Baca selengkapnya
12.45 · 3 Oktober 2025

Morning Wrap (03.10.2025): Asia Naik, Fokus Fed

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Indeks Asia naik 
  • Yen terlemah G10, USDJPY ke 147,33; BOJ tetap akomodatif.
  • Shutdown AS & NFP
  • PMI Australia melemah 
  • Ekspektasi Fed
  • Indeks Asia-Pasifik mencatat kenaikan moderat. JP225 Jepang naik 1,60%, AU200 Australia +0,66%, dan SG20 Singapura +0,10%. Futures indeks China sedikit melemah, meski pasar kas masih libur karena liburan nasional.

  • Trump mempertimbangkan untuk mengeluarkan cek $1.000–2.000 bagi semua wajib pajak, dibiayai dari pendapatan tarif. Para pengkritik menilai langkah ini bertentangan dengan klaim sebelumnya bahwa tarif akan mengurangi defisit.

  • Gubernur Ueda menekankan pendekatan fleksibel dan bergantung pada data, tanpa memberi sinyal jelas jelang pertemuan BOJ. JPY menjadi mata uang G10 terlemah hari ini, melemah sekitar 0,20–0,30%. USDJPY naik 0,33% ke 147,33.

  • Ueda memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jepang akan melambat sebelum rebound, dengan tambahan ketidakpastian dari tarif. BOJ akan menjaga kebijakan akomodatif hingga proyeksi inflasi dan pertumbuhan tercapai.

  • Tingkat pengangguran Jepang naik ke 2,6% di Agustus (ekspektasi 2,4%), sementara rasio lowongan terhadap pelamar turun ke 1,20. Ueda juga mencatat tanda-tanda awal konsumsi rumah tangga yang melemah akibat kenaikan harga pangan.

  • Data NFP September kemungkinan tertunda, meski BLS kemarin melaporkan bahwa seluruh data sudah terkumpul untuk publikasi. 

  • Jika rilis benar-benar ditunda, pasar akan lebih fokus pada pidato pejabat The Fed hari ini, termasuk Williams, Goolsbee, Miran, Logan, dan Jefferson.

  • Investor masih memperkirakan pemangkasan suku bunga 25 bps akhir bulan ini, tetapi komentar hati-hati dari pejabat Fed bisa berdampak lebih besar di tengah absennya rilis NFP.

  • PMI Australia melemah pada September: manufaktur turun ke 51,4 (dari 53,0), jasa ke 52,4 (dari 55,8), dan komposit ke 52,4. Semua masih di atas 50, menandakan ekspansi, meski momentum melambat. Aktivitas September menjadi yang terlemah sejak Juni, meskipun pertumbuhan berlanjut.

22 April 2026, 14.29

Kalender Ekonomi: Pidato bank sentral dan laba Tesla menjadi fokus

22 April 2026, 14.18

Market wrap 🗽Indeks di Wall Street terus naik seiring perpanjangan gencatan AS–Iran

21 April 2026, 19.35

BREAKING: Penjualan AS di atas ekspektasi!

21 April 2026, 13.50

Kalender Ekonomi: Fokus Retail Sales AS & Sentimen ZEW

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.