22.14 · 28 Oktober 2026

Microsoft vs Google: Saham AI Terancam?

Alphabet menghadapi ujian penting ketika investor mulai membandingkan peningkatan belanja infrastruktur AI dengan kinerja bisnis periklanan tradisional dan segmen cloud. Hingga beberapa waktu lalu, Alphabet dipandang sebagai salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari sisi profitabilitas investasi kecerdasan buatan. Namun, lonjakan belanja modal (capital expenditure atau CapEx) membuat investor semakin mempertanyakan kemampuan perusahaan menghasilkan pengembalian investasi yang sepadan.

 

Alphabet berada dalam tren penurunan yang jelas sejak mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Mei dan kini menguji area support penting yang berkaitan dengan fase kenaikan harga sebelumnya. Dalam beberapa waktu terakhir, kinerja saham Alphabet bahkan sedikit tertinggal dibandingkan indeks Nasdaq 100. Hasil earnings yang jauh melampaui konsensus dapat membantu pemulihan saham, tetapi perhatian investor kemungkinan tetap tertuju pada besarnya belanja modal (CapEx).

Ekspektasi Pasar dan Metrik Utama

  • Laba per saham dan pendapatan: Konsensus memperkirakan earnings per share (EPS) sebesar US$2,99–3,03, dengan pendapatan mencapai US$127,9 miliar, atau tumbuh 25% YoY.
  • Google Cloud: Pendapatan diperkirakan mencapai sekitar US$29 miliar, mencerminkan pertumbuhan 89–91% YoY.
  • Mesin pencari dan periklanan: Pertumbuhan diproyeksikan melambat menjadi 15–17%, dibandingkan 19% pada Q1 dan 17% pada Q2. Perlambatan ini berkaitan dengan kekhawatiran mengenai dampak fitur AI, khususnya AI Overviews, terhadap lalu lintas pengguna yang menghasilkan klik iklan.
  • Belanja modal (CapEx): Pengeluaran investasi pada 2026 diperkirakan melampaui US$200 miliar, meningkat lebih dari dua kali lipat secara tahunan. Lonjakan belanja ini diperkirakan menyebabkan arus kas bebas (free cash flow atau FCF) negatif pada tahun ini dan tahun berikutnya.
  • Valuasi dan proyeksi analis: Pasar opsi memperkirakan potensi pergerakan harga saham sebesar 5,8% setelah laporan earnings. Rata-rata target harga analis berada di US$429, dengan 64 rekomendasi beli, 7 netral, dan tidak ada rekomendasi jual.

Pada kuartal sebelumnya, Alphabet sudah mencatat arus kas bebas (FCF) negatif.

Komentar dan Analisis

Sumber utama ketidakpastian terhadap saham Alphabet adalah kesenjangan antara peningkatan investasi AI dan tekanan terhadap arus kas bebas. Kondisi ini telah mendorong harga saham mendekati batas wilayah bear market, dengan penurunan sekitar 20% sejak Mei. Meski demikian, pertumbuhan bisnis cloud yang sangat pesat dan potensi sumber pendapatan baru, seperti ketertarikan OpenAI untuk membeli chip komputasi Google, menunjukkan bahwa Alphabet masih memiliki aset strategis yang kuat dalam persaingan teknologi AI. Faktor-faktor tersebut turut menjaga optimisme para analis terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Microsoft (MSFT): Hasil Keuangan Q1 Tahun Fiskal 2027

Microsoft memasuki periode laporan keuangan sebagai salah satu indikator utama permintaan AI dari pelanggan korporasi. Perusahaan berupaya mengombinasikan investasi infrastruktur AI berskala besar dengan disiplin pengendalian biaya yang kuat. Dari sisi pergerakan saham, Microsoft masih menunjukkan kinerja yang sangat baik. Namun, posisi harga yang mendekati rekor tertinggi juga meningkatkan risiko aksi jual apabila pasar kecewa terhadap tingkat adopsi AI. Besarnya belanja modal Microsoft juga relatif sebanding dengan Alphabet.

Ekspektasi Pasar dan Metrik Utama

  • Laba per saham dan pendapatan: Konsensus memperkirakan EPS sebesar US$4,72–4,73, dengan pendapatan mencapai US$90,6–90,7 miliar, atau meningkat 17% YoY.
  • Azure Cloud: Proyeksi resmi Microsoft mengasumsikan pertumbuhan sebesar 44–45%, tetapi ekspektasi tidak resmi pasar (whisper expectations) mencapai 47–47,7% YoY.
  • Belanja modal dan arus kas: CapEx untuk tahun fiskal 2027 diperkirakan melampaui US$190 miliar, meningkat 65% YoY. Sementara itu, arus kas bebas diproyeksikan turun menjadi di bawah US$32 miliar, dibandingkan US$67 miliar pada tahun sebelumnya.
  • Disiplin biaya: Program pengunduran diri sukarela bagi 60.000 karyawan diperkirakan menghasilkan penghematan biaya tahunan sekitar US$1,2 miliar.
  • Valuasi dan proyeksi analis: Potensi pergerakan harga saham setelah earnings diperkirakan kurang dari 5%. Rata-rata target harga analis berada di US$604, dengan 68 rekomendasi beli, 4 netral, dan tidak ada rekomendasi jual.

Komentar dan Analisis

Standar ekspektasi terhadap Microsoft sudah sangat tinggi, terutama karena pasar mengharapkan pertumbuhan Azure melampaui proyeksi resmi perusahaan. Kombinasi investasi AI dalam jumlah besar dengan rencana penghematan biaya operasional memperkuat kepercayaan investor. Hal ini membantu mempertahankan harga saham Microsoft di dekat rekor tertinggi sepanjang masa sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin dalam komersialisasi solusi berbasis kecerdasan buatan.

Faktor Penentu Bersama: Apakah Investasi AI Mulai Menghasilkan Arus Kas?

Kedua laporan keuangan ini pada akhirnya mengarah pada satu pertanyaan utama: apakah belanja besar-besaran perusahaan hyperscaler untuk infrastruktur AI, yang secara gabungan melampaui US$390 miliar pada periode 2026–2027, mulai menghasilkan arus kas yang berkelanjutan?

Pasar telah memberikan apresiasi terhadap disiplin keuangan Microsoft, tetapi menghukum Alphabet karena pergeseran menuju arus kas negatif. Sejak publikasi laporan keuangan Juli, saham Microsoft telah naik 36%, sedangkan Alphabet turun 5% dalam periode yang sama, meskipun Alphabet mencatat pertumbuhan bisnis cloud yang lebih cepat. Pertumbuhan Azure yang lebih lemah dari ekspektasi atau hasil bisnis pencarian Google yang mengecewakan dapat kembali memicu kekhawatiran bahwa investasi AI belum memberikan pengembalian yang memadai. Risiko tersebut serupa dengan yang dialami Meta Platforms, ketika sahamnya anjlok 7% sehari setelah publikasi laporan keuangan pekan lalu.

Selain itu, semakin banyak pembahasan mengenai kemungkinan bahwa tingginya yield obligasi pemerintah AS sebagian dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan pendanaan perusahaan hyperscaler melalui pasar utang. Kondisi ini menunjukkan bahwa belanja infrastruktur AI pada tahun berjalan kemungkinan baru menjadi gambaran awal dari skala investasi yang jauh lebih besar pada tahun-tahun mendatang.


 
29 Oktober 2026, 03.14

Daily Summary: Fed Dovish, Oracle Meroket 11%!

29 Oktober 2026, 03.00

Azure Melonjak 48%, Saham Microsoft Naik!

27 Oktober 2026, 01.00

Daily Summary: Nasdaq Naik 0,74%, IPO Anthropic Jadi Sorotan

26 Oktober 2026, 21.06

US Open: Nasdaq Naik 0,7%, IPO Anthropic Dorong Saham AI

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.