Baca selengkapnya
13.36 · 14 Januari 2026

Morning wrap (14.01.2026)

  • Kontrak berjangka indeks AS dibuka melemah tipis. US100 dan US500 masing-masing turun 0,15%. Hari ini perhatian pasar tertuju pada putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif, data penjualan ritel AS, serta data Producer Price Index (PPI). Investor juga menantikan laporan keuangan bank-bank besar AS seperti Wells Fargo, Citibank, dan Bank of America, serta pidato sejumlah pejabat Federal Reserve, termasuk Paulson, Kashkari, Bostic, dan Williams.

  • S&P 500 Tertekan Meski CPI Lebih Rendah: Kemarin, saham AS bergerak melemah setelah rilis inflasi terbaru memperkuat pandangan bahwa The Fed memiliki ruang untuk bersikap sabar. Tekanan utama datang dari aksi jual di saham perbankan, dipimpin oleh JPMorgan setelah hasil keuangannya dinilai di bawah ekspektasi investor. Saham JPMorgan turun 4% setelah pendapatan investment banking meleset dari perkiraan akibat melemahnya aktivitas underwriting dan advisory M&A. Meski inflasi inti CPI lebih rendah dari estimasi, pasar masih menilai pemangkasan suku bunga The Fed yang realistis baru akan terjadi sekitar pertengahan 2026.

  • Risk Appetite Tetap Dominan: Terlepas dari koreksi S&P 500 dari level tertinggi historis, ekuitas global masih berada di jalur untuk menutup perdagangan di rekor tertinggi baru. Data inflasi AS terbaru meredakan kekhawatiran terhadap tekanan harga yang persisten, sementara investor terus masuk ke reli yang dipimpin oleh tema AI. Di sisi komoditas, logam tampil jauh lebih kuat dibandingkan kompleks komoditas lainnya.

  • MSCI ACWI Naik, Asia Jadi Penopang: Indeks MSCI All Country World Index melanjutkan kenaikan year-to-date, didukung oleh lonjakan indeks saham Asia yang mencetak rekor tertinggi baru. Pasar Jepang menguat, sementara yen bertahan di dekat level terlemah sejak Juli 2024 di tengah laporan potensi pemilu dadakan.

  • Proksi AI Lanjutkan Reli, China Tertinggal: Korea Selatan, yang kerap dipandang sebagai indikator rantai pasok AI global, mencatat kenaikan untuk sesi kesembilan berturut-turut. Sebaliknya, saham China melemah setelah otoritas menaikkan persyaratan margin financing menjadi 100%, sebuah langkah yang biasanya meredam aksi beli berbasis leverage.

  • Logam Mulia dan Industri Mencuri Perhatian: Perak menembus level USD 90 per ons untuk pertama kalinya, emas spot mencetak rekor tertinggi baru, dan tembaga bangkit ke level tertinggi baru. Pergerakan ini memperkuat narasi bahwa logam memimpin pergerakan komoditas. Perak naik hampir 4%, sementara emas menguat lebih dari 1%.

  • Kripto Ikut Gelombang Risk-On: Bitcoin turut menikmati sentimen positif, naik ke level tertinggi dua bulan. Sementara itu, kontrak berjangka indeks saham Eropa pagi ini diperdagangkan sedikit lebih tinggi menjelang pembukaan sesi.

  • Jepang Tetap Jadi Fokus Makro: Laporan bahwa Perdana Menteri Takaichi mungkin mengumumkan pemilu dadakan mendorong saham Jepang namun menekan obligasi. Yen kembali melemah lebih dalam ke zona yang meningkatkan risiko intervensi. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 5 tahun melonjak ke level tertinggi sejak tenor tersebut diperkenalkan pada tahun 2000.

  • Minyak Mulai Mendingin: Harga minyak mentah bergerak stabil setelah reli empat hari terkuat dalam lebih dari enam bulan. Pergerakan ini mengindikasikan pasar tengah mencerna kenaikan sebelumnya, bukan melanjutkan lonjakan.

  • Dolar Bertahan Kuat; Ekspektasi The Fed Tidak Berubah: Dolar AS mempertahankan penguatan sesi sebelumnya. Data inflasi AS Desember tidak banyak mengubah harapan bahwa The Fed akan memilih jeda pemangkasan suku bunga dibandingkan melakukan pelonggaran agresif.

  • Pembatasan Nvidia H200: Perusahaan China akan diwajibkan menerapkan prosedur keamanan khusus jika ingin membeli chip Nvidia H200, berdasarkan konfirmasi dari Departemen Perdagangan AS. Pembatasan juga berlaku di sisi AS: Nvidia harus memastikan kecukupan pasokan domestik H200 terlebih dahulu, dan ekspor ke China akan dibatasi agar tidak melebihi 50% dari volume pengiriman ke pasar domestik AS. Data API AS: Data American Petroleum Institute (API) AS menunjukkan lonjakan tajam persediaan minyak pada 13 Januari. Stok minyak mentah naik 5,27 juta barel (sebelumnya -2,8 juta), persediaan bensin melonjak 8,23 juta barel (sebelumnya +4,4 juta), dan stok distilat meningkat 4,34 juta barel (sebelumnya +4,9 juta). Persediaan di Cushing juga naik 0,945 juta barel (sebelumnya +0,7 juta), memperkuat sinyal pasokan berlebih dalam jangka pendek di pasar AS.

11 Februari 2026, 13.33

Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP

10 Februari 2026, 16.47

Kalender Ekonomi: Indeks dan EURUSD Menanti Data Retail Sales AS

10 Februari 2026, 13.54

Morning Wrap (10.02.2026)

9 Februari 2026, 13.50

Kalender Ekonomi: Data Tenaga Kerja Tertunda Jadi Fokus Mingguan 🔎

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.