21.08 - Data PMI AS (Agustus)
- PMI Manufaktur: 53,2 (Ekspektasi: 53,9; Sebelumnya: 53,9)
- PMI Jasa: 56,8 (Ekspektasi: 54; Sebelumnya: 54,6)
- PMI Komposit: 56 (Sebelumnya: 54,5)
Kejutan terbesar datang dari PMI jasa. Indeks ini bukan hanya naik ketika sebelumnya diperkirakan turun, tetapi juga mencapai level yang menunjukkan ekspansi ekonomi yang cukup kuat. Karena sektor jasa memiliki porsi yang jauh lebih besar dalam perekonomian AS dibanding manufaktur, data ini kemungkinan memiliki bobot yang lebih besar dalam menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan.
Namun, indeks sektor manufaktur justru menjadi kekecewaan yang cukup signifikan. Alih-alih melanjutkan akselerasi, PMI manufaktur turun cukup jelas di bawah ekspektasi sekitar 53,9.
Kesimpulan yang mungkin ditarik dari data ini adalah bahwa biaya energi dan gangguan logistik masih terus membebani sektor manufaktur. Di sisi lain, konsumen, terutama kelompok berpendapatan tinggi, menopang sektor jasa jauh lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. Secara keseluruhan, hasil ini lebih mengarahkan The Fed pada skenario kenaikan atau mempertahankan suku bunga dibanding kemungkinan pemangkasan.
US Open: Wall Street Naik, Russell dan Dow Pimpin Penguatan
Harga Perak Tembus US$70, Reli 20% Bisa Berlanjut?
Yield Obligasi AS Capai 19 Tahun Tertinggi
Market Wrap: Wall Street Tertekan, Yield AS Naik dan Saham AI Jadi Sorotan
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.