Pasar bergerak tidak menentu saat kita memulai perdagangan pada hari Selasa. Fokus tetap tertuju pada Timur Tengah, seiring mendekatnya tenggat waktu yang diberikan oleh Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pukul Jam 2:00 pagi besok.
Satu deadline ke deadline berikutnya…
Harga minyak Brent sempat mencapai $111 per barel, meskipun sejak itu telah mengoreksi sebagian kenaikan. Secara keseluruhan, meskipun harga minyak mulai melemah dari kenaikan sebelumnya pada hari Selasa, masih terdapat nuansa kehati-hatian dan pesimisme terkait tenggat waktu Trump, karena tampaknya kecil kemungkinan Iran akan memenuhi tuntutan Trump terkait Selat Hormuz sebelum batas waktu tersebut.
Pasar saat ini bersiap menghadapi beberapa kemungkinan:
-
AS melanjutkan serangan terhadap Iran, yang akan memupus harapan gencatan senjata, sehingga dapat menekan sentimen risiko dan mendorong harga minyak naik kembali.
-
Donald Trump kembali melakukan ‘taco’ hari ini, termasuk memperpanjang tenggat waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat tersebut, yang dapat meredakan tekanan kenaikan harga minyak dan membantu pemulihan sentimen risiko.
Untuk saat ini, pasar berada dalam kondisi ketidakpastian, yang berarti kurangnya keyakinan dalam arah pergerakan pasar pada hari Selasa.
Konflik di Timur Tengah menjadi rangkaian panjang deadline yang terus berulang, disertai aliran janji untuk mengakhiri perang yang terus muncul dari Gedung Putih. Pada akhirnya, tidak ada yang benar-benar mengetahui langkah Presiden selanjutnya, dan hal ini membuat ketegangan tetap tinggi di pasar keuangan.
Mengapa WTI diperdagangkan dengan premi dibanding Brent?
Menariknya, WTI saat ini diperdagangkan dengan harga lebih tinggi dibanding Brent, yaitu $114,70 versus $111,60. Ini merupakan kondisi yang tidak biasa, karena Brent biasanya diperdagangkan pada harga yang lebih tinggi daripada WTI.
Alasan anomali ini terkait dengan perbedaan cara kerja kedua kontrak tersebut. Kontrak WTI mengirimkan minyak pada bulan Mei, sementara kontrak Brent mengirimkan minyak untuk bulan Juni. Saat ini, pasar minyak berada dalam kondisi backwardation, yaitu ketika harga spot saat ini lebih tinggi dibandingkan harga futures, yang menunjukkan adanya kekurangan pasokan dalam jangka pendek serta harapan bahwa harga minyak akan lebih rendah di masa depan. Kondisi ini juga mencerminkan optimisme para trader bahwa konflik dapat berakhir dalam dua bulan ke depan. Pada akhirnya, sulit melihat pasar minyak keluar dari kondisi backwardation hingga terjadi terobosan dalam negosiasi antara Iran dan AS, atau hingga Selat Hormuz kembali dibuka. Jika Selat tersebut segera dibuka, maka harga WTI kemungkinan akan turun tajam dan premi positif Brent dapat kembali terjadi.
Grafik 1: Spread Brent dan WTI saat ini berada di wilayah negatif akibat mekanisme kontrak yang berlaku.

Sumber: XTB dan Bloomberg
By Kathleen Brooks, research director at XTB
Private Credit Menghadapi Tekanan yang Meningkat, Namun Krisis Belum Terjadi
Economic Calendar: “Batas Waktu” Iran Buka Selat Hormuz ⚠️
BREAKING: Sektor Jasa Melambat Saat Tekanan Inflasi Melonjak 📉
Kalender Ekonomi:📌 Fokus utama pasar hari ini - Data ISM Services AS