04.25 · 30 Oktober 2026

Saham Amazon Anjlok 6%, AWS Justru Tumbuh 39%!

Laporan Keuangan Amazon dalam Angka

  • Laba operasional mencapai US$28,1 miliar, jauh melampaui batas atas panduan perusahaan sebesar US$22,5–26,5 miliar.

  • Margin operasional sebesar 13,9% meningkat ke level tertinggi sepanjang sejarah Amazon.

  • Pendapatan segmen utama AWS tumbuh 39% menjadi US$46 miliar, mencatat laju pertumbuhan tercepat dalam hampir lima tahun, dengan margin operasional segmen sebesar 38,7%.

  • Pendapatan sebesar US$201,9 miliar dan EPS US$1,89 tercatat sedikit di bawah konsensus pasar.

  • Arus kas bebas (free cash flow/FCF) selama 12 bulan terakhir turun menjadi negatif US$42,4 miliar.

Saham Amazon turun sekitar 6% dalam perdagangan after-hours, setelah sebelumnya melemah lebih dari 4% selama sesi perdagangan reguler.

Indikator utama yang biasanya pertama kali diperhatikan investor, yaitu pendapatan dan laba per saham (EPS), ternyata mengecewakan. EPS khususnya mencatat selisih negatif yang cukup besar, yakni sekitar US$0,08 di bawah ekspektasi. Meski demikian, sejumlah komponen utama laporan keuangan menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pendapatan bisnis penting Amazon Web Services (AWS) melonjak 39% menjadi US$46 miliar, sementara laba operasional mencapai US$28,1 miliar, melampaui batas atas panduan perusahaan.

 

Actual

Consensus

Revenue

$201.9bn

 c. $202.2bn

EPS

$1.89

c. $1.97

AWS revenue

$46.0bn

c. $45.4bn

AWS operating margin

38,7%

c. 37.3%

North America revenue

$112.9bn

c. $113.8bn

North America operating margin

7,7%

c. 6.8%

Investasi Anthropic Memengaruhi Gambaran Laba

Laba bersih Amazon tercatat sebesar US$20,7 miliar, menunjukkan penurunan secara nominal dibandingkan US$21,2 miliar pada tahun sebelumnya. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada Q3 2025, Amazon mencatat keuntungan sebesar US$9,5 miliar dari investasinya di Anthropic, yang secara signifikan meningkatkan angka pembanding tahun sebelumnya. Pada Q3 2026, komponen nonoperasional justru menghasilkan kerugian US$1,2 miliar, sementara beban bunga meningkat menjadi US$1,7 miliar.

Laba operasional memberikan gambaran yang jauh lebih kuat, meningkat menjadi US$28,1 miliar dari US$17,4 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang perlu diperhitungkan, yaitu penyelesaian perkara dengan Federal Trade Commission (FTC) sekitar US$2,5 miliar dan biaya pesangon sekitar US$1,8 miliar, yang membebani angka tahun sebelumnya. Setelah mengecualikan komponen tersebut, pertumbuhan laba operasional berada di sekitar 29%, bukan 61%. Meski demikian, pencapaian ini tetap mencerminkan kinerja yang sangat kuat.

Prospek Positif dari Bisnis Cloud

Peran AWS dalam bisnis Amazon secara keseluruhan terus meningkat, bahkan dengan kecepatan yang melampaui ekspektasi. Layanan cloud menyumbang 23% dari total pendapatan Amazon pada Q3 2026, yakni US$46 miliar atau tumbuh 39% YoY, serta menyumbang 63% dari total laba operasional grup.

Meskipun margin AWS sedikit menurun dibandingkan kuartal sebelumnya, dari 39,4% menjadi 38,7%, angka tersebut tetap jauh melampaui ekspektasi pasar sekitar 37,3%. Hasil ini memberikan sinyal penting sekaligus menjadi salah satu alasan terkuat untuk tetap optimistis terhadap prospek perusahaan.

CEO Amazon Andy Jassy memberikan sinyal bahwa pertumbuhan pendapatan AWS akan mempertahankan momentum kuat meskipun basis perbandingannya semakin tinggi. Ia memproyeksikan pertumbuhan tahunan lebih dari 40% pada 2027 dan 2028. AWS juga berhasil memperoleh kontrak baru dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk Meta, NVIDIA, OpenAI, Salesforce, Oracle, dan Qualcomm. Volume penggunaan token pada layanan Amazon Bedrock melonjak hampir 17 kali lipat secara tahunan, sementara pengeluaran pelanggan Fortune 500 untuk layanan tersebut meningkat hampir 7 kali lipat.

Pergeseran Jadwal Prime Day Menekan Penjualan, Seberapa Besar Dampaknya?

Pemindahan jadwal Prime Day dari Q3 ke Q2 sebelumnya diperkirakan akan mengurangi pertumbuhan penjualan kuartal III tahun ini sekitar 4 poin persentase. Akibatnya, penjualan Amerika Utara hanya tumbuh 6% menjadi US$112,9 miliar, sementara penjualan toko online meningkat hanya 2% menjadi US$68,5 miliar, dibandingkan ekspektasi pasar sekitar US$69,6 miliar.

Pendapatan iklan Amazon mencapai US$19,6 miliar, mencerminkan pertumbuhan 11%, atau 12% setelah menghilangkan pengaruh perubahan nilai tukar. Angka tersebut menunjukkan perlambatan dari pertumbuhan 26% pada kuartal II dan berada di bawah konsensus pasar. Amazon kembali menyebut pergeseran jadwal Prime Day ke Q2 sebagai salah satu penyebabnya.

Di sisi lain, profitabilitas bisnis ritel menunjukkan hasil yang lebih kuat. Margin operasional Amerika Utara mencapai 7,7%, melampaui estimasi konsensus sebesar 6,8%. Laba operasional segmen tersebut tercatat US$8,7 miliar, dibandingkan US$4,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Menjelang rilis laporan keuangan, kekhawatiran investor terutama berpusat pada margin bisnis ritel, sehingga hasil ini menjadi kejutan positif.

Panduan Kinerja Kuartal IV

Amazon memperkirakan pendapatan kuartal IV berada pada kisaran US$240–247 miliar, mencerminkan pertumbuhan 12–16% secara tahunan (YoY). Sementara itu, laba operasional diproyeksikan mencapai US$28,5–33,5 miliar, dibandingkan US$25 miliar pada tahun sebelumnya. Titik tengah kisaran panduan pendapatan, yaitu US$243,5 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan konsensus pasar sekitar US$244,5 miliar. Namun, panduan laba tetap solid, dengan batas bawah proyeksi yang bahkan melampaui kinerja Q3.

Biaya Ekspansi yang Semakin Besar

Tekanan penurunan harga saham Amazon tampaknya berasal dari kekhawatiran terhadap besarnya biaya ekspansi. Pada kuartal III, Amazon mengeluarkan belanja bersih sekitar US$76 miliar untuk properti, pabrik, dan peralatan, lebih dari dua kali lipat dibandingkan sekitar US$34 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun arus kas operasional selama 12 bulan terakhir meningkat 29% menjadi US$168,3 miliar, belanja modal tumbuh jauh lebih cepat. Kondisi ini menyebabkan arus kas bebas (FCF) selama 12 bulan terakhir turun menjadi negatif US$42,4 miliar, dibandingkan positif US$14,8 miliar setahun sebelumnya. Pada Q3 saja, FCF tercatat sekitar negatif US$33 miliar.

Utang jangka panjang Amazon meningkat dari US$65,6 miliar pada akhir 2025 menjadi US$173,1 miliar pada akhir Q3 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar US$48,1 miliar berasal dari penerbitan utang pada kuartal III saja.

Amazon tetap mempertahankan panduan belanja modal sepanjang 2026 sekitar US$220 miliar. Namun, asumsi tersebut terlihat relatif konservatif mengingat perusahaan telah menghabiskan US$172 miliar dalam sembilan bulan pertama. Artinya, Amazon harus mengalami perlambatan investasi yang signifikan pada Q4, dari US$76 miliar menjadi US$48 miliar, atau berpotensi melampaui panduan belanja modal awal.

Opini

Pasar sebenarnya telah mengetahui selama berbulan-bulan bahwa Amazon mengeluarkan belanja modal lebih besar daripada kas yang dihasilkannya. Namun, besarnya skala pengeluaran tetap mengejutkan investor, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap saham Amazon dalam kondisi pasar saat ini. Terlebih lagi, arus kas bebas Q3 merosot sekitar US$35 miliar secara tahunan (YoY). Perusahaan juga belum memberikan indikasi mengenai kapan tren tersebut akan berbalik. Selain itu, terdapat tanda-tanda bahwa Amazon berpotensi melampaui panduan CapEx awal untuk 2026, sementara pendapatan, pendapatan iklan, dan EPS sedikit meleset dari ekspektasi.

Menurut pandangan kami, besarnya aksi jual saham Amazon sudah berlebihan. Kinerja operasional AWS yang mengesankan, dengan laba US$17,8 miliar dan margin 38,7%, serta panduan yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan tinggi secara berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang, memberikan dasar kuat untuk optimisme terhadap kemampuan Amazon mengonversi belanja modal AI yang sangat besar menjadi pertumbuhan laba.

29 Oktober 2026, 21.35

Saham ServiceNow Anjlok 25%, Apa Penyebabnya?

29 Oktober 2026, 03.14

Daily Summary: Fed Dovish, Oracle Meroket 11%!

29 Oktober 2026, 03.00

Azure Melonjak 48%, Saham Microsoft Naik!

28 Oktober 2026, 22.14

Microsoft vs Google: Saham AI Terancam?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.