Pasar & Perusahaan
Indeks saham mulai memulihkan kerugian di tengah harapan bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz dapat kembali normal setelah tanker non-Iran pertama - milik Pakistan National Shipping Corp. - berhasil melewati jalur tersebut, meskipun tingkat ancaman masih tinggi.
-
Eropa memimpin rebound: Indeks DAX Jerman (DE40) memimpin pemulihan dengan kenaikan 1,1%, terutama didorong oleh lonjakan 6,6% saham Commerzbank setelah UniCredit dari Italia meluncurkan tawaran akuisisi baru. Bursa Amsterdam (NED25) dan London (UK100) masing-masing naik 1% dan 0,9%, sementara pasar negara berkembang seperti Polandia (W20) masih tertinggal dengan kenaikan sekitar 0,2%.
-
Fokus Sektor: Perusahaan energi besar tetap mendominasi karena harga minyak Brent masih bertahan di atas $100 per barel. Sektor perbankan dan real estat juga mencatat kenaikan, didukung oleh prospek kenaikan suku bunga di kawasan Eurozone.

Volatilitas saham dalam indeks Stoxx 600 meningkat. Sumber: Bloomberg Finance LP
Ekonomi & Geopolitik
-
Koalisi Hormuz: Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap sekutu North Atlantic Treaty Organization dan China untuk mengamankan Selat Hormuz. Trump memperingatkan bahwa masa depan NATO dapat dipertaruhkan jika negara anggota tetap pasif. Amerika Serikat berencana mengumumkan koalisi pengawalan multinasional untuk kapal tanker secepatnya minggu ini.
-
Sikap Iran: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz tetap “terbuka” dari sudut pandang Teheran, tetapi tertutup bagi Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya yang dianggap melakukan “agresi tidak adil.”
-
Pembicaraan Perdagangan: Negosiator China Li Chenggang menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan terbaru dengan Amerika Serikat berlangsung produktif, dengan fokus pada kemungkinan perpanjangan penangguhan tarif.
Risiko Iran Kembali Dorong Volatilitas
Indeks mencoba pulih berkat harapan negosiasi AS-Iran 📈
Oil Lonjak 6%, Risiko Hormuz Kembali Memanas
Oil Turun Tajam, Hormuz Dibuka Saat Gencatan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.