Baca selengkapnya
16.27 Β· 21 Juli 2025

NZDUSD Menguat Setelah Data Inflasi Melambat πŸ‡³πŸ‡Ώ πŸ“ˆ

NZDUSD menghapus hampir 100% dari kerugian awalnya, rebound dari rata-rata pergerakan eksponensial 100 periode (EMA100, ungu tua).

Penurunan awal adalah reaksi terhadap pembacaan CPI terbaru. Meskipun inflasi harga konsumen memang meningkat dibandingkan dengan Q1 (2.7% vs 2.5% sebelumnya), kenaikan tersebut berada di bawah ekspektasi pasar yang dipatok di 2.8%. Angka kuartalan juga keluar di bawah perkiraan (0.5% vs 0.6% sebelumnya).

Data terbaru ini memperkuat sentimen bahwa masih ada ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut di Selandia Baru. Pemangkasan suku bunga terakhir terjadi pada bulan Mei (dari 3.5% ke 3.25%), dan jeda di bulan Juni tampak lebih bersifat kehati-hatian - RBNZ sebelumnya mengantisipasi percepatan inflasi Q2, dengan tren pelemahan yang terus berlanjut akibat dampak disinflasi dari tarif.

Menariknya, kita tidak melihat ketahanan serupa dari dolar Selandia Baru terhadap euro (EURNZD: +0.25%). Sementara baik ECB maupun The Fed tidak diharapkan untuk memangkas suku bunga pada bulan Juli (setidaknya menurut pasar), bank sentral AS memiliki lebih banyak ruang untuk melonggarkan, sedangkan ECB hanya memiliki satu kali lagi potensi pemangkasan standar 25 basis poin yang tersisa. Penurunan di bawah 1.75% di Zona Euro akan sudah menjadi sinyal upaya untuk melawan tekanan deflasi nyata dan melindungi ekonomi Eropa dari perlambatan akibat perang dagang dengan AS.

NZDUSD diperdagangkan flat setelah rebound dari EMA 100 periode pada grafik harian. EURNZD (dibalik, berwarna biru) ditampilkan sebagai perbandingan. Sumber: xStation5

24 April 2026, 21.57

Nasdaq 100 capai rekor baru

24 April 2026, 13.14

Market Wrap: Optimisme Relatif Kembali ke Pasar

22 April 2026, 14.29

Kalender Ekonomi: Pidato bank sentral dan laba Tesla menjadi fokus

22 April 2026, 14.18

Market wrap πŸ—½Indeks di Wall Street terus naik seiring perpanjangan gencatan AS–Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.