Analis FIFA mengumumkan bahwa Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko diproyeksikan menjadi katalis bagi aktivitas ekonomi senilai lebih dari US$30 miliar. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa Amerika Serikat dan Meksiko akan menerima gelombang besar wisatawan internasional dengan daya beli tinggi. Namun pertanyaan pentingnya adalah: apakah skenario tersebut benar-benar akan terjadi? Pada tahun 2025, Amerika Serikat dikunjungi oleh sekitar 68,3 juta wisatawan, turun sekitar 6% dibandingkan tahun 2024 dan hampir 15% di bawah rekor yang tercapai pada tahun 2018. Bagi ekonomi AS secara keseluruhan, penurunan ini relatif tidak terlalu menyakitkan karena sektor pariwisata hanya menyumbang sekitar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Namun bagi sejumlah industri tertentu, kondisi sektor pariwisata merupakan faktor yang sangat menentukan.
Perwakilan industri perhotelan mulai menyuarakan kekhawatiran mengenai rendahnya tingkat reservasi. Berdasarkan laporan yang dikutip dari Forbes dan The Independent, sekitar 80% operator hotel mengeluhkan tingkat pemesanan yang jauh di bawah ekspektasi. Selain itu, hampir 70% responden menyatakan bahwa wisatawan menghadapi berbagai hambatan regulasi. Pelaku industri juga menuduh FIFA telah melebih-lebihkan jumlah pengunjung yang akan datang ke turnamen. Di Philadelphia saja, FIFA dilaporkan membatalkan reservasi sekitar 2.000 kamar hotel tanpa memberikan alasan yang jelas. Meskipun FIFA menyatakan bahwa penjualan tiket telah melampaui 5 juta lembar, organisasi tersebut juga mengakui bahwa rekor kehadiran 3,5 juta penonton yang tercipta pada Piala Dunia 1994 belum tentu akan terlampaui.
Analisis terhadap Piala Dunia sebelumnya menunjukkan bahwa kurang dari separuh penonton di stadion berasal dari luar negeri. Artinya, manfaat ekonomi global kemungkinan lebih kecil dibandingkan ekspektasi awal, sementara pelaku usaha lokal cenderung menjadi penerima manfaat utama. Selain itu, jumlah tiket yang biasanya terjual dalam turnamen Piala Dunia historis berada sedikit di atas 3 juta lembar. Karena itu, angka lebih dari 5 juta tiket yang disebutkan FIFA dapat menjadi kejutan besar, baik secara positif maupun negatif, terhadap jumlah pengunjung yang sebenarnya hadir.
Industri yang Berpotensi Terdampak
-
Maskapai Penerbangan: Amerika Utara secara geografis terpisah dari pusat basis penggemar sepak bola terbesar dunia yang berada di Eropa dan Amerika Latin. Karena itu, maskapai penerbangan berpotensi mendapatkan lonjakan permintaan yang signifikan selama turnamen berlangsung. Namun, tingginya harga bahan bakar jet dan tekanan biaya operasional dapat membatasi peningkatan profitabilitas sektor ini.
-
Perusahaan Rental Mobil: Karakteristik transportasi di Amerika Serikat yang sangat bergantung pada kendaraan pribadi menjadikan perusahaan rental mobil sebagai kandidat penerima manfaat lainnya. Meski demikian, tingginya tingkat utang perusahaan dan konsumen tetap menjadi tantangan utama.
-
Hotel: Meskipun secara teori hotel seharusnya mendapatkan keuntungan besar dari lonjakan wisatawan, banyak jaringan hotel global memiliki operasi yang tersebar di seluruh dunia. Akibatnya, dampak Piala Dunia di hanya 16 kota tuan rumah kemungkinan tidak cukup besar untuk memengaruhi kinerja perusahaan secara keseluruhan.
-
Perusahaan Taruhan Olahraga: Sektor taruhan olahraga menjadi salah satu industri yang berkembang paling cepat di Amerika Serikat setelah gelombang deregulasi dalam beberapa tahun terakhir. Konsentrasi pertandingan besar selama Piala Dunia berpotensi meningkatkan volume taruhan secara signifikan.
-
Perusahaan Pakaian Olahraga: Piala Dunia selama puluhan tahun menjadi momentum pemasaran terbesar bagi produsen pakaian olahraga. Sejumlah analis memperkirakan Nike dan Adidas dapat memperoleh tambahan pertumbuhan penjualan sekitar 4% per tahun berkat turnamen ini. Reuters juga melaporkan bahwa Adidas memperkirakan tambahan pesanan sekitar €250 juta yang terkait dengan Piala Dunia.
Data Historis Menunjukkan Dampak Terbatas pada Pasar Saham
Berdasarkan kinerja historis indeks S&P 500 dan indeks utama negara tuan rumah selama periode Piala Dunia, rata-rata imbal hasil selama turnamen berlangsung cenderung sedikit negatif. Selain itu, volatilitas pasar saham pada bulan Juni dan Juli biasanya relatif rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun Piala Dunia merupakan acara olahraga terbesar di dunia, dampaknya terhadap indeks saham utama secara historis relatif terbatas.
Airbnb Bisa Menjadi Wild Card Piala Dunia 2026
Salah satu perusahaan yang paling menarik dalam konteks Piala Dunia 2026 adalah Airbnb (ABNB.US). Airbnb telah menjalin kemitraan resmi dengan FIFA, sementara Deloitte memperkirakan adanya tambahan sekitar 380.000 tamu selama turnamen berlangsung. Perusahaan juga melaporkan peningkatan permintaan pencarian hingga 80% di kota-kota tuan rumah. Hal ini berpotensi menghasilkan keuntungan yang lebih besar dari ekspektasi pasar saat ini, terutama karena Airbnb sempat menghadapi tantangan profitabilitas dalam beberapa kuartal terakhir.
DraftKings Berpotensi Mendapat Momentum Besar
Perusahaan lain yang berpotensi menjadi penerima manfaat signifikan adalah DraftKings (DKNG.US). Sebagai salah satu pemimpin pasar taruhan olahraga di Amerika Serikat, DraftKings berada dalam posisi yang sangat strategis untuk memanfaatkan lonjakan aktivitas taruhan selama Piala Dunia. Sentimen terhadap saham perusahaan masih relatif berhati-hati karena valuasi yang dianggap tinggi. Namun dari sisi fundamental, kinerjanya menunjukkan perkembangan yang sangat kuat.
EPS kuartal pertama 2026 mencapai US$0,20, lebih dari lima kali lipat di atas proyeksi analis. Dengan pertumbuhan pendapatan dua digit, margin kotor sekitar 76%, dan momentum bisnis yang solid, investor mulai memiliki alasan lebih kuat untuk fokus pada potensi pertumbuhan perusahaan dibandingkan risiko yang ada.
ABNB.US (D1)
DKNG.US (D1)
Kesimpulan
Terlepas dari skala dan dampak ekonominya yang besar, pengaruh Piala Dunia 2026 terhadap pasar saham kemungkinan akan tetap terbatas secara agregat. Banyak perusahaan yang secara teori seharusnya diuntungkan oleh lonjakan wisatawan justru berpotensi mengecewakan ekspektasi pasar. Namun demikian, perusahaan dengan eksposur langsung terhadap akomodasi jangka pendek dan taruhan olahraga seperti Airbnb dan DraftKings dapat menjadi peluang investasi yang lebih menarik dibandingkan sektor-sektor tradisional seperti hotel, maskapai penerbangan, atau rental mobil. Bagi investor, pemahaman terhadap dinamika operasional masing-masing industri akan jauh lebih penting dibandingkan sekadar mengandalkan narasi besar mengenai dampak ekonomi Piala Dunia 2026.
Intel Melonjak Usai Nvidia dan Google Pertimbangkan Produksi Chip
US Open: Nasdaq Rebound, Saham AI dan Chip Kembali Menguat
CPI AS, ECB, dan IPO SpaceX Jadi Sorotan Pekan Depan
Daily summary: Nasdaq Anjlok 3%, Saham AI dan Chip Tertekan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.