18.36 · 10 Juni 2026

Inflasi AS Jadi Sorotan Investor

Pada pukul 20:30 WIB, data makroekonomi terpenting pekan ini akan dirilis, yaitu inflasi CPI Amerika Serikat untuk bulan Mei.

Setelah kejutan yang dipicu oleh laporan Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat lalu, investor kini berusaha mencari alasan yang dapat mendukung pandangan bahwa pengetatan kebijakan moneter tambahan mungkin tidak diperlukan.

Penurunan atau stabilisasi tekanan harga dapat menjadi faktor kunci. Namun, sejauh ini sangat sedikit indikator yang mendukung skenario tersebut.

Harga kontrak futures suku bunga AS saat ini mencerminkan ekspektasi adanya kenaikan suku bunga pada kuartal keempat tahun ini.

Penyesuaian ekspektasi yang lebih hawkish ini didukung oleh tanda-tanda stabilisasi pasar tenaga kerja, sinyal meningkatnya tekanan harga, serta memudarnya prospek tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran.

Gambar 1: Ekspektasi Pasar terhadap Suku Bunga FOMC (2026–2027)

Sumber: Bloomberg, 12.05.2026

Inflasi utama sebelumnya meningkat menjadi 3,8%, level tertinggi sejak Mei 2023.

Inflasi inti juga memberikan kejutan ke atas dengan pertumbuhan sebesar 2,8% secara tahunan dan 0,4% secara bulanan.

Kekhawatiran terbesar saat itu berasal dari meningkatnya momentum inflasi jasa inti yang mencapai 3,3%.

Komponen ini dianggap sebagai indikator yang sangat baik dalam mengukur tekanan harga yang bersifat lebih mengakar dalam perekonomian.

Hari ini, pasar akan memberikan perhatian khusus pada harga pangan yang sangat volatil, yang tercatat tumbuh 3,8% pada April, serta harga energi yang melonjak 17,9%.

Jika kedua komponen tersebut kembali menunjukkan kenaikan yang tinggi, hal itu dapat menyebabkan ekspektasi inflasi tetap berada di level yang tinggi.

Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan upah dan konsumsi di masa mendatang, menciptakan apa yang dikenal sebagai efek putaran kedua (second-round effects).

Gambar 2: Kontribusi Sektor terhadap Perubahan Inflasi Tahunan AS (2023–2026)

Sumber: XTB Research, 10.06.2026

Pada kenyataannya, konsumen merasakan tekanan inflasi berdasarkan harga riil yang mereka bayarkan sehari-hari, bukan berdasarkan inflasi inti. Harga bahan bakar dan pangan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap persepsi masyarakat mengenai inflasi. Kenaikan inflasi utama memang belum tentu menjadi alasan langsung bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, karena sebagian besar dianggap bersifat sementara. Namun, dampaknya terhadap ekspektasi inflasi sangat penting bagi para pembuat kebijakan. Jika masyarakat mulai memperkirakan inflasi yang lebih tinggi dalam jangka panjang, hal itu dapat mendorong kenaikan upah dan konsumsi yang pada akhirnya memperkuat tekanan harga dalam perekonomian.

Gambar 3: Inflasi CPI dan PCE Amerika Serikat (2000–2026)

Sumber: XTB Research, 10.06.2026

Menjelang rilis data, dolar AS bergerak melemah tipis terhadap euro. EURUSD menguat sekitar 0,1% pada hari ini dan sekitar 0,2% dibandingkan pembukaan perdagangan pada Senin. Selain spekulasi mengenai inflasi Mei, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan situasi di Timur Tengah serta keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) yang akan diumumkan besok. Pasar secara luas memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak tahun 2023.

 


 
10 Juni 2026, 21.51

US Open: Inflasi AS 4,2%, Nasdaq Berusaha Stabil

10 Juni 2026, 19.31

BREAKING: Inflasi AS Tetap Tinggi, Harapan Pemangkasan Memudar

10 Juni 2026, 14.45

Rotasi Dana ke Healthcare dan Finansial Menguat

10 Juni 2026, 13.20

Kalender Ekonomi: Pasar Waspadai CPI AS di Tengah Konflik AS-Iran

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.