12.52 · 24 September 2026

Market Wrap: Yield Tinggi Tekan Wall Street Jelang Trump-Xi

Futures Wall Street diperdagangkan sekitar 0,2% lebih rendah, indeks Asia turun sekitar 0,6%, sementara futures saham Eropa mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan saat pembukaan.

Pembicaraan AS-Iran di New York gagal menghasilkan terobosan yang diharapkan, sementara yield obligasi kembali naik.

  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Tehran tidak akan menjamin kebebasan pelayaran melalui Selat Hormuz selama sanksi dan blokade AS masih berlaku.

  • Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan damai masih sulit meski negosiasi kembali dihidupkan. Risiko gangguan terhadap aliran minyak dan produk energi tetap signifikan.

  • Selloff di pasar obligasi global semakin dalam setelah data PMI AS mencatat level terkuat sejak 2021 dan permintaan pada lelang US Treasury tenor 5 tahun terlihat lemah.

  • Yield US Treasury tenor 10 tahun bertahan dekat 5,11% setelah melonjak sekitar 15 basis poin pada Rabu, kenaikan harian terbesar sejak gejolak pasar setelah pengumuman tarif Trump pada April 2025.

  • Tekanan juga menyebar ke kawasan Asia-Pasifik. Obligasi Jepang, Australia, dan Selandia Baru ikut melemah, sementara obligasi emerging markets juga tertekan.

  • Rata-rata yield obligasi pemerintah global kini mendekati 4%.

  • Investor semakin meningkatkan ekspektasi terhadap pengetatan The Fed setelah kenaikan suku bunga pertama sejak 2023 pada pekan lalu.

  • Pasar uang kini sepenuhnya memperhitungkan dua kenaikan suku bunga tambahan dalam tiga pertemuan The Fed berikutnya.

  • Fed Governor Michael Barr kemarin mengatakan pengetatan moneter lanjutan kemungkinan masih diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target 2%.

  • Yield yang tinggi dan ekspektasi kenaikan bunga lanjutan tetap menjadi sumber tekanan utama terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin yang terkoreksi ke sekitar US$84.000.

  • Harga minyak menghapus sebagian kenaikan sebelumnya. Setelah contract rollover, Brent dibuka dekat US$97 per barel.

  • Emas tetap tertekan setelah turun sekitar 1,7% kemarin dan kini diperdagangkan dekat US$4.290 per ons. Suku bunga dan yield yang tinggi mengurangi daya tarik relatif precious metals.

  • Saham China daratan turun lebih dari 1%, meski Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan AS dan China sepakat memperpanjang trade truce selama dua bulan.

  • Xi Jinping telah tiba di Washington untuk kunjungan kenegaraan pertamanya ke AS dalam 11 tahun, membuat perhatian pasar tertuju pada hubungan dagang dan potensi kesepakatan dengan pemerintahan Trump.

  • Pemerintahan Trump juga bekerja sama dengan perusahaan refinery untuk membahas pembatasan sukarela ekspor bahan bakar guna meningkatkan suplai domestik. 

Pasar saat ini sudah bergeser jelas ke jalur The Fed yang lebih hawkish.

Futures memperkirakan total kumulatif sekitar 3,4 kenaikan suku bunga hingga Juni 2027, dibanding hanya sekitar 1,6 kenaikan yang diperkirakan empat minggu lalu.

Perubahan terbesar terjadi setelah pertemuan The Fed terbaru dan rilis preliminary Manufacturing dan Services PMI AS yang jauh lebih kuat dari ekspektasi.

Data tersebut semakin memperkuat keyakinan investor bahwa suku bunga AS akan bertahan lebih tinggi dalam periode yang lebih panjang.

Sumber: XTB Research
24 September 2026, 01.13

Daily Summary: Yield Tembus 5%, Wall Street Kembali Tertekan

23 September 2026, 23.01

US Open: Wall Street Turun Saat Yield Tembus 5%

23 September 2026, 20.51

PMI AS Melonjak, Ekspektasi Fed Makin Ketat

23 September 2026, 17.23

AS Batasi Ekspor Diesel, Harga Bisa Turun?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.