Apple (AAPL.US), perusahaan terbesar ketiga di Amerika Serikat, hari ini melaporkan hasil keuangan kuartal keempat 2025. Saham Apple menguat moderat setelah rilis laporan tersebut, naik hampir 2%. Baik pendapatan maupun laba per saham (EPS) melampaui ekspektasi Wall Street. Kejutan terbesar datang dari kekuatan penjualan iPhone di China dan, secara lebih luas, pertumbuhan pendapatan iPhone yang sangat kuat secara keseluruhan. Perlu dicatat bahwa penjualan Apple di China cenderung lemah selama tiga tahun terakhir, sehingga rebound kali ini menjadi kejutan besar bagi para analis. Di luar laporan Apple, Visa (V.US) juga merilis kinerja keuangannya, dengan saham turun sekitar 1,5%, sementara produsen media penyimpanan dan data SanDisk (SNDK.US) melonjak hampir 14%.
Hasil Kinerja Apple Q4 2025
-
EPS: $2,84 (+18% YoY, rekor EPS tertinggi sepanjang masa); laba bersih $42,1 miliar
-
Pendapatan produk (total): $113,74 miliar vs estimasi $107,69 miliar (+16% YoY)
-
Pendapatan iPhone: $85,27 miliar vs estimasi $78,31 miliar (+23% YoY)
-
Pendapatan Services: $30,01 miliar vs estimasi $30,02 miliar (+14% YoY)
-
Pendapatan iPad: $8,60 miliar vs estimasi $8,18 miliar
-
Pendapatan Mac: $8,39 miliar vs estimasi $9,13 miliar
-
Pendapatan Wearables, Home & Accessories: $11,49 miliar vs estimasi $12,13 miliar
-
Pendapatan Amerika: $58,53 miliar vs estimasi $59,06 miliar
-
Pendapatan Greater China: $25,53 miliar vs estimasi $21,82 miliar (+38% YoY)
-
Beban operasional: $18,38 miliar vs estimasi $18,18 miliar
-
Arus kas operasional: sekitar $54 miliar
-
Basis perangkat terpasang: lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif
- Dividen: $0,26 per saham
Outlook
Apple memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar 13–16% YoY pada kuartal berjalan (Q1 2026).
Saham Apple (D1)
Saham Apple diperdagangkan di sekitar $262 pada sesi after-hours. Dalam komentarnya, perusahaan menyatakan kepuasan terhadap rekor penjualan iPhone—dengan permintaan yang digambarkan sebagai yang terkuat dalam sejarah Apple di seluruh pasar operasinya—serta kinerja Services yang tetap solid.

Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.
Sumber: xStation5
Pendapatan iPhone dan Services secara gabungan melampaui $115 miliar pada Q4.

Sumber: Apple, Datawrapper
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh OJK.
Morning wrap: Tech Sell-Off Guncang Pasar 📉
US OPEN: Pasar Tertekan Musim Laba Teknologi Lesu
Amazon Anjlok 10%: Investor Khawatir Biaya Dominasi AI
Stock of the week: Alphabet di Era AI