-
Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan kepastian arah suku bunga hingga akhir 2026, dengan pertemuan Oktober dan Desember menjadi penentu utama.
-
Inflasi PPI AS September melonjak 6,3% secara tahunan, tetapi yield Treasury AS tenor 10 tahun justru turun 9,9 basis poin menjadi 5,09%.
-
Futures S&P 500 naik 0,24% dan Nasdaq 100 menguat 0,47%, meskipun kekhawatiran terhadap utang perusahaan infrastruktur AI masih membayangi pasar.
-
Harga minyak WTI turun 1,76% ke sekitar US$95,82 per barel setelah muncul usulan pelepasan tambahan cadangan minyak sebesar 100 juta barel.
-
Investor menantikan data inflasi zona euro, harga impor AS, produksi industri AS, dan perkembangan kebijakan moneter global.
-
Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberikan kepastian arah suku bunga hingga akhir 2026, dengan pertemuan Oktober dan Desember menjadi penentu utama.
-
Inflasi PPI AS September melonjak 6,3% secara tahunan, tetapi yield Treasury AS tenor 10 tahun justru turun 9,9 basis poin menjadi 5,09%.
-
Futures S&P 500 naik 0,24% dan Nasdaq 100 menguat 0,47%, meskipun kekhawatiran terhadap utang perusahaan infrastruktur AI masih membayangi pasar.
-
Harga minyak WTI turun 1,76% ke sekitar US$95,82 per barel setelah muncul usulan pelepasan tambahan cadangan minyak sebesar 100 juta barel.
-
Investor menantikan data inflasi zona euro, harga impor AS, produksi industri AS, dan perkembangan kebijakan moneter global.
-
Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, menolak memberikan proyeksi pasti mengenai arah suku bunga hingga akhir 2026. Ia menekankan bahwa pertemuan Oktober dan Desember akan menjadi titik pengambilan keputusan penting. Pada saat yang sama, Warsh menyatakan bahwa dunia sedang menghadapi pengetatan kebijakan moneter yang berlangsung secara bersamaan di berbagai negara.
-
Inflasi harga produsen AS (PPI) September melonjak menjadi 6,3% secara tahunan (YoY), jauh di atas konsensus 5,3%. Meski demikian, yield Treasury AS tenor 10 tahun justru turun 9,9 basis poin menjadi 5,09%, didorong oleh perpindahan modal ke aset aman (flight to safety) akibat kekhawatiran terhadap utang perusahaan AI, termasuk CoreWeave.
-
Harga minyak mentah WTI turun 1,76% ke sekitar US$95,8 per barel setelah Amerika Serikat mengusulkan pelepasan tambahan 100 juta barel minyak dari cadangan strategis dan Presiden Donald Trump melunakkan retorikanya terhadap Iran.
Wall Street: Bagaimana Pergerakan Futures Saham AS?
-
Perdagangan futures saham AS kemarin akhirnya ditutup menguat, meskipun sebelumnya sempat mengalami aksi jual tajam akibat kekhawatiran terhadap utang perusahaan AI. Di sisi lain, ASML dan TSMC melaporkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang pekan ini.
-
Futures S&P 500 (US500) diperdagangkan di sekitar 7.804,5 poin, naik 0,24% secara harian (day-on-day/DoD), tetapi masih turun 0,78% secara mingguan (week-on-week/WoW). Penguatan ini mengakhiri tren penurunan selama tiga sesi berturut-turut.
-
Futures Nasdaq 100 (US100) bergerak di sekitar 30.219,9 poin, menguat 0,47% secara harian, tetapi masih melemah 2,90% secara mingguan. Pemulihan terjadi setelah CEO NVIDIA Jensen Huang berupaya menenangkan pasar dengan secara terbuka membela kondisi keuangan CoreWeave.
-
Indeks volatilitas VIX meningkat menuju 17,66 poin, naik 1,61% secara harian, mencerminkan kegelisahan investor yang masih berlanjut.
Pasar Saham Asia
-
Indeks Nikkei 225 Jepang (JP225) naik 0,40% ke sekitar 65.840,0 poin, didukung oleh arus masuk modal asing yang kuat ke pasar saham Jepang, dengan nilai lebih dari 3,5 triliun yen.
-
Indeks Hang Seng Hong Kong (HK.cash) menguat 0,16% ke sekitar 24.285,0 poin, sementara indeks China A50 (CH50cash) terkoreksi 0,20% menjadi 13.373,8 poin.
-
Indeks ASX 200 Australia (AU200.cash) mencatat kenaikan moderat sebesar 0,15% ke sekitar 8.806,0 poin.
-
People's Bank of China (PBOC) menetapkan kurs referensi yuan pada level terkuat sejak Februari 2023, dengan USD/CNY berada di 6,7220. Bank sentral China juga menyuntikkan likuiditas sebesar 60 miliar yuan melalui operasi reverse repo tenor 7 hari dengan suku bunga 1,40%.
-
Kementerian Keuangan Korea Selatan mengumumkan pengawasan yang lebih ketat dan langkah-langkah untuk mengatasi distorsi pasar setelah arus keluar modal asing dari saham Korea Selatan mencapai US$14,16 miliar pada September.
Komoditas
-
Harga minyak mentah WTI (OIL.WTI) turun 1,76% menjadi sekitar US$95,82 per barel. Pelemahan ini dipicu oleh tekanan Amerika Serikat terhadap negara-negara anggota International Energy Agency (IEA) untuk melepaskan tambahan 100 juta barel minyak dari cadangan, serta pernyataan Trump bahwa ia tidak berniat mengirim pasukan darat ke Iran.
-
Harga minyak Brent (OIL) terkoreksi 0,32% menjadi sekitar US$105,35 per barel.
-
Harga emas (GOLD) diperdagangkan di sekitar US$4.174,02 per ons, naik 0,09%. Emas sebelumnya sempat menguat mendekati US$4.200 per ons dalam perdagangan semalam akibat meningkatnya permintaan aset aman. Namun, sejumlah dana investasi di India menghentikan sementara pembelian besar-besaran ETF emas menjelang perayaan Diwali.
-
Harga perak (SILVER) rebound 0,70% menjadi US$57,77 per ons.
Perkembangan Penting Sepanjang Malam
-
Pernyataan The Fed: Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan bahwa dirinya tidak akan mendahului keputusan kebijakan moneter dan menegaskan bahwa pertemuan Oktober serta Desember akan menjadi penentu utama.
-
Komentar pejabat The Fed: Presiden Cleveland Fed Beth Hammack memperingatkan bahwa inflasi yang semakin mengakar dapat memaksa bank sentral mengambil langkah pengetatan yang lebih agresif. Sementara itu, Austan Goolsbee menggambarkan data inflasi terbaru sebagai perkembangan yang mengecewakan.
-
Donald Trump dan Iran: Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan senjata nuklir maupun mengirim pasukan darat ke Iran. Namun, ia tidak sepenuhnya menutup kemungkinan serangan terhadap kompleks bawah tanah Pickaxe Mountain.
-
Pentagon dan NATO: Pentagon mengisyaratkan konsep "NATO 3.0", yang mencakup rencana pengurangan jumlah pasukan AS di Eropa dan pengalihan fokus strategis menuju kawasan Pasifik.
-
Moody's dan Nike: Moody's menurunkan prospek peringkat kredit Nike menjadi negatif, tetapi mempertahankan peringkat A2. Lembaga pemeringkat tersebut memperkirakan pendapatan dan laba Nike akan terus menurun hingga tahun fiskal 2028.
-
Tesla Roadster: Elon Musk memperkenalkan versi terbaru Tesla Roadster yang dilengkapi pendorong manuver (maneuvering thrusters) hasil pengembangan bersama SpaceX. Pemesanan kendaraan ini membutuhkan uang muka US$50.000, sementara awal produksi kembali diundur hingga 2028.
Kalender Ekonomi: Agenda yang Perlu Dipantau Hari Ini
Dalam Central European Time (CET)
-
14.30 | Amerika Serikat: Data harga impor September secara bulanan, dengan konsensus kenaikan 0,9%, dibandingkan 0,7% sebelumnya.
-
15.15 | Amerika Serikat: Data produksi industri bulanan, dengan konsensus pertumbuhan 0,4% dibandingkan 0,0% sebelumnya, serta tingkat utilisasi kapasitas dengan konsensus 76,5%.
-
Sepanjang hari | Global: Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) masih berlangsung.
Instrumen yang Perlu Dipantau
-
Minyak WTI (OIL.WTI): Harga minyak turun tajam 1,76% secara harian di tengah valuasi historis yang masih relatif tinggi, dengan Z5L +1,25, Z1R +1,00, persentil lima tahun 87,9%, dan RSI 55,2. Tekanan terhadap harga minyak meningkat seiring dorongan Amerika Serikat untuk melepaskan tambahan 100 juta barel minyak dari cadangan negara-negara anggota IEA.
-
Nasdaq 100 (US100): Indeks masih berada pada wilayah valuasi yang relatif tinggi berdasarkan indikator historis multi-tahun, dengan Z5L +2,00, Z1R +1,20, persentil lima tahun 97,6%, dan RSI 43,5. Risiko utama berasal dari rotasi modal keluar dari saham semikonduktor, pelebaran selisih imbal hasil kredit (credit spread) perusahaan infrastruktur AI seperti CoreWeave, serta meningkatnya keraguan terhadap keberlanjutan belanja AI oleh perusahaan besar.
Daily Summary: CPI AS Panas, Wall Street dan Gold Tertekan
US Open: Wall Street Merah, CPI Panas dan Saham Chip Ambruk
CPI AS Panas, Peluang Rate Hike Oktober Naik 50%
NGAS, Gold, Oil: Outlook Komoditas
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.