13.26 · 12 Juni 2026

Saham Maskapai dan Boeing Terbang Usai Meredanya Konflik Iran

Inti pembahasan
Inti pembahasan
  • Harga minyak turun lebih dari 4% setelah Trump mengisyaratkan penyelesaian konflik Iran.
  • Saham maskapai AS melonjak, dipimpin American Airlines dan Delta Air Lines.
  • Delta unggul berkat model bisnis premium dan profitabilitas yang lebih kuat.
  • Boeing berpotensi mendapat manfaat dari pesanan baru dari Iran dan China.
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz dapat mengurangi tekanan biaya bahan bakar bagi industri penerbangan.

Sektor penerbangan AS baru saja mengalami salah satu sesi perdagangan terbaiknya sepanjang 2026 setelah Presiden Trump mengumumkan pada 11 Juni bahwa perang dengan Iran telah "diselesaikan" dan dokumen final bisa ditandatangani akhir pekan ini. Harga minyak langsung anjlok lebih dari 4%, dan saham-saham maskapai melonjak tajam. 

Guncangan Bahan Bakar Bertemu Dividen Perdamaian: Pembalikan Makro

Perang Iran yang dimulai sejak serangan AS-Israel pada akhir Februari secara efektif menutup Selat Hormuz dan mendorong Brent crude melampaui $114 per barel pada puncaknya di bulan Maret. Harga jet fuel rata-rata mencapai $152 per barel sepanjang 2026, naik dari $90 pada 2025, memaksa International Air Transport Association (IATA) memangkas proyeksi laba bersih industri penerbangan global dari $41 miliar menjadi hanya $23 miliar. Spirit Airlines menjadi korban pertama, menghentikan operasi pada bulan Mei. Namun pembicaraan gencatan senjata yang dimulai April dan meningkat sepanjang Mei secara bertahap menarik harga minyak kembali ke bawah $90, dan deklarasi Trump pada 11 Juni mengirim Brent turun lebih dari 4% ke level terendah sejak Maret. Maskapai-maskapai melonjak tajam pada sesi tersebut: American Airlines naik 9,2%, Delta naik lebih dari 7% sebelum ditutup di sekitar $81.

 

Delta Memimpin, American Tertinggal: Dua Neraca yang Berbeda Nasib

Tidak semua maskapai melewati badai ini dengan cara yang sama. Delta Air Lines menjadi pemenang jelas di 2026, membukukan kenaikan YTD sebesar 11% hingga pertengahan Juni. Model pendapatan premiumnya, yang ditopang oleh kemitraan co-brand American Express dan ekosistem loyalitas yang berkontribusi pada mayoritas pendapatan yang disesuaikan, memberikan Delta bantalan margin yang tidak dimiliki pesaingnya. CEO Ed Bastian memproyeksikan laba $1 miliar untuk kuartal Juni, tingkat keyakinan yang tidak berani dikemukakan oleh maskapai besar AS lainnya. American Airlines, sebaliknya, berada di posisi terbawah kelompok dengan penurunan YTD sebesar 13%. Meskipun membukukan pendapatan Q1 rekor sebesar $13,9 miliar, American melaporkan rugi bersih $382 juta dan EPS negatif $0,58. Perusahaan masih menanggung sekitar $29,3 miliar utang jangka panjang, ekuitas pemegang saham negatif, dan current ratio mendekati 0,5. AAL juga dikeluarkan dari Dow Jones Transportation Average pada 1 Juni, digantikan oleh FedEx Freight.

Sumber: XTB Research Indonesia

Sumber: Yahoo Finance, StockAnalysis. Harga per penutupan 11 Juni 2026.

 

Boeing: Kisah Pemulihan dengan Katalis Iran

Boeing berpotensi diuntungkan dari resolusi Iran di berbagai sisi. Yang paling langsung adalah backlog pertahanan: dengan pesanan senilai $86 miliar termasuk kontrak F-15IA senilai $8,6 miliar dengan Israel, segmen pertahanan Boeing membukukan pertumbuhan pendapatan 21% di Q1 2026 menjadi $7,6 miliar. Di sisi komersial, pengiriman Q1 mencapai 143 pesawat, kuartal pertama terkuat sejak 2019, dan total backlog mencapai rekor $576 miliar. Pendapatan naik 14% menjadi $22,2 miliar, mengalahkan estimasi, sementara rugi per saham inti sebesar $0,20 jauh lebih baik dari ekspektasi Wall Street sebesar $0,66. Ke depan, prospek kesepakatan damai Iran bisa membuka pesanan besar bagi Boeing. Setelah JCPOA 2015, Iran Air menempatkan pesanan senilai $16,6 miliar untuk 80 pesawat Boeing yang tidak pernah direalisasikan setelah Trump keluar dari perjanjian nuklir tersebut. Jika pengaturan serupa terwujud kali ini, dikombinasikan dengan potensi pesanan China senilai $80 miliar yang terkait kunjungan Trump ke Beijing, pipeline komersial Boeing bisa mendapat dorongan signifikan tepat saat produksi 737 MAX meningkat dari 42 menjadi 52 unit per bulan menjelang akhir tahun ini.

Sumber: Boeing Q1 2026 10-Q, SEC filings, XTB Research Indonesia

Sektor penerbangan kini berada di titik infleksi. Jika kesepakatan Iran bertahan dan Selat Hormuz dibuka kembali sepenuhnya, harga minyak berpotensi turun secara material dari kisaran $89 saat ini, meringankan tekanan biaya terbesar pada laporan laba setiap maskapai. Posisi premium Delta dan disiplin marginnya menjadikannya pilihan terbaik di kelasnya bagi investor yang mencari eksposur ke sektor penerbangan, sementara American Airlines menawarkan perdagangan beta lebih tinggi bagi mereka yang bersedia melihat melampaui risiko neraca. Boeing, sementara itu, berada di persimpangan antara siklus pertahanan dan potensi gelombang pesanan komersial dari Iran dan China, menjadikannya penerima manfaat terluas dari normalisasi pasca-konflik.


 
11 Juni 2026, 21.36

Stock of the Week: Lam Research: Saham AI yang Diabaikan Pasar?

11 Juni 2026, 21.01

OpenAI Siapkan Perang Harga AI Jelang IPO?

11 Juni 2026, 20.42

US OPEN: Wall Street Rebound, Fokus Beralih ke Iran dan Adobe

11 Juni 2026, 14.09

Oracle Lampaui Ekspektasi, Saham Justru Anjlok 10%

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.