13.57 · 5 Februari 2026

Morning wrap (05.02.2026)

 

  • Hasil keuangan Alphabet dan rencana belanja modal (CAPEX) yang mencetak rekor membantu meredam tekanan pada saham teknologi di perdagangan setelah penutupan, meskipun kontrak berjangka indeks AS masih bergerak di zona negatif. Nasdaq 100 futures kembali naik ke atas level 25.000 setelah penurunan tajam kemarin (US100: -0.3%; US500: -0.3%), sementara kontrak berjangka Dow Jones bergerak mendatar. Kontrak EU50 menguat 0.15% menjelang pembukaan sesi Eropa.

  • Alphabet melampaui ekspektasi dengan membukukan pendapatan sebesar $113.8 miliar, didorong oleh monetisasi AI yang kuat dan pertumbuhan pesat Google Cloud (+48% y/y). Namun, investor masih mencerna rencana belanja modal 2026 yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebesar $175–$185 miliar, yang bertujuan memperkuat dominasi perusahaan di infrastruktur cloud dengan konsekuensi tekanan margin jangka pendek. Data ini terutama menguntungkan pemasok Alphabet, seperti Nvidia (+1.7% di perdagangan setelah jam bursa). Saham Alphabet sendiri turun 1.9% di pre-market.

  • Pasar Asia mengikuti pelemahan Wall Street kemarin, dipicu oleh pergeseran besar di sektor teknologi seiring investor mencari “pemenang yang jelas”. Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 4% akibat tekanan dari saham Samsung dan SK Hynix (-5.8% dan -6.8%). JP225 Jepang turun 1.4%, meskipun penurunan tertahan oleh laporan laba positif dari Panasonic dan Renesas. Sementara itu, indeks CHN.cash dan HK.cash bergerak di zona hijau (+0.9% dan +0.5%).

  • Dolar AS melanjutkan penguatan terhadap seluruh mata uang G10 (GBPUSD: -0.3%, USDJPY: +0.1%). Sentimen penghindaran risiko masih menekan mata uang Antipodean (AUDUSD: -0.35%, NZDUSD: -0.2%). Penurunan harga minyak turut menekan Krone Norwegia (USDNOK: +0.5%). EURUSD melemah sekitar 0.15% dan diperdagangkan di sekitar 1.1788.

  • Logam mulia kembali mengalami penurunan tajam. Harga perak anjlok 10% ke $78.80, sepenuhnya menghapus reli dua sesi terakhir. Emas turun lagi 0.7% ke $4,926, sementara kontrak platinum melemah 6%.

  • Harga minyak Brent dan WTI juga menghapus kenaikan kemarin (-1%), sementara NATGAS mencatat kenaikan untuk sesi ketiga berturut-turut (+2%).

  • Aksi jual di pasar kripto belum menunjukkan tanda-tanda mereda, dengan aset utama mendekati level support psikologis. Bitcoin turun 2.1% ke $70,900, sementara Ethereum melemah 1.3% ke sekitar $2,090.

 

2 Juni 2026, 20.48

US Open: Wall Street Tertekan oleh Biaya AI dan Geopolitik

2 Juni 2026, 20.39

Harga Minyak Melemah Meski Risiko Pasokan Global Masih Tinggi

2 Juni 2026, 18.16

Harga Perak Melonjak 2%

2 Juni 2026, 14.41

Kalender Ekonomi: Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi dan JOLTS

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.