- Futures indeks utama di AS dan Eropa masih tertekan setelah kemarin mengakhiri reli global, menunjukkan investor menahan diri jelang keputusan Fed hari ini (US500: -0,05%, EU50 flat).
- Ursula von der Leyen kemarin berbicara dengan Donald Trump mengenai peningkatan tekanan ekonomi terhadap Rusia, yang masih ditopang oleh pendapatan dari penjualan energi fosil. Komisi Eropa saat ini tengah menyiapkan paket sanksi ke-19, termasuk percepatan penghentian semua pembelian energi Rusia.
- Donald Trump menggugat The New York Times sebesar $15 miliar, menuduh surat kabar tersebut melakukan pencemaran nama baik, fitnah “berskala industri,” dan intervensi dalam pemilu 2024.
- Sentimen di kawasan Asia-Pasifik bervariasi. Di Tiongkok, kenaikan berlanjut (CHN.cash: +1,4%, HK.cash: +1,1%), mendorong indeks HSCEI ke level tertinggi dalam 4 tahun. Didukung data perdagangan, Nikkei Jepang (JP225) sempat mencetak rekor baru sebelum terkoreksi, kini diperdagangkan flat. AU200.cash turun 0,3%.
- Penurunan ekspor Jepang ternyata jauh lebih kecil dari perkiraan (-0,1% y/y, ekspektasi -1,9%, sebelumnya -2,6%), terutama berkat rebound kuat pengiriman ke Asia (+1,7%) dan Eropa (+7,7%), yang mengimbangi penurunan perdagangan dengan AS (-13,8% y/y). Ekspor mobil ke AS tetap ambruk (-28,3%, sebelumnya -28,4%).
- Defisit transaksi berjalan Selandia Baru pada Q2 tercatat $3,4 miliar, atau $702 juta lebih rendah dari kuartal sebelumnya. Perbaikan ini didorong oleh penyempitan defisit neraca pendapatan primer, meski ekspor barang dan jasa turun.
- Indeks kepercayaan konsumen Selandia Baru turun dari 91,2 menjadi 90,9 akibat masih tingginya biaya hidup (termasuk inflasi pangan).
- Volatilitas di pasar forex sangat rendah, mencerminkan ketegangan jelang keputusan Fed. Dolar sedikit rebound setelah jatuh ke titik terendah sepanjang masa (USDIDX: +0,1%). Mata uang terlemah saat ini adalah franc Swiss (USDCHF: +0,15%) serta dolar Australia dan Selandia Baru (AUDUSD, NZDUSD: -0,1%). Pound dan yen stagnan, EURUSD turun 0,05% ke 1,186.
- Logam mulia mengalami koreksi pertama dalam sepekan. Emas melemah 0,3% ke $3680 per ons, sementara perak turun 1,3% ke $41,94 per ons. Paladium juga melemah (-0,4%).
- Harga Brent dan WTI sedang jeda setelah reli 3 hari (OIL: -0,2%, OIL.WTI: -0,7% pasca rollover), sementara NATGAS diperdagangkan flat setelah lonjakan volatilitas kemarin.
Daily Summary: Silver Anjlok 9%, Wall Street Tertekan
Morning Wrap (12.02.2026)
Daily Summary: NFP Kuat Tunda Rate Cut The Fed
US Open: Payrolls Kuat, Rate Cut Tertunda?