23.10 · 21 Agustus 2026

Ross Stores Naik, tapi Ada Sinyal Konsumen AS Mulai Tertekan

Salah satu perusahaan AS yang melaporkan kinerja hari ini dan mungkin tidak terlalu menarik perhatian, tetapi tetap cukup penting untuk diperhatikan, adalah Ross Stores.

Ross Stores mengoperasikan beberapa jaringan ritel diskon, yaitu toko yang menyasar konsumen dengan daya beli lebih terbatas. Ross Stores menyebut kelompok pelanggan utama yang ditargetkannya sebagai "middle income". Namun, jika melihat kondisi sektor ritel AS saat ini, kelompok dengan pendapatan tahunan US$80.000 hingga US$90.000 yang mendominasi pelanggan Ross Stores cukup sulit digambarkan sebagai kelompok "middle income" dalam kondisi sekarang.

Laporan Keuangan

Angka utama dalam laporan keuangan Ross Stores terlihat positif, meskipun terdapat beberapa faktor yang secara signifikan mendistorsi hasil tersebut.

  • Pendapatan meningkat menjadi US$6,3 miliar, sedikit di atas konsensus pasar sekitar US$6,15 miliar.
  • Comparable sales atau penjualan toko sebanding meningkat 10%. Laporan perusahaan menunjukkan pertumbuhan tersebut berasal dari kombinasi meningkatnya aktivitas pelanggan lama dan masuknya pelanggan baru.
  • EPS (GAAP) tercatat sebesar US$2,66 dibanding konsensus US$1,94. Namun, perlu diperhatikan bahwa US$0,60 dari angka tersebut berasal dari pengembalian bea masuk. Setelah faktor ini disesuaikan, EPS sebenarnya melampaui konsensus sebesar 6%, bukan 37%.
  • Meski terdampak signifikan oleh tarif, margin operasional secara organik meningkat 205 basis poin. Dengan demikian, Ross Stores menunjukkan peningkatan efisiensi operasional yang nyata dan bukan sekadar perbaikan di atas kertas.

Investor memberikan respons paling positif terhadap revisi naik yang jelas pada proyeksi pertumbuhan untuk beberapa kuartal mendatang. Perubahan outlook tersebut mencerminkan peningkatan traffic pelanggan yang cukup signifikan di jaringan toko perusahaan.

Grafik Harga Saham Ross Stores (D1)

 

Dalam konteks reli saham Ross Stores dan potensi positioning investor menghadapi "resesi", perusahaan ritel dengan tingkat pertumbuhan yang "hanya" cukup solid tetapi diperdagangkan pada rasio P/E sekitar 33 menunjukkan bahwa premi yang cukup besar terkait potensi pelemahan konsumen kemungkinan sudah tercermin dalam harga saham. Sumber: xStation5

Implikasi Makroekonomi

Hal yang lebih menarik dibanding hasil Ross Stores itu sendiri adalah sinyal makroekonomi yang terlihat dari laporan kuartal terbaru sejumlah perusahaan ritel dan consumer AS. Ada dua tren penting yang mulai terlihat dan keduanya sangat mencerminkan kondisi perekonomian AS secara lebih luas.

Peritel yang berorientasi pada konsumen dengan anggaran terbatas, seperti Ross dan Target, mencatat laporan keuangan yang relatif baik. Brand dengan segmen harga menengah hingga menengah atas seperti Estée Lauder juga menunjukkan kinerja positif. Sementara itu, perusahaan yang sebelumnya menjadi pemimpin pasar seperti Walmart dan Costco justru mengalami penurunan saham yang tajam setelah laporan keuangan. Mengapa?

Pada Juli, penjualan ritel AS turun 0,6% secara bulanan, menjadi penurunan pertama dalam sembilan bulan. Namun, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, penjualan masih meningkat 5%. Data sebelumnya juga menunjukkan konsumsi riil masih tumbuh, tetapi tingkat tabungan turun menjadi 2,7%. Artinya, permintaan konsumen AS masih cukup resilien, tetapi bantalan finansial rumah tangga semakin menipis.

 
 
 

Dalam situasi seperti ini, perusahaan yang mampu menawarkan rasio harga dan kualitas terbaik kepada rumah tangga cenderung mendapatkan keuntungan. Hal serupa juga berlaku bagi brand "aspirational" yang berfokus pada konsumen yang sejauh ini belum mengalami tekanan finansial.

Seperti yang tercermin dari laporan keuangan sektor ritel, berbagai indikator menunjukkan bahwa pertumbuhan konsumsi mulai memiliki kualitas yang lebih rendah dan semakin rapuh. Tekanan biaya akibat mahalnya harga bensin, yang berdampak pada konsumen sekaligus distributor dan produsen, berpotensi semakin memperkuat tren tersebut.

21 Agustus 2026, 21.07

US Open: Wall Street Naik, Russell dan Dow Pimpin Penguatan

21 Agustus 2026, 13.59

Yield Obligasi AS Capai 19 Tahun Tertinggi

21 Agustus 2026, 00.41

Daily summary: Walmart Jatuh, Minyak Makin Mahal

20 Agustus 2026, 21.45

US Open: Yield Naik, Pasar Mulai Menghukum Valuasi Mahal

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.