Pasar mengabaikan notulen FOMC yang hawkish; AMD memimpin reli chip AI.
Musim laporan keuangan Q3 jadi risiko utama bagi pasar saham.
HSBC ambil langkah berani di sektor perbankan Hong Kong.
Tembaga bersiap menggantikan emas sebagai fokus investor.
Ketegangan geopolitik mereda, mendukung sentimen positif global.
Pasar mengabaikan notulen FOMC yang hawkish; AMD memimpin reli chip AI.
Musim laporan keuangan Q3 jadi risiko utama bagi pasar saham.
HSBC ambil langkah berani di sektor perbankan Hong Kong.
Tembaga bersiap menggantikan emas sebagai fokus investor.
Ketegangan geopolitik mereda, mendukung sentimen positif global.
Sentimen risiko tetap tinggi. Saham-saham AS menutup perdagangan Rabu di level tertinggi sepanjang masa, ketika investor terus mengabaikan kekhawatiran adanya gelembung pada perdagangan AI. Reli harga emas juga membantu mendorong indeks FTSE 100 ke rekor baru, dipimpin oleh saham-saham pertambangan. Futures saham AS dan Inggris menunjukkan potensi kenaikan lanjutan pagi ini, dengan sentimen pasar tetap optimistis. Harga emas bertahan di atas $4.000 per ons, tetapi mulai mundur dari rekor tertinggi sebelumnya karena reli panas logam mulia mulai melambat.
Pasar Abaikan Nada Hawkish FOMC, AMD Kalahkan Nvidia dalam Reli Chip AI
Pasar keuangan tampaknya menepis nada hawkish dari notulen FOMC, dan jika ada kekhawatiran mengenai valuasi tinggi saham AI, hal itu tidak terlihat pada Rabu kemarin. Koreksi pada saham teknologi justru dimanfaatkan untuk aksi beli, dan Nasdaq mencatat hari terbaiknya dalam tujuh minggu, naik lebih dari 1%. Performa terbaik datang dari AMD, yang baru saja menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan OpenAI untuk menyediakan infrastruktur AI bagi model inferensi mereka. Lonjakan permintaan daya komputasi mendorong fase reli pasar saham saat ini, dengan AMD memimpin di depan. Sahamnya naik 11% pada Rabu dan sudah melonjak hampir 40% hanya dalam lima hari. Setelah sempat tertinggal dari Nvidia selama beberapa tahun, AMD kini berhasil mengejar. Saham Nvidia sendiri datar minggu ini, menandakan adanya rotasi sektor dari Nvidia menuju AMD.
Musim Laporan Keuangan Q3 Jadi Risiko Terbesar Pasar
Saham-saham Asia melanjutkan kenaikan, terutama sektor teknologi China yang mulai menguat. Indeks saham Asia sejauh ini mengungguli AS dan Eropa sepanjang tahun, menunjukkan reli global masih solid. Namun, tantangan mulai muncul Serangkaian rekor baru di bursa dunia dan valuasi tinggi, terutama pada saham yang terkait AI, membuat investor kini berfokus pada musim laporan keuangan kuartal III (Q3). Sebagian besar perusahaan AS akan melaporkan kinerjanya antara sekarang hingga akhir Oktober.
Musim laporan keuangan akan dimulai pekan depan, namun hari ini Delta Airlines dan PepsiCo dijadwalkan merilis laporan kuartal ketiga mereka. Hasil keduanya akan memberi gambaran tentang kekuatan permintaan domestik AS. Hasil yang lemah dapat menimbulkan kekhawatiran di pasar risiko, sedangkan hasil yang kuat bisa memperpanjang euforia reli saham global.
HSBC Bertaruh Besar pada Kebangkitan Perbankan Hong Kong
Indeks FTSE 100 Inggris menjadi sorotan karena HSBC berpotensi tertekan. Saham bank ini turun lebih dari 4% di Hong Kong setelah mengumumkan rencana untuk mengambil alih Hang Seng Bank secara penuh, dalam upaya meningkatkan eksposur terhadap sektor perbankan Hong Kong setelah bertahun-tahun mengalami perlambatan ekonomi. Langkah ini dinilai berisiko tinggi dan bisa menekan harga saham HSBC selama sesi perdagangan di London. Keputusan tersebut juga membebani indeks Hang Seng, yang tertinggal dari indeks Asia lainnya pada Kamis ini.
Saatnya Tembaga Bersinar
Dengan emas mulai menurun, perhatian investor kini beralih ke tembaga, yang mendekati rekor tertingginya di $11.104 per ton dari Juni 2024. Selama ini, emas mendominasi perhatian pasar logam, namun kini tembaga mulai menarik perhatian sebagai kandidat reli berikutnya. Sementara perak telah melonjak sekitar 70% tahun ini, sebagian karena perannya dalam produksi chip semikonduktor AI, tembaga juga memiliki peran penting sebagai konduktor listrik yang krusial untuk pembangkit daya pusat data global. Seiring perdagangan AI memasuki fase baru, konsensus pasar menunjukkan tembaga berpotensi menjadi logam berikutnya yang mencapai rekor harga baru.
Ketegangan Geopolitik Mereda
Faktor geopolitik turut mendukung reli pasar. Kesepakatan pembebasan sandera antara Israel dan Hamas, serta kabar bahwa Presiden Macron kemungkinan akan menunjuk perdana menteri baru dalam waktu dekat, membantu memperbaiki sentimen investor pada Kamis. Harga minyak tetap stabil karena konflik tersebut tidak menimbulkan dampak besar pada pasar global, meski aset lokal seperti Shekel Israel dan pasar saham Israel berpotensi menguat.
Imbal hasil obligasi Prancis turun, mempersempit selisih dengan Jerman seiring berkurangnya risiko politik. Namun, tantangan masih ada — terutama soal bagaimana pemerintah Prancis akan mengamankan dukungan politik untuk meloloskan anggaran sebelum akhir tahun, yang bisa membatasi antusiasme terhadap obligasi Prancis dalam jangka pendek.
Morning Wrap (27.022026)
Daily Summary: Semikonduktor dan Dolar Tekan Wall Street
Saham PayPal Turun 5% 📉
Morning Wrap (26.02.2026)