Setelah pembukaan sesi perdagangan Kamis di Wall Street, sentimen pasar tetap berhati-hati dan cenderung beragam. Investor masih berusaha menilai apakah penurunan 0,7% pada indeks US500 pada hari Rabu, yang mengakhiri reli sembilan sesi berturut-turut, hanyalah aksi ambil untung atau awal dari koreksi yang lebih dalam. Perdagangan hari ini terutama dipengaruhi oleh data pasar tenaga kerja yang lebih lemah, tekanan pada saham AI dan semikonduktor, serta risiko geopolitik yang masih tinggi.

Data Makro: Pasar Tenaga Kerja Mulai Menunjukkan Tanda Pelemahan
Laporan terbaru klaim pengangguran memberikan gambaran bahwa pasar tenaga kerja Amerika Serikat mulai mengalami perlambatan.
- Initial Jobless Claims naik 13 ribu menjadi 225 ribu, lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan menuju kisaran 212–213 ribu. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak awal Februari dan mengindikasikan pendinginan bertahap pada kondisi pasar tenaga kerja.
- Continuing Claims tercatat sebesar 1,777 juta, sedikit lebih rendah dibandingkan angka minggu sebelumnya.
Data ini dapat mendukung narasi bahwa pasar tenaga kerja mulai melunak, namun belum cukup lemah untuk mengubah ekspektasi Federal Reserve secara signifikan menuju pelonggaran kebijakan moneter yang agresif. Di sisi lain, harga minyak yang masih tinggi tetap menjadi sumber risiko inflasi bagi perekonomian AS.
Nasdaq 100: Rotasi Sektor Terjadi di Balik Pergerakan Indeks
Setelah pembukaan perdagangan, Nasdaq 100 menunjukkan pola pergerakan yang sangat selektif. Saham-saham megacap terbesar relatif stabil, sementara tekanan jual terkonsentrasi pada saham AI dan semikonduktor.
-
Broadcom menjadi kontributor negatif terbesar terhadap indeks dengan penurunan sebesar 14,37%.
-
Saham lain yang mengalami pelemahan signifikan antara lain:
- CrowdStrike: -9,97%
- Micron: -7,23%
- Marvell Technology: -5,88%
- AMD: -5,36%
- Lam Research: -3,99%
Di sisi lain, beberapa perusahaan teknologi terbesar masih bertahan di zona positif:
- Nvidia: +0,18%
- Apple: +0,40%
- Microsoft: +0,88%
- Alphabet: +1,13%
- Meta Platforms: +2,22%

Peta pasar berbasis kapitalisasi menunjukkan bahwa ini bukanlah aksi jual menyeluruh di sektor teknologi. Tekanan terutama terkonsentrasi pada saham AI dan semikonduktor yang sebelumnya menjadi favorit investor, sementara saham megacap terbesar masih membantu menjaga stabilitas indeks.
Saham dengan Kenaikan dan Penurunan Terbesar

Investor terlihat lebih memilih saham defensif atau perusahaan yang memiliki eksposur lebih rendah terhadap tema AI.
Beberapa saham dengan kenaikan terbesar antara lain:
- Vertex Pharmaceuticals +3.07%
- Thomson Reuters +2.93%
- Automatic Data Processing +2.59%
- Booking Holdings +2.47%
- Meta Platforms +2.22%
- MercadoLibre +2.22%
Di sisi negatif, saham teknologi mendominasi daftar penurunan, khususnya perusahaan semikonduktor dan AI. Sebagian besar perusahaan tersebut masih mencatatkan kinerja sangat kuat dalam 12 bulan terakhir, sehingga pergerakan hari ini lebih mencerminkan aksi ambil untung agresif dan penyesuaian ekspektasi dibandingkan pembalikan tren jangka panjang.
Saham yang Menjadi Sorotan
-
Broadcom menjadi katalis negatif utama pada sesi perdagangan ini. Meskipun perusahaan melaporkan pendapatan rekor, prospek penjualan chip AI dinilai terlalu konservatif dibandingkan ekspektasi pasar yang sangat tinggi.

-
Saham CrowdStrike turun hampir 10%. Walaupun perusahaan menaikkan proyeksi kinerja tahunan, investor tetap fokus pada meningkatnya biaya operasional yang terkait dengan investasi infrastruktur AI.
-
Micron, Marvell, AMD, and Lam Research. Keempat saham tersebut juga mengalami tekanan, mengindikasikan adanya koreksi yang lebih luas pada sektor AI dan semikonduktor setelah kenaikan signifikan yang terjadi sepanjang tahun ini.
-
Lululemon. Lululemon dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah penutupan pasar. Pasar opsi memperkirakan potensi pergerakan harga sekitar 9,4%, yang menunjukkan ekspektasi volatilitas yang tinggi.
-
Saham MicroStrategy dan Coinbase tetap berada di bawah tekanan seiring pelemahan Bitcoin menuju kisaran US$62.500 hingga US$64.000.
IPO SpaceX Menjadi Perhatian Investor
Pasar primer saat ini juga menyoroti laporan mengenai potensi penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX. Menurut sumber pasar, perusahaan milik Elon Musk tersebut diperkirakan akan menetapkan harga penawaran sebesar US$135 per saham. Transaksi tersebut berpotensi menghimpun dana antara US$74,4 miliar hingga US$75 miliar, yang mengimplikasikan valuasi perusahaan sekitar US$1,75 triliun hingga US$1,77 triliun. Jika terealisasi, IPO SpaceX akan menjadi salah satu penawaran saham terbesar dalam sejarah pasar modal global dan semakin memperkuat minat investor terhadap sektor teknologi serta industri luar angkasa.
US100 Dekati Rekor Tertinggi Meski Terjadi Aksi Taking Profit
Broadcom Cetak Laba Kuat Berkat Ledakan Permintaan AI
Marvell Melonjak Setelah Dukungan NVIDIA di COMPUTEX 2026
Daily Summary: Minyak Menguat, Saham Teknologi Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.