12.59 · 8 Juli 2026

Market Wrap: Wall Street Melemah, Saham Chip AS Anjlok Tajam

📈 Pasar Saham

 

  • Sesi perdagangan hari Selasa di Wall Street ditutup dengan pelemahan pada indeks-indeks utama.

  • Indeks Dow Jones terkoreksi lebih dari 0,2% dan jatuh di bawah level 53.000 poin.

  • S&P 500 kehilangan hampir 0,5%, mencerminkan memburuknya sentimen pasar.

  • Nasdaq yang didominasi saham teknologi mengalami tekanan paling berat, anjlok lebih dari 1,1%, dengan sektor produsen chip menjadi yang paling tertekan.

  • Penurunan terbesar dicatat oleh produsen memori asal AS – Micron merosot sekitar 5% .

  • Di antara perusahaan teknologi utama lainnya, Intel anjlok hampir 10%, sementara AMD turun hampir 7%.

  • Perusahaan-perusahaan dari kelompok hyperscaler – Microsoft, Meta, Amazon, dan Alphabet – tampil relatif baik dan mengakhiri sesi perdagangan di zona hijau.

  • Sentimen negatif juga mendominasi pasar Asia, dengan sebagian besar bursa saham di kawasan ini melanjutkan aksi jual.

  • Indeks KOSPI Korea Selatan mencatat kinerja terburuk, anjlok lebih dari 5%, merespons faktor risiko global dan memburuknya sentimen terkait sektor kecerdasan buatan (AI).

  • Indeks Nikkei Jepang melemah sekitar 1%, mengikuti tren penurunan di kawasan tersebut.

  • Bursa saham di Tiongkok justru tampil jauh lebih baik, dengan indeks Hang Seng Hong Kong menguat lebih dari 2,5%.

 

🌍 Geopolitik dan Sektor Energi

 

  • Sentimen investor semakin memburuk akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal tanker LNG Qatar di dekat Selat Hormuz.

  • Faktor risiko tambahan datang dari serangan yang dipimpin AS terhadap target-target militer di Iran, sebagai respons atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial.

  • Setelah sesi perdagangan berakhir, reli harga komoditas semakin menguat menyusul keputusan AS untuk mencabut izin penjualan minyak Iran serta aksi militer lanjutan terhadap Iran, yang meningkatkan risiko sanksi lebih lanjut dan pembatasan pasokan.

  • Teheran menganggap pemberlakuan kembali sanksi minyak sebagai pelanggaran terhadap perjanjian damai sebelumnya, dan komando militer Iran mengumumkan akan melakukan "pembalasan yang menghancurkan", sembari menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata yang berlaku.

  • Laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan kemungkinan penutupan Selat Hormuz oleh angkatan laut Iran, yang jika terjadi akan menjadi eskalasi serius dalam konflik ini.

  • Gangguan terhadap lalu lintas di salah satu jalur transportasi utama untuk minyak dan LNG ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global dan memicu sikap menghindari risiko di pasar.

  • Tiongkok telah membeli setidaknya 26 juta barel minyak dari negara-negara Teluk Persia dalam beberapa hari terakhir untuk pengiriman pada Juli dan Agustus.

  • Beijing memanfaatkan diskon harga besar yang ditawarkan oleh Arab Saudi – yang terbesar sejak 2020 – yang bertujuan membantu membangun kembali cadangan minyak Tiongkok setelah periode impor yang terbatas.

 

🛢️ Komoditas

 

  • Kontrak minyak Brent naik sekitar 3% menjadi USD 74 per barel sebagai respons terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah.

  • Minyak WTI asal AS ditutup naik hampir 3% pada level USD 70 per barel.

  • Sentimen di pasar logam mulia cenderung beragam, mencerminkan ketidakpastian investor.

  • Emas melemah sekitar 0,4% dan menguji level USD 4.100 per ons, mengalami koreksi tipis.

  • Perak bergerak stabil di sekitar level dasarnya, diperdagangkan pada kisaran USD 61 per ons.

 

8 Juli 2026, 13.28

Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Tertuju pada FOMC Minutes

8 Juli 2026, 01.06

Daily summary: Wall Street Tertekan, Dow Jones Tetap Unggul

7 Juli 2026, 22.22

Brent Naik, Selat Hormuz Memanas

7 Juli 2026, 20.55

US Open: Nasdaq Tertekan Saham Chip, Dow Jones Cetak Rekor

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.