Data penjualan ritel bulan Maret di Inggris Raya mengejutkan pasar dengan hasil yang lebih tinggi dari perkiraan, menunjukkan pemulihan yang jelas setelah pelemahan pada bulan Februari. Volume penjualan ritel naik sebesar 0,7% secara bulanan (MoM), jauh di atas konsensus pasar yang memperkirakan tidak ada perubahan, setelah penurunan Februari direvisi menjadi -0,6%.

Secara kuartalan, penjualan meningkat hingga 1,6% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan kuartal keempat 2025. Hasil ini didorong terutama oleh sektor non-makanan - termasuk galeri seni, toko kosmetik, dan pengecer elektronik - yang melaporkan peluncuran produk baru. Pendorong utama pertumbuhan Maret adalah stasiun pengisian bahan bakar, di mana pengecer mencatat peningkatan pembelian bensin oleh pengemudi sebagai respons terhadap kenaikan harga yang terkait dengan konflik di Timur Tengah. Jika tidak termasuk bahan bakar, penjualan juga tetap tumbuh meskipun lebih moderat - naik 0,2% MoM - didukung oleh penjualan pakaian yang lebih kuat akibat cuaca yang membaik serta peluncuran produk baru di sektor telekomunikasi dan ritel online. Penjualan online naik 2,4% secara bulanan, dan pangsa terhadap total penjualan ritel meningkat dari 28,2% pada Februari menjadi 28,7% pada Maret. Namun, perlu dicatat bahwa volume penjualan masih 0,1% di bawah level pra-pandemi Februari 2020. Sumber: ONS
Data Detail:
-
Penjualan termasuk bahan bakar (MoM): 0,7% (perkiraan: 0,0%; sebelumnya: -0,4%; revisi: -0,6%)
-
Penjualan termasuk bahan bakar (YoY): 1,7% (perkiraan: 1,1%; sebelumnya: 2,5%; revisi: 1,8%)
-
Penjualan ritel tidak termasuk bahan bakar (MoM): 0,2% (perkiraan: 0,0%; sebelumnya: -0,4%; revisi: -0,6%)
-
Penjualan tidak termasuk bahan bakar (YoY): 1,7% (perkiraan: 2,0%; sebelumnya: 3,4%; revisi: 2,7%)
US Open: Inflasi AS 4,2%, Nasdaq Berusaha Stabil
BREAKING: Inflasi AS Tetap Tinggi, Harapan Pemangkasan Memudar
Inflasi AS Jadi Sorotan Investor
Rotasi Dana ke Healthcare dan Finansial Menguat
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.