- Wall Street melemah lebih dalam setelah kabar PHK besar pegawai federal akibat shutdown pemerintahan AS.
- Wall Street melemah lebih dalam setelah kabar PHK besar pegawai federal akibat shutdown pemerintahan AS.
Indeks saham AS memperpanjang penurunan setelah laporan bahwa Gedung Putih memulai PHK besar-besaran terhadap pegawai federal di tengah shutdown pemerintahan yang berkepanjangan. Direktur Anggaran Russ Vought mengonfirmasi bahwa “reductions in force” telah dimulai, menandai PHK massal pertama selama penutupan anggaran dalam sejarah modern. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk menekan Partai Demokrat di Kongres agar menyetujui rancangan pendanaan baru. Pasar merespons kabar tersebut dengan gelombang aksi jual baru. Saat publikasi, indeks utama bergerak melemah tajam, US100 turun 2,40%, US500 turun 1,80%, dan US2000 turun 2,10%. Pelemahan terjadi secara luas di hampir semua sektor, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap ketidakpastian politik dan dampak ekonomi dari shutdown yang belum berakhir.
Sementara itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menegaskan bahwa tekanan inflasi terkait tarif kemungkinan bersifat sementara, sambil menekankan pentingnya data CPI mendatang untuk arah kebijakan moneter berikutnya. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) juga mengonfirmasi bahwa laporan CPI akan dirilis dengan penundaan pada 24 Oktober, sementara data ekonomi lainnya tetap ditangguhkan hingga operasi pemerintahan kembali normal.

Daily Summary: AI Tertekan, Micron Jadi Sorotan, Emas dan Minyak Melemah
Super El Niño 2026: Saham & Komoditas yang Diuntungkan
Daily Summary: Saham Chip Anjlok, Nasdaq Tertekan di Tengah Keraguan AI
Market Wrap: AI Tertekan, Minyak Turun Usai Kemajuan AS-Iran
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.