Marvell: Saat 79% Revenue Datang dari Data Center
Revenue rekor US$2,74 miliar, guidance Q3 di atas ekspektasi, dan kesepakatan besar dengan Google. Marvell Technology bukan lagi perusahaan chip yang bermain merata di banyak lini. Cerita investasinya kini semakin bergantung pada satu taruhan besar yang mulai membuahkan hasil.
Marvell Technology (MRVL.US) baru saja merilis laporan keuangan Q2 FY2027 yang mencetak rekor. Revenue mencapai US$2,739 miliar, naik 37% secara year-over-year dan melampaui estimasi konsensus analis sebesar US$2,71 miliar. Adjusted EPS non-GAAP tercatat US$0,94 per saham, juga lebih tinggi dari ekspektasi US$0,92. Angka-angka tersebut bukan sekadar beat tipis. Ini menjadi kuartal kedua berturut-turut ketika Marvell menaikkan outlook, dan kali ini revisi tersebut mencakup FY2027 sekaligus FY2028.
Data Center: Motor Tunggal yang Menggerakkan Segalanya
Jika ada satu angka yang paling menggambarkan transformasi Marvell dalam setahun terakhir, itu adalah kontribusi Data Center. Segmen ini membukukan revenue US$2,172 miliar pada Q2, naik 46% secara year-over-year dan 18% secara sekuensial. Kontribusinya terhadap total revenue kini mencapai 79%, naik dari 74% setahun sebelumnya.
Segmen lainnya, yang mencakup Communications dan berbagai end-market lain, justru relatif stagnan di kisaran US$550–580 juta selama enam kuartal terakhir. Secara praktis, Marvell semakin menyerupai perusahaan Data Center yang masih memiliki beberapa bisnis tambahan.

Sumber: XTB Research Indonesia
Pertumbuhan tersebut didorong oleh dua mesin utama: connectivity untuk infrastruktur AI, termasuk optical interconnect 800G dan 1.6T, serta custom silicon untuk hyperscaler. CEO Matt Murphy secara eksplisit menyatakan bahwa akselerasi bisnis custom chip diperkirakan semakin terlihat pada paruh kedua FY2027.
Tren industri juga mendukung narasi tersebut. Hyperscaler seperti Google, Amazon, dan Microsoft semakin mengembangkan chip proprietary untuk kebutuhan internal mereka, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada GPU Nvidia yang mahal dan pasokannya terbatas. Marvell berada tepat di tengah pergeseran ini sebagai salah satu mitra desain custom silicon.
Google Ketuk Pintu, dan Marvell Membuka Lebar
Seminggu sebelum laporan Q2 dirilis, Marvell sudah mengejutkan pasar melalui pengumuman kesepakatan komersial besar dengan Google. Ini bukan sekadar kontrak pembelian chip biasa.
Google menerima warrant untuk membeli hingga 58,97 juta saham Marvell, setara sekitar 7% dari total saham beredar, pada harga eksekusi US$206,58 per saham. Jika seluruh warrant dieksekusi, potensi nilainya mencapai sekitar US$12,2 miliar.
Warrant tersebut akan vest secara bertahap. Setiap pembelian custom chip oleh Google senilai US$500 juta akan memicu satu tranche, dengan ceiling kumulatif pembelian mencapai US$120 miliar hingga FY2033.
Dalam bahasa sederhana, Google tidak hanya membeli chip dari Marvell. Perusahaan juga memperoleh kesempatan membangun kepemilikan saham bernilai miliaran dolar apabila volume pembeliannya sendiri terhadap produk Marvell terus meningkat secara signifikan.
Ini memberikan validasi struktural terhadap posisi Marvell. Perusahaan kini memiliki hubungan jangka panjang dengan salah satu pembeli chip AI terbesar dunia, melengkapi posisi Broadcom yang sebelumnya telah menjadi mitra utama Google dalam pengembangan TPU.
Saham MRVL melonjak sekitar 10% sehari setelah pengumuman tersebut. Marvell juga telah masuk ke indeks S&P 500 pada Juni setelah memenuhi persyaratan profitabilitas.
Guidance Kuat, Tapi Valuasi Sudah Mencerminkan Banyak Hal
Untuk Q3 FY2027, Marvell memberikan guidance revenue sebesar US$3,15 miliar, plus atau minus 5%, serta adjusted EPS sebesar US$1,10 per saham. Kedua angka tersebut berada di atas konsensus analis, yang masing-masing memperkirakan US$3,03 miliar dan US$1,07 per saham.
Ini menjadi kuartal kedua berturut-turut ketika Marvell menaikkan outlook, dan kali ini revisi naik juga mencakup FY2028. Manajemen mengindikasikan potensi revenue FY2027 mendekati US$11 miliar, naik dari sekitar US$8,2 miliar pada FY2026.
Meski demikian, valuasi saham sudah mencerminkan banyak optimisme. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$201 miliar dan forward P/E di kisaran 50x, ruang untuk melakukan kesalahan eksekusi menjadi sangat sempit.
Gross margin non-GAAP sebesar 58,9% relatif stabil dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih jauh di bawah Broadcom yang berada di kisaran 76–77%. Artinya, meskipun pertumbuhan Marvell sangat kuat, kualitas margin bisnisnya masih belum setara dengan salah satu kompetitor terbesarnya.
Risiko konsentrasi pelanggan juga perlu diperhatikan. Semakin besar kontribusi revenue yang berasal dari segelintir hyperscaler, semakin besar pula dampaknya apabila salah satu pelanggan mengurangi belanja, menunda deployment, atau mengalihkan desain chip ke kompetitor lain.
Marvell dijadwalkan mengadakan Investor Day pada 6 Oktober 2026 untuk menjelaskan lebih jauh strategi jangka panjang perusahaan di sektor AI.
Poin Utama untuk Investor
- Marvell telah bertransformasi menjadi perusahaan Data Center, dengan 79% revenue kini berasal dari satu segmen tersebut. Kesepakatan Google dengan potensi pembelian hingga US$120 miliar memberikan visibilitas revenue multi-tahun dan memperkuat posisi Marvell dalam pasar custom AI chip.
- Namun, pertumbuhan tersebut datang bersama risiko yang semakin terkonsentrasi. Forward P/E sekitar 50x berarti valuasi sudah menuntut eksekusi yang sangat kuat, sementara ketergantungan terhadap hyperscaler membuat performa perusahaan semakin sensitif terhadap perubahan belanja segelintir pelanggan besar.
- Guidance Q3 sebesar US$3,15 miliar menunjukkan bahwa momentum bisnis masih kuat. Investor Day pada 6 Oktober akan menjadi katalis berikutnya untuk melihat apakah Marvell mampu mengubah lonjakan permintaan AI saat ini menjadi pertumbuhan jangka panjang yang lebih terdiversifikasi dan berkelanjutan.
Daily Summary: Nvidia Naik 9%, Tapi Rally Nasdaq Ternyata Sangat Sempit
US Open: Nvidia Naik 7%, Tapi Rally Chip Belum Menyebar
CrowdStrike Naik 9%: AI Dorong ARR dan Guidance Makin Kuat
Market Wrap: Nvidia Rebound, Pasar Menanti Pidato Warsh
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.