Baca selengkapnya
12.40 · 11 Mei 2026

Market Wrap: Trump Tolak Proposal Iran, Minyak Melonjak

🌍 Geopolitik — Iran/Hormuz

 

 

  • Trump menolak respons Iran terhadap proposal perdamaian dan menyebutnya sebagai “TOTALLY UNACCEPTABLE” dalam unggahan di Truth Social. Iran, melalui Pakistan, mengajukan proposal balasan berbasis rencana tiga tahap yang mengharuskan AS — bahkan sebelum pembicaraan mengenai nuklir dimulai — untuk mengakhiri blokade laut, memulihkan ekspor minyak Iran, mencabut sanksi, membuka aset yang dibekukan, mengakui kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, serta menjadikan gencatan senjata di Lebanon sebagai garis merah yang tidak boleh dilanggar. Washington mengambil posisi sebaliknya: konsesi nuklir harus datang lebih dulu, baru isu lainnya dibahas kemudian.

  • Iran menolak reaksi Trump dan menyebutnya tidak relevan. Sumber yang dikutip media pemerintah Tasnim menyatakan bahwa ketidakpuasan Trump justru “lebih baik secara alami”, mengindikasikan Teheran tidak berniat melunakkan tuntutannya meski mendapat tekanan publik. Media pemerintah Iran juga kembali menegaskan klaim kedaulatan negara tersebut atas Selat Hormuz.

  • Risiko gagalnya negosiasi kini meningkat signifikan. Israel dan AS juga meningkatkan retorika terkait infrastruktur nuklir Iran. Perdana Menteri Netanyahu menegaskan bahwa penghancuran material nuklir Iran tetap menjadi prioritas militer aktif. Sementara itu, laporan yang belum terverifikasi menyebut Trump secara pribadi telah memberi tahu Netanyahu mengenai niat menyerang fasilitas nuklir Iran. Meski belum dikonfirmasi independen, beredarnya laporan tersebut memperkuat narasi eskalasi konflik yang semakin serius.

 

🏛️ Ekonomi Global

  • Data inflasi April China jauh melampaui ekspektasi pasar dan mengakhiri 41 bulan deflasi.

  • PPI naik 2,8% YoY — tertinggi sejak Juli 2022 dan jauh di atas konsensus 1,6% — sementara CPI tercatat 1,2% YoY dibanding ekspektasi 0,9%.

  • Pendorong utamanya adalah lonjakan biaya energi akibat perang Iran, dengan harga minyak, gas, dan logam non-ferrous mencetak rekor tertinggi di pasar grosir China.

  • Inflasi berbasis biaya di China menjadi kabar buruk bagi PBOC dan rantai pasok global.

  • Indeks harga pembelian naik 3,5%, menciptakan gap terbesar terhadap harga jual sejak Agustus 2024.

  • Margin produsen mulai tertekan.

  • Ini merupakan inflasi berbasis biaya, bukan didorong permintaan, sehingga ruang PBOC untuk melonggarkan kebijakan moneter secara agresif menjadi semakin terbatas.

  • Pada saat yang sama, kondisi ini meningkatkan risiko stagflasi global karena China tetap merupakan pabrik terbesar dunia.

  • PIMCO menilai shock harga minyak akibat Iran membuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed hampir tertutup dan bahkan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga kembali.

  • Harga minyak yang tinggi mendorong inflasi AS lebih tinggi dan memperkuat kebijakan moneter ketat.

  • Hal ini menjadi faktor penting bagi valuasi aset global pekan ini.

  • Data ekonomi utama AS pekan ini meliputi inflasi CPI dan retail sales, ditambah pertemuan Trump–Xi di Beijing.

  • Beijing telah mengonfirmasi kunjungan Trump ke China pada 13–15 Mei atas undangan Xi Jinping.

  • Pertemuan ini menjadi semakin penting mengingat konflik Iran kini memegang peranan sentral dalam risiko energi global.

 

⛽ Komoditas — Minyak dan Gas

  • Harga minyak membuka pekan dengan lonjakan tajam akibat kebuntuan diplomatik AS–Iran.
  • WTI naik lebih dari 5%.
  • Saudi Arabia (Aramco) memperingatkan bahwa bahkan jika Selat Hormuz dibuka segera, pasar membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.
  • Artinya, premi risiko minyak saat ini bersifat struktural, bukan sementara.
  • Inggris dan Prancis menggelar pertemuan menteri pertahanan dari 40 negara pada Selasa untuk membahas pemulihan jalur pelayaran Selat Hormuz.
  • Prancis mengirim kapal induk nuklir Charles de Gaulle, sementara Inggris mengerahkan destroyer HMS Dragon.
  • Iran memperingatkan bahwa kapal perang asing mana pun akan menghadapi “respons langsung dan tegas”.
  • Macron menegaskan Prancis tidak pernah merencanakan operasi di dalam selat dan misi akan dikoordinasikan dengan Iran, memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas operasi tersebut.

 

🌏 Pasar Asia

  • Sesi Asia ditutup dengan hasil campuran.
  • Nikkei 225 naik sekitar +0,9%
  • ASX 200 turun -0,8% akibat tekanan risiko global
  • KOSPI menjadi bintang sesi Asia dengan lonjakan lebih dari +4–5% dan mencetak rekor tertinggi baru.
  • Penggeraknya adalah sektor teknologi dan semikonduktor seperti Samsung dan SK Hynix.
  • Korea Exchange bahkan sempat memicu sidecar atau penghentian perdagangan algoritmik selama 5 menit setelah futures KOSPI 200 melonjak 5%.
  • Revisi konsensus EPS 2026 mencapai +265% YTD untuk keseluruhan pasar dan +42% jika Samsung dan SK Hynix dikecualikan.

🏢 Perusahaan

  • Apollo Global Management dikabarkan mempertimbangkan penjualan credit fund senilai $3 miliar menurut WSJ, akibat tekanan dari kenaikan default dan permintaan redemption.
  • Ini menjadi sinyal awal tekanan di sektor private credit, segmen yang berkembang pesat pasca-2022 dan sangat sensitif terhadap suku bunga tinggi serta memburuknya kualitas kredit dalam kondisi stagflasi.
  • Penjualan mobil China turun untuk bulan ketujuh berturut-turut, namun ekspor kendaraan listrik justru melonjak.
  • Harga bahan bakar yang tinggi akibat shock Iran menekan permintaan domestik mobil konvensional, sementara ekspor EV China seperti BYD diuntungkan oleh perubahan preferensi global.

 

📅 Yang Perlu Diperhatikan Hari Ini

  • Faktor risiko utama tetap perkembangan hubungan diplomatik AS–Iran.
  • Setiap tanda eskalasi tambahan — misalnya konfirmasi serangan terhadap fasilitas nuklir Iran — berpotensi mendorong lonjakan minyak dan melemahkan pasar saham.
  • Pertemuan 40 menteri pertahanan terkait Selat Hormuz pada Selasa juga perlu diperhatikan.
  • Data CPI dan retail sales AS pekan ini akan membentuk narasi kebijakan The Fed.
  • PIMCO bahkan sudah mulai memberi sinyal bahwa peluang pemangkasan suku bunga hampir hilang.
  • Pertemuan Trump–Xi pada 13–15 Mei dapat menjadi game changer untuk perdagangan global, sanksi, dan situasi Iran.
  • Pasar kemungkinan mulai melakukan positioning lebih awal menjelang pertemuan tersebut.

 

9 Mei 2026, 00.39

Wall Street Menguat Meski Konflik Iran Memanas

8 Mei 2026, 19.30

NFP AS Lampaui Ekspektasi, Pasar Tetap Waspada

8 Mei 2026, 19.30

BREAKING: Sentimen Konsumen AS Turun

8 Mei 2026, 13.20

Kalender Ekonomi: Fokus Pasar ke NFP dan Konflik Timur Tengah

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.