- Nasdaq dan Russell 2000 memimpin pelemahan Wall Street.
- Pasar kecewa terhadap hasil pertemuan Trump-Xi di Beijing.
- Inflasi AS yang tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi.
- Nvidia, Intel, AMD, dan Micron mengalami tekanan jual.
- Pasar mulai mengalami profit taking setelah reli besar sektor teknologi.
- Nasdaq dan Russell 2000 memimpin pelemahan Wall Street.
- Pasar kecewa terhadap hasil pertemuan Trump-Xi di Beijing.
- Inflasi AS yang tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi.
- Nvidia, Intel, AMD, dan Micron mengalami tekanan jual.
- Pasar mulai mengalami profit taking setelah reli besar sektor teknologi.
Seluruh indeks utama saham AS bergerak melemah hari ini. Russell 2000 memimpin penurunan dengan koreksi sekitar 2,4%, sementara NASDAQ Composite turun 1,4% dan S&P 500 melemah sekitar 1,1%.
Mengapa Pasar Mengalami Aksi Jual?
1. Hasil Pertemuan Trump di Beijing Dinilai Kurang Meyakinkan
Pasar kecewa terhadap daftar kesepakatan yang diumumkan Presiden Donald Trump setelah kunjungannya ke Beijing. Kekecewaan terbesar datang dari tidak adanya kesepakatan terkait penjualan chip Nvidia ke China.
Trump menyebut pihak China memutuskan untuk tidak membeli teknologi AS dan memilih mengembangkan solusi domestik mereka sendiri.
Akibatnya, saham Nvidia dibuka turun 3,6%, penurunan terbesar sejak 30 April, dan kini melemah sekitar 4,4%.
Tekanan juga meluas ke sektor semikonduktor lainnya:
- Intel turun 7,4%
- Micron turun 6,8%
- AMD turun 5%
- ARM Holdings turun 7,8%
Pasar juga menilai isu penting sektor AI masih belum terselesaikan, termasuk perdagangan rare earth serta belum adanya perkembangan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
2. Kekhawatiran Inflasi AS Semakin Meningkat
Pasar juga dibebani kekhawatiran inflasi setelah beberapa data ekonomi AS dirilis di atas ekspektasi.
- Inflasi konsumen (CPI) mencapai level tertinggi sejak Mei 2023 di 3,8%
- Inflasi inti sektor jasa naik ke 3,4%
- Inflasi produsen (PPI) mencapai level tertinggi sejak Desember 2022 di 6%
- Inflasi impor naik 4,2%
- Inflasi ekspor melonjak 8,8%
Kondisi tersebut memicu beberapa dampak besar di pasar:
- Yield obligasi AS 10-tahun naik 18 basis poin dalam sepekan menjadi 4,57%, level tertinggi dalam satu tahun
- Pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed kembali menjadi skenario utama dengan probabilitas sekitar 60% sebelum akhir tahun
- Dolar AS menguat hampir 1,5% terhadap euro
Seluruh faktor tersebut dianggap negatif bagi pasar saham AS.
3. Aksi Profit Taking Setelah Reli Besar
-
Pasar juga mulai mengalami aksi taking profit setelah reli besar dalam beberapa minggu terakhir.
-
NASDAQ 100 telah melonjak hampir 30% sejak titik terendah akhir Maret.
-
Sementara itu, rasio P/E NASDAQ 100 baru-baru ini menembus level 38x, jauh di atas median historis sekitar 25x.
Analisis Teknikal
US100 (H4)
Sumber: xStation, 15/05/2026
Momentum kenaikan mulai melambat di sekitar level 29.700 poin setelah menghadapi area resistance kuat di dekat rekor tertinggi historis. Meskipun struktur EMA 50, 100, dan 200 masih menunjukkan tren bullish yang kuat, harga kini mulai mendekati area EMA 50 di sekitar 29.000 poin. Kenaikan yang terlalu cepat dalam beberapa pekan terakhir membuka peluang terjadinya koreksi teknikal sebelum indeks mencoba kembali menembus level psikologis 30.000 poin. Support statis terdekat berada di area Fibonacci 23,6%, yang juga bertepatan dengan puncak harga sebelumnya dan berpotensi menjadi area penghentian koreksi pertama.
Berita Perusahaan
-
NVIDIA (NVDA.US): Saham Nvidia tertekan akibat perbedaan besar antara ekspektasi awal dan hasil nyata dari kunjungan Trump ke Beijing. Sebelumnya, pasar berharap ada pembukaan akses penjualan chip H200 ke China. Namun laporan terbaru menyebut belum ada persetujuan resmi dari Beijing dan perusahaan teknologi China masih enggan melakukan pembelian besar. Kondisi ini memicu aksi profit taking menjelang laporan keuangan Nvidia pada 20 Mei mendatang.
-
Intel Corp. (INTC.US): Saham Intel anjlok lebih dari 6% hari ini ke sekitar $109. Sejak awal tahun, saham Intel sebenarnya telah melonjak tiga kali lipat berkat optimisme kontrak besar dengan Apple untuk produksi chip seri M melalui Intel Foundry. Namun valuasi yang sudah sangat tinggi mulai memicu kekhawatiran pasar terkait kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan margin.
Daily summary: Pasar Global Tertekan usai Kunjungan Trump ke China
Saham dan Logam Turun Saat KTT Trump-Xi Gagal Pecahkan Kebuntuan Iran 📉
Apa arti kunjungan Trump ke Beijing bagi pasar?
Kalender Ekonomi: Semua mata tertuju pada konsumen AS
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.