Baca selengkapnya
14.33 · 3 Februari 2026

Morning wrap: RBA Naikkan Suku Bunga (03.02.2026)

  • Pasar Asia mencatatkan kinerja yang beragam. Indeks utama China bergerak melemah tipis, sementara kontrak berjangka Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 1% menjelang penutupan sesi (dengan pasar tunai naik lebih dari 3%). Saham-saham Korea Selatan juga membukukan kenaikan yang solid.

  • Reli di Jepang didorong oleh sektor keuangan dan teknologi. Secara khusus, Mizuho Financial Group melonjak 5% setelah merilis laporan keuangan yang positif, menaikkan panduan kinerja, serta mengumumkan program pembelian kembali saham yang baru.

  • Kontrak berjangka Wall Street bergerak menguat pada perdagangan awal, dengan US100 naik 0.4% dan US500 bertambah 0.25%.

  • Saham Palantir melonjak 5% di perdagangan setelah penutupan pasar setelah mencatatkan kinerja yang sangat kuat. Pendapatan melonjak 70% secara tahunan menjadi USD 1.4 miliar, melampaui konsensus, sementara EPS sebesar USD 0.25 mengungguli ekspektasi pasar di USD 0.23.

  • Sebaliknya, saham Nvidia turun hampir 3% pada perdagangan setelah jam pasar. Sentimen tertekan oleh komentar CEO OpenAI yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut tengah mengeksplorasi arsitektur chip alternatif untuk pembangunan infrastruktur mereka.

  • Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan menjadi 3.85%. Langkah ini sebagian telah diantisipasi pasar dan mendorong AUDUSD melonjak lebih dari 1%, memulihkan pelemahan sebelumnya yang dipicu oleh kejatuhan harga logam mulia.

  • Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan bahwa perekonomian Australia tetap tangguh. Yang krusial, RBA juga menaikkan proyeksi suku bunga akhir tahun menjadi 4.2%, dengan alasan proyeksi inflasi yang masih tinggi.

  • Logam mulia mulai menemukan titik pijak. Harga perak melonjak lebih dari 8% hingga mencapai USD 85 per ons, sementara emas naik sekitar 5% dan diperdagangkan mendekati USD 4,900 per ons.

  • Goldman Sachs mencatat bahwa emas tetap didukung oleh permintaan struktural, berfungsi sebagai “strategic hedge” bagi investor institusional dan bank sentral.

  • Pasar energi masih berada dalam tekanan. Harga minyak Brent diperdagangkan di bawah USD 66 per barel, sementara WTI berada sedikit di bawah USD 62. Fokus pasar bergeser dari ketegangan Iran menuju kesepakatan dagang AS–India serta isu shutdown pemerintah AS.

  • Premi geopolitik berpotensi menghilang. Iran memberi sinyal kesiapan untuk melakukan perundingan nuklir dengan AS. Analis menilai bahwa jika negosiasi berlangsung tanpa hambatan, premi geopolitik sebesar USD 5–10 yang saat ini tercermin dalam harga minyak dapat terhapus.

  • Kesepakatan dagang bersejarah antara AS dan India akan memangkas tarif atas barang-barang India menjadi 18% dari sebelumnya 50% (yang mencakup tarif dasar 25% dan penalti 25% terkait impor minyak Rusia). Sebagai imbalannya, India akan menurunkan hambatan bagi produk-produk asal AS. Bursa saham India melonjak tajam menyusul kabar tersebut.

  • Dalam kesepakatan tersebut, India juga berkomitmen untuk menghentikan pembelian minyak mentah Rusia dan meningkatkan impor minyak dari Amerika Serikat.

  • Di dalam negeri, Donald Trump mendesak DPR AS untuk mempercepat pengesahan undang-undang anggaran guna mengakhiri partial shutdown pemerintahan.

  • Laporan non-farm payrolls AS yang semula dijadwalkan rilis Jumat ini diperkirakan akan mengalami penundaan.

 

AUDUSD menghapus seluruh pelemahan yang sebelumnya dipicu oleh aksi jual di pasar logam mulia. Source: xStation5

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

3 Februari 2026, 01.54

Daily Summary: Logam Mulia Tertekan, Pemerintah AS Kembali Shutdown 🔒

2 Februari 2026, 22.25

US Open: Amerika Menguat, Logam Mulia Tertekan!

2 Februari 2026, 21.26

US500 Rebound Usai Sell-off 📈 Analisis Musim Laporan Keuangan Wall Street 🗽

2 Februari 2026, 14.28

Kalender Ekonomi: Fokus PMI Manufaktur, Laporan Palantir di Latar Belakang 💡

Bergabunglah dengan lebih dari 2.000.000 investor XTB dari seluruh dunia
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.