Harga minyak bereaksi dengan kenaikan mendadak dan tajam terhadap pernyataan Trump mengenai pemulihan “blokade Iran” dan peran baru AS sebagai “penjaga” berbayar Selat Hormuz. Pasar langsung memperhitungkan risiko geopolitik, meskipun arus barang secara formal masih akan dipertahankan.
Apa yang Dikatakan Trump
Presiden AS mengumumkan di Truth Social bahwa Selat Hormuz “sedang dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran”, sambil memulihkan blokade yang hanya menargetkan kapal dan pelanggan Iran. Perkembangan baru terletak pada model pendanaannya: AS kini akan menjadi “Guardian of the Strait of Hormuz” secara formal dan mengenakan biaya 20% dari nilai seluruh kargo yang diangkut melalui selat tersebut sebagai imbalan perlindungan.
Reaksi Pasar Minyak
Perlu diingat konteks beberapa bulan terakhir. Pasar sudah beberapa kali bereaksi dengan cara serupa terhadap pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz. Misalnya, pada April, WTI crude melonjak 8% ke atas $104 setelah pengumuman blokade pelabuhan Iran. Pada Juli, Brent menguji level $80 setelah gencatan senjata dengan Iran dilanggar. Sejarah menunjukkan bahwa pergerakan seperti ini cenderung berumur pendek jika arus minyak melalui selat tersebut tidak benar-benar terganggu.
Mengapa Ini Penting bagi Pasar?
-
Selat Hormuz mencakup sekitar 20% perdagangan minyak global, sehingga bahkan risiko hipotetis terhadap kapasitas jalur tersebut dapat mendorong kenaikan uncertainty premium dalam harga.
-
Kebijakan baru berupa “toll” 20% atas kargo menciptakan preseden yang dapat meningkatkan biaya logistik dan freight rates. Pasar sebagian memperhitungkan hal ini sebagai kenaikan biaya transportasi minyak, bukan hanya sebagai risiko terhadap pasokan.
-
Pertanyaan kunci untuk langkah berikutnya: apakah Iran akan menerima peran sebagai pemain yang “dikecualikan” tanpa respons militer, atau justru melihat kebijakan ini sebagai eskalasi lanjutan dan mengambil tindakan balasan di kawasan tersebut?
US OPEN: Futures Wall Street Melemah, Minyak dan Energi Menguat
Earnings Q2 Dimulai, Bank AS Jadi Fokus Pasar
Tekanan Pasar Jelang CPI AS dan Testimoni The Fed
Kalender Ekonomi: CPI AS dan Testimoni The Fed
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.