21.27 · 13 Juli 2026

Minyak Melonjak Usai Pernyataan Trump soal Hormuz

Harga minyak bereaksi dengan kenaikan mendadak dan tajam terhadap pernyataan Trump mengenai pemulihan “blokade Iran” dan peran baru AS sebagai “penjaga” berbayar Selat Hormuz. Pasar langsung memperhitungkan risiko geopolitik, meskipun arus barang secara formal masih akan dipertahankan.

Apa yang Dikatakan Trump

Presiden AS mengumumkan di Truth Social bahwa Selat Hormuz “sedang dan akan tetap terbuka, dengan atau tanpa Iran”, sambil memulihkan blokade yang hanya menargetkan kapal dan pelanggan Iran. Perkembangan baru terletak pada model pendanaannya: AS kini akan menjadi “Guardian of the Strait of Hormuz” secara formal dan mengenakan biaya 20% dari nilai seluruh kargo yang diangkut melalui selat tersebut sebagai imbalan perlindungan.

Reaksi Pasar Minyak

Perlu diingat konteks beberapa bulan terakhir. Pasar sudah beberapa kali bereaksi dengan cara serupa terhadap pernyataan Trump mengenai Selat Hormuz. Misalnya, pada April, WTI crude melonjak 8% ke atas $104 setelah pengumuman blokade pelabuhan Iran. Pada Juli, Brent menguji level $80 setelah gencatan senjata dengan Iran dilanggar. Sejarah menunjukkan bahwa pergerakan seperti ini cenderung berumur pendek jika arus minyak melalui selat tersebut tidak benar-benar terganggu.

Mengapa Ini Penting bagi Pasar?

  • Selat Hormuz mencakup sekitar 20% perdagangan minyak global, sehingga bahkan risiko hipotetis terhadap kapasitas jalur tersebut dapat mendorong kenaikan uncertainty premium dalam harga.

  • Kebijakan baru berupa “toll” 20% atas kargo menciptakan preseden yang dapat meningkatkan biaya logistik dan freight rates. Pasar sebagian memperhitungkan hal ini sebagai kenaikan biaya transportasi minyak, bukan hanya sebagai risiko terhadap pasokan.

  • Pertanyaan kunci untuk langkah berikutnya: apakah Iran akan menerima peran sebagai pemain yang “dikecualikan” tanpa respons militer, atau justru melihat kebijakan ini sebagai eskalasi lanjutan dan mengambil tindakan balasan di kawasan tersebut?

13 Juli 2026, 21.01

US OPEN: Futures Wall Street Melemah, Minyak dan Energi Menguat

13 Juli 2026, 19.12

Earnings Q2 Dimulai, Bank AS Jadi Fokus Pasar

13 Juli 2026, 15.29

Tekanan Pasar Jelang CPI AS dan Testimoni The Fed

13 Juli 2026, 13.52

Kalender Ekonomi: CPI AS dan Testimoni The Fed

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.