Baca selengkapnya
21.05 · 17 Maret 2026

Saham migas tetap menguat di tengah pelemahan harga minyak

Futures minyak Brent (OIL) turun hari ini ke sekitar $101 per barel, menandakan meningkatnya harapan pasar akan de-eskalasi bertahap konflik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Frekuensi serangan dari kedua pihak tampaknya mulai menurun, yang dapat ditafsirkan pasar sebagai peluang potensial bagi gencatan senjata dari Teheran. Komentar dari sumber Israel menunjukkan bahwa Iran mungkin sudah terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang. Meskipun laporan ini tidak dapat diverifikasi secara independen, investor tampaknya menilai probabilitas Iran melanjutkan konflik setelah Israel dan AS menghentikan serangan mereka sebagai rendah.

  • Menurut estimasi dari Bloomberg, dibutuhkan sekitar dua bulan penutupan penuh Strait of Hormuz untuk menimbulkan gangguan ekonomi global yang serius. Pasar masih melihat alasan untuk percaya bahwa jalur tersebut dapat dibuka kembali lebih cepat.

  • Kawasan Persian Gulf menyumbang sekitar 20% pasar minyak dan gas global, dengan sekitar 20% dari pasokan tersebut mengalir ke ekonomi maju. Sebagian besar negara Asia yang sangat bergantung pada impor memiliki cadangan untuk beberapa bulan atau akses ke minyak dan gas Rusia. Eropa tampaknya menjadi wilayah yang paling rentan terhadap gangguan pasokan.

Chevron Corp (CVX.US):

Meskipun demikian, perusahaan-perusahaan terkait minyak bumi di AS tetap mencatatkan penguatan pada sesi perdagangan hari ini. Saham Chevron Corp (CVX.US) naik sekitar 1,4%, sementara Exxon Mobil Corp (XOM.US) menguat 1,6%.

 

Sumber: xStation5

Estimasi dari lembaga pemikir Institute for the Study of War menunjukkan penurunan kemampuan misil Iran. Menurut komentar dari militer AS, potensi angkatan laut, angkatan udara, serta sebagian besar basis industri Iran telah menurun secara signifikan setelah hampir 20.000 serangan terhadap berbagai target di seluruh negara oleh AS dan Israel. Hal ini dapat mengurangi keinginan Iran untuk melanjutkan konflik.

Sumber: ISW

30 April 2026, 12.55

Market Wrap: Wall Street Waspada, AI & The Fed Jadi Fokus

30 April 2026, 02.22

Divergensi Wall Street Usai The Fed Hawkish

30 April 2026, 00.01

Minyak Tembus $110, Risiko Perang Iran Makin Memanas 🔥

29 April 2026, 23.20

Harga Minyak Melejit, Risiko Geopolitik Dorong Volatilitas 🔥

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.