
Volatilitas yang saat ini terlihat di pasar saham Eropa. Sumber: xStation
-
Sesi perdagangan hari Selasa di pasar Eropa berlangsung dalam suasana yang volatil, namun didominasi oleh ketidakpastian terkait gencatan senjata lima hari yang disepakati antara Amerika Serikat dan Iran terkait serangan terhadap target energi, meskipun Iran membantah adanya pembicaraan dan Israel tetap melanjutkan serangannya.
-
Dolar, minyak, dan emas tetap menjadi indikator utama volatilitas pasar di tengah gejolak geopolitik.
-
Jika melihat kondisi saat ini, sesi perdagangan berlangsung dalam suasana skeptisisme pasar. Minyak dan dolar AS mengungguli emas, yang dapat menunjukkan bahwa pasar masih melihat banyak risiko dalam beberapa hari ke depan.
-
Minyak (OIL dan OIL.WTI) naik lebih dari 1%, meskipun harga masih berada di bawah $98 per barel.
-
Di pasar saham, tidak terlihat tren yang jelas, meskipun momentum dalam beberapa menit terakhir cenderung lebih bearish. Indeks DAX 40 Jerman saat ini turun 0,8%, sementara CAC 40 Prancis turun 0,7% pada akhir sesi perdagangan pertama hari Selasa. Indeks W20 Polandia menunjukkan kinerja yang sangat lemah dengan penurunan sekitar 1,1%, menjadikannya yang terburuk di Eropa.
-
Ia menyebutkan perlambatan pertumbuhan Current Cloud Backlog (CCB), meningkatnya volatilitas laba akibat transformasi model bisnis, serta kebutuhan investasi yang lebih besar di tengah persaingan yang semakin ketat sebagai alasan penurunan proyeksi laba untuk periode 2026–2028.
🚩Nasdaq turun lagi saat harga Minyak dan Yield Treasury naik
Ledakan di kilang Texas - Apa arti kebakaran di Port Arthur bagi pasar?
Saham sektor energi tetap tangguh di tengah pelemahan harga minyak
Kalender Ekonomi - Data PMI jadi sorotan saat harga Minyak kembali naik