-
Kontrak berjangka indeks saham AS mulai rebound setelah dua hari tekanan jual, didukung oleh laporan keuangan terbaru dari TSMC yang dipandang sebagai litmus test bagi raksasa industri AI seperti Nvidia dan AMD.
-
Futures Nasdaq memimpin penguatan dengan US100 naik 0,3%, diikuti Russell 2000 (US2000: +0,25%), S&P 500 (US500: +0,15%), dan Dow Jones (US30: +0,1%).
-
Menteri Keuangan AS Scott Bessent dilaporkan menyampaikan kekhawatiran terkait volatilitas USDJPY dalam pertemuan dengan mitranya dari Jepang. Ia menyerukan konsistensi kebijakan moneter serta komunikasi yang jelas.
-
Sentimen di kawasan Asia-Pasifik bergerak mixed. Indeks Nikkei 225 Jepang terkoreksi dari rekor tertinggi kemarin dengan penurunan 0,9%, seiring meredanya harapan stimulus fiskal tambahan dan bangkitnya imbal hasil obligasi. Antisipasi terhadap laporan TSMC memicu kehati-hatian di saham teknologi, yang paling membebani pasar China (CHN.cash: -0,2%). Sebaliknya, penguatan terlihat di Korea Selatan (Kospi: +1,3%) dan Australia (AU200.cash: +0,3%).
-
TSMC mencatat laba kuartal IV rekor, dengan laba bersih melonjak 35% berkat kuatnya permintaan chip AI dan komputasi berkinerja tinggi, sekaligus melampaui estimasi konsensus. Pendapatan menembus NT$1 triliun untuk pertama kalinya, sementara chip canggih di bawah 7 nm menyumbang 77% dari total penjualan. Pertumbuhan terutama didorong oleh pelanggan seperti Nvidia dan AMD serta ekspansi AI. Perusahaan juga meningkatkan kapasitas produksi 2 nm, yang mendukung prospek hingga 2026, meskipun permintaan smartphone yang lebih lemah berpotensi membatasi laju pertumbuhan.
-
China dikabarkan tengah menyusun aturan untuk membatasi jumlah chip AI canggih yang dapat dibeli perusahaan lokal dari pemasok asing seperti Nvidia, menurut laporan Reuters. Kebijakan ini diperkirakan berbentuk pembatasan pesanan, bukan larangan penuh, menyusul persetujuan AS atas ekspor chip H200 dan meningkatnya ketegangan politik.
-
Indeks dolar AS kembali menguat setelah koreksi kemarin, dengan USDIDX naik 0,1%, terutama didorong oleh pelemahan franc Swiss (USDCHF: +0,15%) dan yen Jepang (USDJPY: +0,2%). Dolar Australia menjadi satu-satunya yang relatif bertahan (AUDUSD stagnan). EURUSD turun 0,1% ke level 1,1635.
-
Logam mulia mengalami koreksi tajam setelah reli sebelumnya yang dipicu ketidakpastian politik dan meningkatnya risiko intervensi AS di Iran. Perak mencatat penurunan terbesar, turun kembali ke bawah USD 90 per ons, melemah sekitar 4% ke USD 89,30. Platinum turun 3,2% ke USD 2.326, sementara emas melemah 0,4% ke USD 4.606.
-
Harga minyak Brent dan WTI menghentikan reli lima hari berturut-turut, masing-masing turun sekitar 1,5%.
-
Pasar kripto juga terkoreksi. Bitcoin turun 0,8% ke USD 96.290, sementara Ethereum melemah 1,1% ke USD 3.315.
Morning Wrap: Wall Street Tunggu NFP
Daily summary: Data Lemah AS Tekan Wall Street, Logam Turun Lagi
US Open: Wall Street Naik Meski Data Lemah
Coca-Cola Earnings: Mampukah CEO Baru Hadapi Tekanan?