10.05 · 5 September 2026

Nasdaq, Emas, dan Inflasi AS Jadi Sorotan

Pekan ini menghadirkan kejutan besar bagi pasar melalui laporan tenaga kerja AS atau NFP. Penambahan tenaga kerja sebesar 162 ribu pekerjaan, jauh di atas perkiraan yang hanya 55 ribu, secara drastis mengubah ekspektasi pasar terhadap prospek suku bunga AS.

Perubahan tersebut memperkuat dolar AS dan langsung memberikan tekanan terhadap komoditas. Memasuki pekan baru, perhatian pasar kini beralih ke beberapa katalis utama berikutnya, yakni keputusan bank sentral, data inflasi, dan laporan keuangan perusahaan yang akan membentuk volatilitas dalam beberapa hari mendatang.

Dalam kondisi tersebut, beberapa pasar yang layak diperhatikan adalah US100 dan emas.

US100 (Nasdaq 100)

Indeks teknologi AS berhasil memulihkan sebagian kerugiannya dari pekan sebelumnya, meskipun pergerakan pasar cukup beragam setelah publikasi laporan NFP.

Data tersebut tetap menunjukkan bahwa perekonomian AS masih kuat. Namun, laporan keuangan perusahaan pada Kamis akan menjadi ujian penting berikutnya bagi optimisme pasar.

Publikasi hasil keuangan Oracle, dengan estimasi earnings per share sebesar US$1,75, dan Adobe akan menjadi fokus utama.

Khusus untuk Oracle, investor perlu mencermati nilai kontrak yang sudah diperoleh tetapi belum direalisasikan, serta proyeksi perusahaan untuk beberapa kuartal mendatang.

Oracle dapat menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur tren belanja perusahaan pada cloud computing dan artificial intelligence.

Pada Jumat, valuasi saham teknologi kemungkinan kembali dipengaruhi oleh publikasi inflasi CPI AS.

Jika inflasi kembali lebih tinggi dari ekspektasi setelah laporan tenaga kerja yang kuat, yield Treasury dapat kembali naik dan memberikan tekanan terhadap saham teknologi dengan valuasi tinggi.

Emas

Harga emas sebelumnya terlihat siap mencatat rebound yang cukup kuat pada pekan ini.

Namun, meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga di AS dapat kembali memberikan tekanan terhadap logam mulia dalam jangka pendek.

Selain data ekonomi AS, terutama inflasi, investor juga akan terus mencermati perkembangan di pasar obligasi AS.

Meskipun risiko kenaikan suku bunga meningkat, pasar masih menghadapi kekhawatiran fiskal yang semakin besar di AS.

Kondisi tersebut tercermin dari posisi kepemilikan emas dalam ETF yang tetap tinggi, meskipun posisi long pada kontrak futures di pasar AS dan China terus mengalami pengurangan.

Dengan demikian, emas saat ini menghadapi dua kekuatan yang saling bertolak belakang.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan harga dalam jangka pendek, sementara risiko fiskal dan ketidakpastian di pasar obligasi tetap memberikan alasan bagi investor untuk mempertahankan eksposur terhadap emas.

5 September 2026, 10.10

Daily Summary: NFP Kuat Tekan Pasar, Risiko Suku Bunga Naik

5 September 2026, 10.01

Lululemon Anjlok 20%, Michael Burry Justru Membeli

4 September 2026, 20.55

US OPEN: Wall Street Tertekan Usai NFP Kuat, Nasdaq Masih Bertahan

4 September 2026, 20.29

Emas Koreksi Usai NFP AS Menguat Drastis

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.