20.53 · 17 Agustus 2026

US OPEN: AI Menahan Wall Street di Tengah Risiko Hormuz

Pasar saham AS membuka sesi hari ini dengan sentimen beragam.

S&P 500 bergerak dekat level datar dengan penurunan sekitar 0,08%, Nasdaq Composite naik 0,11%, sementara Dow Jones turun sekitar 0,2%.

Faktor utama yang mendorong sikap hati-hati pasar hari ini adalah berakhirnya gencatan senjata 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran, tanpa adanya prospek kesepakatan baru atau negosiasi formal.

Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah seorang pejabat senior Iran menyatakan bahwa negaranya mulai beralih ke strategi ofensif.

Pernyataan tersebut mendorong harga minyak naik, dengan WTI AS mencapai sekitar US$83 per barel dan Brent mendekati US$89.

Selain itu, mantan Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan “membom” Oman jika negara tersebut ikut campur dalam situasi tersebut.

Pernyataan ini menyebabkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz hampir berhenti total.

Kekhawatiran geopolitik tersebut diimbangi oleh optimisme pasar yang sangat besar terhadap artificial intelligence.

Sentimen AI mendapat dorongan setelah muncul laporan bahwa revenue Q2 Anthropic meningkat 14 kali lipat menjadi lebih dari US$11,5 miliar.

Dari sisi makroekonomi, perkembangan positif lainnya datang dari Empire State Manufacturing Index Agustus.

Indeks tersebut secara tak terduga naik menjadi 20,6 poin, level tertinggi dalam lebih dari empat tahun, didorong lonjakan outstanding orders.

 

Jika melihat pasar secara lebih luas, sektor transportasi dan properti menjadi dua sektor dengan performa terbaik saat ini. Keduanya masing-masing naik sekitar 1,62% dan 1,25%.

Di sisi lain, sektor materials dan industrial menjadi yang terlemah. Materials turun sekitar 0,73%, sementara industrial melemah sekitar 0,15% dan menjadi penekan bagi indeks utama.

Berita Perusahaan

 
  • Micron Technology (MU): Produsen memory chip naik 3,94% pada pembukaan setelah lonjakan besar revenue Anthropic dan sentimen positif yang lebih luas terhadap industri chip AS.
  • Alibaba (BABA): Saham naik 1,5% menjelang sesi setelah laporan media menyebut perusahaan berencana menjual divisi gaming Lingxi Games kepada private equity Trustar Capital dengan nilai lebih dari US$2 miliar.
  • Intel (INTC): Saham naik sekitar 1,5% setelah filing SEC menunjukkan CEO Lip-Bu Tan membeli lebih dari 105.000 saham perusahaan pekan lalu pada harga US$95 per saham.
  • Alphabet (GOOGL): Saham raksasa teknologi tersebut naik dalam perdagangan after-hours setelah Berkshire Hathaway mengungkap bahwa mereka meningkatkan kepemilikan di induk Google sebesar US$17 miliar pada Q2.
14 Agustus 2026, 23.10

Nasdaq Dekati Rekor, Tapi Belum Mahal?

14 Agustus 2026, 20.51

US OPEN: Retail Sales Anjlok, Wall Street Mulai Ragu

14 Agustus 2026, 19.35

Retail Sales Jatuh, Konsumen AS Mulai Retak

14 Agustus 2026, 15.22

Carnival Sudah Pulih, Tapi Minyak Bisa Ganggu Lagi

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.