Analis Morgan Stanley menaikkan target harga saham Micron Technology (MU) menjadi rekor $325 dari sebelumnya $220. Para ahli menyoroti lonjakan tajam harga memori DDR5, yang telah tiga kali lipat dalam sebulan terakhir, mencapai level yang belum pernah terlihat sejak tahun 1990-an. Kondisi ini menciptakan peluang unik bagi perusahaan untuk mencapai hasil keuangan tertinggi sepanjang sejarahnya.
Menurut proyeksi, harga DRAM bisa naik lagi 15–20% pada paruh pertama tahun 2026, dengan beberapa transaksi mencapai hingga 50% di atas harga acuan. Pendorong utama kenaikan ini adalah permintaan kuat dari pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mengonsumsi sebagian besar produksi DRAM global. Produsen kini lebih fokus memproduksi chip HBM (High Bandwidth Memory) untuk AI, sehingga ketersediaan DDR5 bagi konsumen menjadi terbatas.
Analis menambahkan bahwa, berbeda dengan kekurangan memori sebelumnya seperti pada tahun 2018, Micron kini memasuki siklus baru dengan laba tertinggi sepanjang masa, memungkinkan perusahaan beroperasi di wilayah yang belum pernah dijelajahi dalam hal potensi keuntungan. Sementara itu, ekspansi kapasitas produksi oleh produsen seperti Samsung dan SK Hynix terus meningkat, meskipun permintaan masih melampaui pasokan.
Meski harga sahamnya telah naik 180% sepanjang tahun ini, para ahli percaya bahwa Micron masih memiliki ruang kenaikan signifikan, berkat permintaan berkelanjutan untuk DRAM dan HBM di segmen AI.
Daily Summary: Wall Street Mengakhiri Pekan dengan Kenaikan Tenang 🗽
3 Pasar yang Perlu Dipantau Pekan Depan (05.12.2025)
US100 Menguat Setelah Data PCE 📈
Netflix Akuisisi Warner Bros: Dampaknya bagi Streaming & Pasar