi Tertekan, Wall Street Masih Melemah

Saham AS & Sentimen Pasar

 

Kontrak berjangka saham AS kembali melanjutkan pelemahannya seiring sektor teknologi yang masih kesulitan menemukan momentum pemulihan. Sentimen pasar masih dibebani oleh penurunan tajam saham Apple pada sesi sebelumnya serta keputusan Microsoft untuk menaikkan harga konsol Xbox secara global akibat melonjaknya biaya chip memori dan komponen penyimpanan.

Pergerakan futures:

  • US100 (Nasdaq 100): -1,3%
  • US500 (S&P 500): -0,7%
  • US2000 (Russell 2000): -0,5%
  • US30 (Dow Jones): -0,3%

Sementara itu, futures Euro Stoxx 50 (EU50) juga turun sekitar 0,6%.

 

🌏 Bursa Asia & Pasifik

 

Bursa Asia terkoreksi tajam akibat kenaikan harga di sektor teknologi Mayoritas indeks saham Asia mengalami aksi jual besar-besaran akibat aksi ambil untung pada saham-saham AI dan perangkat keras.

Meski Micron mencatat laporan keuangan yang sangat kuat, sentimen pasar berubah negatif setelah:

  • Apple anjlok 6,1%.
  • Microsoft menaikkan harga Xbox hingga sekitar $150 secara global akibat kenaikan biaya chip memori dan komponen penyimpanan.
  • KOSPI anjlok 7,7%

Indeks KOSPI Korea Selatan menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 7,7%. Investor melakukan aksi ambil untung besar-besaran setelah indeks melonjak sekitar 70% sepanjang kuartal kedua. Secara mingguan, KOSPI ditutup turun sekitar 5%, terutama akibat tekanan pada saham AI dan produsen memori.

Nikkei turun 4,4%. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 4,4%, sementara kontrak futures JP225 melemah sekitar 4% dibanding pekan sebelumnya.

Meski terkoreksi tajam, Nikkei masih mencatat:

  • Naik sekitar 6% sepanjang bulan.
  • Naik sekitar 38% sepanjang kuartal.
  • Bursa China ikut melemah
  • Shanghai Composite turun sekitar 2,1%.

Hang Seng Hong Kong melemah sekitar 1,9%.

Volume perdagangan relatif rendah karena sebagian pasar domestik masih libur.

 

🌍 Ekonomi, Bank Sentral & Politik

 

ECB: Inflasi masih berisiko

Anggota Dewan Eksekutif ECB, Isabel Schnabel, menyatakan bahwa bank sentral kemungkinan masih perlu menaikkan suku bunga untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%. Ia menegaskan bahwa memorandum perdamaian antara AS dan Iran belum berarti seluruh risiko terhadap ekonomi Zona Euro telah hilang. Inflasi Mei di Zona Euro tercatat 3,2%, sementara ECB memperkirakan inflasi rata-rata sepanjang tahun berada di kisaran 3%.

The Fed: Kebijakan sudah tepat, target inflasi mundur

Presiden Federal Reserve New York, John Williams, menyatakan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah berada pada posisi yang tepat. Namun, ia juga menggeser proyeksi pencapaian target inflasi 2% dari 2027 menjadi 2028. Setelah inflasi PCE mencapai 4,1%, Williams menilai tekanan inflasi struktural masih berasal dari:

  • Belanja investasi AI.
  • Tarif impor.
  • Dampak konflik Timur Tengah.

Goolsbee: Sektor jasa mulai membaik

Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, menilai meskipun data PCE memunculkan kekhawatiran, terdapat perbaikan pada sektor jasa. Ia juga menegaskan bahwa The Fed akan tetap mengutamakan data terbaru dibanding memberikan panduan jangka panjang (forward guidance) yang terlalu kaku.

Inflasi Tokyo meningkat

Inflasi inti Tokyo naik menjadi 1,6% YoY pada Juni dari 1,3% pada Mei, sesuai ekspektasi pasar. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan segar dan energi meningkat menjadi 1,9% dari 1,6% sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah mulai menyebar ke berbagai komponen lainnya, sehingga memperkuat peluang Bank of Japan untuk kembali menaikkan suku bunga.

Evakuasi pelaut di Selat Hormuz dihentikan

Organisasi Maritim Internasional (IMO) menghentikan sementara operasi evakuasi terhadap lebih dari 11.000 pelaut yang terjebak di kawasan Selat Hormuz. Keputusan tersebut diambil setelah kapal kontainer berbendera Singapura Ever Lovely terkena serangan proyektil sekitar 7,5 mil laut dari pelabuhan Dahit, Oman. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan kapal tetap melanjutkan pelayarannya, namun IMO memutuskan menunda operasi hingga jaminan keamanan diperoleh.

 

🛢️ Komoditas

 

Minyak bergerak fluktuatif

Harga minyak sempat menguat setelah adanya serangan rudal terhadap kapal kargo komersial di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, hingga saat ini:

  • Brent masih turun sekitar 0,75%.
  • WTI melemah sekitar 1,05%.

Sementara itu, gas alam (Natural Gas) naik sekitar 0,7%, memperpanjang reli menjadi tiga sesi berturut-turut.

Logam mulia kembali melemah

Tekanan jual kembali mendominasi pasar logam mulia.

  • Emas turun sekitar 0,3% ke kisaran $4.017 per ons.
  • Perak melemah sekitar 1,8% ke sekitar $56 per ons.

 

26 Juni 2026, 00.57

Daily summary: Wall Street Tertekan, Saham AI Masih Jadi Sorotan

25 Juni 2026, 20.42

BREAKING: Inflasi PCE AS Sesuai Ekspektasi

25 Juni 2026, 13.38

Kalender Ekonomi: Data PCE AS Jadi Sorotan Utama Hari Ini

25 Juni 2026, 13.02

Market Wrap: Micron Cetak Laba Fantastis, Reli AI Kembali Menguat

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.