Baca selengkapnya
12.59 · 2 September 2025

Morning Wrap: Wall Street Turun, Emas Dekati Rekor Baru

  • Setelah libur perdagangan Wall Street kemarin, futures indeks AS melemah di tengah ketidakpastian baru dan kisruh hukum terkait tarif Trump (US100: -0,35%, US500: -0,3%, US30: -0,2%, US2000: -0,2%). Pesimisme juga terlihat menjelang pembukaan Eropa (EU50: -0,3%).
  • Menurut Menteri Keuangan AS Scott Bessent, tarif timbal balik kemungkinan akan dipertahankan oleh Mahkamah Agung, meski pengadilan banding federal menegaskan putusan sebelumnya bahwa tarif tersebut ilegal dan menyalahgunakan wewenang darurat presiden. Bessent menekankan bahwa fentanyl dan defisit perdagangan yang membengkak adalah ancaman nyata yang harus ditangani.
  • Sentimen Asia-Pasifik bervariasi. CHN.cash dan HK.cash menguat (+0,4% dan +0,1%), meski produsen semikonduktor Tiongkok terkoreksi tajam akibat aksi ambil untung (contoh: Hua Hong Semiconductor: -10%). JP225 dan AU200.cash melemah 0,25%. Sementara itu, Nifty 50 India naik 0,4% meski retorika Trump terkait perdagangan dengan India makin keras.
  • Ekspor Selandia Baru naik 9,9% YoY pada Juni 2025, sedangkan impor tumbuh 3,2% YoY. Namun secara kuartalan, ekspor turun untuk pertama kalinya sejak Desember 2024 (-3,7%).
  • Australia mencatat penurunan defisit transaksi berjalan Q2 yang lebih baik dari perkiraan (-13,7 miliar AUD vs ekspektasi -15,9 miliar, sebelumnya -14,7 miliar).
  • “Inflasi di Jepang perlahan meningkat menuju 2% dan kemungkinan akan konvergen dengan target BoJ,” ujar Gubernur BoJ Ryozo Himino. Menurutnya, skenario dasar mengasumsikan kenaikan suku bunga lebih lanjut seiring aktivitas ekonomi, dengan tarif tidak terlalu membebani, sehingga mendukung kebijakan moneter ketat.
  • Dolar AS rebound terhadap sebagian besar mata uang setelah pelemahan luas kemarin (USDIDX: +0,2%). Mata uang terlemah adalah yen Jepang (USDJPY: +0,5%), sementara dolar Kanada (USDCAD: +0,05%) dan euro (EURUSD: -0,14% ke 1,1694) menunjukkan ketahanan lebih baik.
  • Harga minyak Brent dan WTI naik sekitar 0,6%, melanjutkan kenaikan kemarin berkat dolar yang lebih lemah dan kekhawatiran pasokan dari Rusia. NATGAS masih melanjutkan koreksi turun hampir 1%.
  • Emas menambah 0,5% lagi, menguji rekor baru di $3.496/oz. Logam mulia lainnya juga naik: perak (+0,1%), platinum (+0,8%), dan paladium (+0,8%).
18 April 2026, 02.00

Daily Summary: Terobosan geopolitik memicu euforia pasar 🚀

17 April 2026, 20.34

US OPEN: US Futures Melonjak, Minyak Anjlok Usai Hormuz Dibuka

17 April 2026, 20.29

Oil Turun Tajam, Hormuz Dibuka Saat Gencatan

17 April 2026, 19.56

Oil Anjlok 11%, Hormuz Dibuka Kembali

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.