Sentimen konsumen GfK turun ke -28 dibandingkan ekspektasi -27,4 dan -24,7 sebelumnya, menandakan memburuknya kondisi daya beli rumah tangga.
Sentimen konsumen Jerman diperkirakan akan melemah menjelang April, karena rumah tangga mengantisipasi kenaikan harga energi yang didorong oleh perang di Iran, yang dapat meningkatkan inflasi dan membebani pemulihan ekonomi Jerman yang masih rapuh.
-
Indeks sentimen konsumen, yang diterbitkan oleh GfK dan Nuremberg Institute for Market Decisions, turun 3,2 poin menjadi -28,0 untuk April.
-
Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan penurunan yang lebih kecil, yaitu ke -27,0 poin.
-
Ekspektasi pendapatan konsumen turun ke wilayah negatif di tengah kekhawatiran bahwa inflasi dapat menggerus daya beli.
-
Ekspektasi ekonomi juga menurun, mencapai level terendah sejak Desember 2022.
-
Survei ini menunjukkan bahwa banyak konsumen khawatir pemulihan ekonomi Jerman yang hati-hati dapat menghadapi kemunduran signifikan, terutama jika konflik berlanjut.
-
Menurut studi terbaru dari Nuremberg Institute for Market Decisions, 60% warga Jerman memperkirakan harga minyak, gas, dan bahan bakar akan tetap tinggi dalam jangka panjang, yang berdampak negatif terhadap sentimen konsumen, kata Rolf Buerkl, kepala iklim konsumen di NIM.
Di Prancis, indikator iklim bisnis tetap tidak berubah dari pembacaan sebelumnya di angka 97, dibandingkan ekspektasi 96; namun, di sektor manufaktur turun menjadi 99 dibandingkan ekspektasi 101 dan 102 sebelumnya, sementara sentimen konsumen turun menjadi 89 dari 91 sebelumnya.
🚩Indeks VIX naik 2,5%, bursa saham AS lesu seiring meningkatnya ketidakpastian
Kalender Ekonomi: Klaim pengangguran AS dan pidato Fed jadi sorotan
Market wrap: Indeks saham turun saat Minyak kembali $100
Daily Summary: Iran tidak tertarik pada rencana damai Trump