Baca selengkapnya
13.46 · 23 Februari 2026

Morning Wrap (23.02.2026)

  • Mahkamah Agung AS membatalkan sistem tarif yang sebelumnya diberlakukan Trump berdasarkan IEEPA. Sebagai respons, Trump mengumumkan tarif global seragam sebesar 15%, lebih tinggi dari sinyal sebelumnya 10%.

  • Ketidakpastian terkait potensi pengembalian tarif yang telah dipungut menambah ambiguitas hukum dan kebijakan perdagangan. Pasar kembali menghadapi risiko ketidakpastian regulasi. Futures indeks AS melemah hingga 1,00% pada awal sesi.

  • Dolar AS menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terlemah, turun sekitar 0,3–0,4%, sementara EURUSD menguat 0,31%.

  • Kementerian Perdagangan China menyatakan sedang mengevaluasi penuh putusan Mahkamah Agung dan mendesak AS mencabut tarif sepihak. Beijing juga menegaskan kesiapan untuk membela kepentingan nasional jika tekanan berlanjut. Pernyataan tersebut muncul menjelang potensi pertemuan antara Trump dan Xi.

  • Emas naik 1,12% ke USD 5.130, level tertinggi dalam tiga minggu. Harga minyak turun sekitar 1,00% di tengah kekhawatiran permintaan akibat ketegangan tarif dan spekulasi lanjutan mengenai pembicaraan AS–Iran.

  • Bitcoin sempat turun hingga sekitar 5% dan menembus di bawah USD 65.000 sebelum stabil kembali di kisaran USD 65.500 setelah breakdown teknikal.

  • Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga Brent/WTI untuk Q4 2026 menjadi USD 60/56 karena penurunan persediaan di negara OECD. Namun, bank tersebut masih memperkirakan surplus pasokan pada 2026 jika tidak terjadi gangguan signifikan.

  • Proyeksi 2027 mengasumsikan harga lebih stabil dengan permintaan moderat dan pertumbuhan pasokan yang lebih lambat. Pelonggaran sanksi terhadap Iran atau Rusia menjadi risiko penurunan harga.

  • Iran dilaporkan menandatangani kesepakatan €500 juta dengan Rusia untuk pengiriman sistem pertahanan udara dan rudal, dengan jadwal pengiriman 2027–2029. 

  • Sementara itu, laporan media AS menyebut Trump mempertimbangkan opsi serangan udara terbatas terhadap target IRGC, fasilitas nuklir, dan sistem rudal. Eskalasi yang lebih luas tetap menjadi risiko jika langkah terbatas tidak menghasilkan hasil yang diharapkan.

  • Negosiator AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Jenewa, yang digambarkan sebagai peluang diplomatik terakhir sebelum kemungkinan tindakan militer.

6 Mei 2026, 16.08

Nasdaq Menguat Usai Harapan Damai AS-Iran

6 Mei 2026, 14.33

Kalender Ekonomi: Laporan ADP dan PMI Eropa Jadi Sorotan 🔎

6 Mei 2026, 13.52

Market Wrap: Sentimen Pasar Membaik Saat Ketegangan AS-Iran Mereda

5 Mei 2026, 21.02

Breaking: ISM Services AS Melemah Tipis

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.