Harga minyak naik untuk hari kedua berturut-turut akibat ketegangan di Timur Tengah. Brent crude menguat lebih dari 2% dan menguji area sekitar $85 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak gap turun yang terjadi antara 12 dan 15 Juni.
Situasi di Selat Hormuz dan Rencana AS
Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melewati Selat Hormuz. Meskipun Amerika Serikat menyatakan akan bertindak sebagai penjamin keamanan di jalur laut utama ini, Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan biaya 20% atau kompensasi dari seluruh kargo lain yang mendapatkan manfaat dari perlindungan tersebut.
Reaksi dan Rencana Iran
Meski blokade Amerika diberlakukan terhadap kapal dagang Iran, Teheran tidak mundur dan secara tegas menyatakan akan terus mengekspor komoditasnya ke pasar global. Pada saat yang sama, Iran melaporkan serangan terhadap dua supertanker yang melewati Selat Hormuz.
Latar Belakang Pasar
Aksi saling serang lanjutan antara Washington dan Teheran menunda prospek pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat. Situasi ini kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperbesar kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed. Perlu dicatat bahwa persediaan minyak mentah AS sudah berada di level yang sangat rendah dibandingkan beberapa tahun terakhir, sementara cadangan strategis berada di level terendah sejak 1980-an.
Jika lalu lintas kapal tidak kembali normal, harga minyak dapat naik bahkan hingga level $100 per barel. Jika situasi tetap tegang tetapi arus kapal masih berlanjut dalam kapasitas terbatas, harga kemungkinan akan mencapai zona supply penting di sekitar $88–90 per barel, tempat beberapa level teknikal utama berada.
Persediaan dan Cadangan Strategis di AS
Persediaan komersial AS berada di level terendah sejak 2018, sementara cadangan strategis berada di level terendah sejak 1980-an. Penurunan lebih lanjut pada persediaan dan cadangan dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan energi di AS, meskipun negara tersebut hampir sepenuhnya mandiri dari sisi pasokan. Namun, perlu dicatat bahwa Amerika Serikat selama ini juga berperan sebagai penyangga pasokan bagi negara-negara Asia.
Sumber: Bloomberg Finance LP, XTB
Tekanan Pasar Jelang CPI AS dan Testimoni The Fed
Market Wrap: IRGC Tutup Selat Hormuz, Pasar Global Merah
BREAKING: Minyak Pangkas Kenaikan, Nasdaq Coba Rebound
Daily Summary: Geopolitik Teluk Persia Guncang Pasar
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.