Indeks utama pasar saham AS membuka sesi Jumat dengan sentimen beragam setelah S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru pada Kamis.
Pada awal perdagangan, S&P 500 naik tipis 0,03%, Nasdaq 100 menguat 0,18%, sementara Dow Jones turun sekitar 0,1%.
Faktor utama yang menggerakkan pasar hari ini adalah data retail sales AS untuk Juli yang sangat mengecewakan.
Indikator tersebut secara tak terduga turun 0,6% secara bulanan, berbanding terbalik dengan ekspektasi kenaikan 0,1%.
Data ini memunculkan kekhawatiran yang semakin besar mengenai kondisi sebenarnya dari konsumen AS.
Selain itu, pasar masih dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Tekanan tersebut berkaitan dengan pengumuman Amerika Serikat mengenai isolasi ekonomi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya serta kelanjutan blokade laut di Selat Hormuz tanpa batas waktu yang jelas.
Dari sisi sektor, Dow Jones dipimpin oleh Communication Services yang naik 0,97% dan sektor energi yang menguat 0,57%. Consumer Discretionary menjadi sektor dengan performa terburuk dengan penurunan 0,73%. Perusahaan industrial dan healthcare juga mencatat pelemahan yang relatif moderat.
Berita Perusahaan
- Applied Materials: Saham turun lebih dari 3% setelah hasil kuartalan pada divisi semiconductor systems utama tidak memenuhi ekspektasi tinggi investor.
- Fox Corporation: Saham naik sekitar 4% setelah JPMorgan dan Wells Fargo menaikkan rating di tengah momentum terkait akuisisi platform Roku.
- SpaceX: Perusahaan kembali menjadi perhatian di sektor teknologi setelah menyelesaikan akuisisi startup Cursor senilai US$60 miliar untuk memperkuat posisinya dalam persaingan AI yang berkembang pesat.
Carnival Sudah Pulih, Tapi Minyak Bisa Ganggu Lagi
Workday Dibidik Silver Lake, Kenapa Sekarang?
Daily Summary: S&P 500 Cetak Rekor, Saham Memory Meledak
US Open: Fed Makin Dovish, Nasdaq Dekati Rekor Baru
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.