-
Kontrak berjangka indeks AS melanjutkan pelemahan dari sesi sebelumnya, dengan US100, US500, dan US30 masing-masing turun sekitar 0.5%. Menjelang sesi reguler, US Bancorp dan 3M dijadwalkan merilis laporan keuangan. Setelah penutupan pasar, perhatian utama akan tertuju pada Netflix, yang sahamnya sudah turun lebih dari 6% secara year-to-date dan diperdagangkan hampir 30% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Interactive Brokers dan United Airlines juga akan merilis kinerja keuangan.
-
Sentimen di Eropa juga lemah, setelah kawasan tersebut mencatat sesi terburuk sejak pertengahan November pada perdagangan kemarin. Indeks DE40 Jerman telah terkoreksi lebih dari 700 poin dari level tertingginya dan turun hampir 0.7% menjelang pembukaan pasar Eropa. Fokus investor mulai bergeser ke agenda World Economic Forum di Davos, dengan pidato Donald Trump dijadwalkan berlangsung besok.
-
Dari sisi makroekonomi, perhatian pasar hari ini tertuju pada data pasar tenaga kerja Inggris, survei sentimen ZEW Jerman, serta data ketenagakerjaan swasta AS versi ADP. Selain itu, Mahkamah Agung AS juga berpotensi mengeluarkan putusan terkait tarif pada hari ini.
-
Harga emas menembus rekor tertinggi baru, sementara pasar menunjukkan rotasi klasik menuju aset safe haven. Perak sebelumnya menguat kuat seiring emas dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, meskipun hari ini turun lebih dari 0.7% meski emas masih naik sekitar 0.8%.
-
Obligasi pemerintah AS melemah, sejalan dengan aksi jual global di pasar obligasi. Investor terlihat semakin berhati-hati terhadap aset AS setelah perdagangan kembali dibuka pasca libur hari Senin. Sumber utama kecemasan pasar adalah kembali mencuatnya ancaman tarif dari Donald Trump, termasuk pernyataan terkait Greenland, yang menghidupkan kembali kekhawatiran eskalasi perang dagang dan menguji kepercayaan pasar setelah reli berbasis AI sebelumnya. Fitch Ratings memperingatkan bahwa isu Greenland meningkatkan risiko geopolitik di Eropa.
-
Pasar saham Asia juga berada di bawah tekanan, dengan indeks regional turun sekitar 0.4% dan nada pasar secara keseluruhan terlihat mendingin. Jepang menjadi sorotan khusus setelah yield obligasi pemerintah tenor 40 tahun melonjak ke level 4%, tertinggi sejak instrumen tersebut diperkenalkan pada 2007. Bank Sentral China (PBOC) mempertahankan suku bunga acuannya di level 3.5%.
-
Tekanan terbesar terjadi pada obligasi jangka panjang. Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun naik sekitar 4 basis poin ke 4.88%, menandakan penurunan harga obligasi. Indeks dolar AS turun ke level terendah dalam dua minggu, memperkuat sinyal memburuknya sentimen terhadap aset AS.
-
Di Jepang, tanda lain dari melemahnya permintaan obligasi pemerintah terlihat dari lelang obligasi tenor 20 tahun yang mencatat permintaan lebih rendah dibanding rata-rata 12 bulan terakhir. Aksi jual obligasi bersifat luas: harga obligasi juga turun di Australia dan Selandia Baru, sementara kontrak bund Jerman ikut melemah, menegaskan sifat global dari tekanan ini.
-
Di pasar energi, harga minyak bergerak sedikit lebih rendah, sementara kontrak gas alam AS Henry Hub (NATGAS) melanjutkan reli dan naik lebih dari 3% hari ini
Kalender Ekonomi: Davos dan Musim Laporan Keuangan Wall Street 🔎
Morning wrap (19.01.2026)
MIDDAY WRAP: Sentimen Campuran di Eropa, Indeks AS Melemah
Kalender Ekonomi: Penjualan Ritel & PPI AS Jadi Fokus Wall Street 🗽