- Emas naik bersamaan dengan saham, seiring statusnya sebagai aset aman yang terancam
- Pasar menunjukkan kehati-hatian baru terhadap penilaian saham AI
- AMD kesulitan untuk memukau dengan laporan keuangannya
- Penutupan pemerintah AS mencapai tonggak sejarah dan berpotensi menambah volatilitas pasar
- Emas naik bersamaan dengan saham, seiring statusnya sebagai aset aman yang terancam
- Pasar menunjukkan kehati-hatian baru terhadap penilaian saham AI
- AMD kesulitan untuk memukau dengan laporan keuangannya
- Penutupan pemerintah AS mencapai tonggak sejarah dan berpotensi menambah volatilitas pasar
Setelah penurunan pada hari Selasa, suasana pasar tampak membaik menjelang pembukaan sesi Eropa. Futures Eropa mengindikasikan pembukaan yang sedikit lebih rendah, meski saham-saham benua tersebut berhasil melakukan pemulihan kecil dan memangkas kerugian di akhir sesi sebelumnya. Di AS, harga futures juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Emas Naik Bersama Saham, Status Aset Aman Mulai Terancam
Harga emas, yang sempat jatuh tajam pada hari Selasa ketika pasar menghukum aset dengan pergerakan cepat, kini mulai pulih pada hari Rabu. Harga emas naik sekitar $32 dan bergerak mendekati $4.000 per ons. Hal ini menunjukkan bahwa harga emas kini mencerminkan suasana pasar, bukan berperan sebagai aset aman. Sementara itu, Bitcoin juga naik lebih dari 1%.
Pasar saham di Asia turut mengalami penurunan tajam dan mengikuti arah bursa AS pada hari Rabu. Indeks Nikkei turun 2,8%, menguji reli “Takaichi” yang sebelumnya mendorong kenaikan lebih dari 7% dalam sebulan terakhir (dalam basis penyesuaian mata uang), setelah Jepang memilih pemimpin konservatif perempuan pertamanya.
Pasar Mulai Lebih Hati-Hati terhadap Valuasi Saham AI
Fakta bahwa Nikkei ikut melemah bersamaan dengan saham teknologi AS — sektor TI menjadi yang terlemah di S&P 500 pada hari Selasa dengan penurunan 2,27% — menandakan bahwa tekanan jual ini berfokus pada valuasi yang dinilai sudah terlalu tinggi. Penurunan 2% di sektor teknologi bukanlah kepanikan, tetapi mencerminkan bahwa pasar kini lebih berhati-hati terhadap valuasi, terutama menjelang akhir tahun. Kondisi ini juga membuka peluang buy the dip bagi investor yang menunggu titik masuk baru.
Saham-saham terlemah di S&P 500 pada hari Selasa termasuk Palantir, perusahaan big data dengan rasio P/E forward 12 bulan lebih dari 200 kali, yang turun lebih dari 7%. Ini penurunan signifikan — dan pasar akan memantau apakah aksi beli di harga bawah mulai muncul sepanjang sesi Rabu.
AMD Kesulitan Menggugah Pasar dengan Laporan Keuangan
Penurunan yang lebih luas di sektor AI juga melibatkan AMD, yang turun lebih dari 3% setelah merilis laporan keuangan pada hari Selasa. Meskipun perusahaan mencatat penjualan Q3 yang kuat dan memberikan panduan Q4 yang solid — termasuk prospek GPU yang tetap di atas ekspektasi — pasar tampaknya mengharapkan hasil lebih tinggi. Panduan tersebut membuat sebagian investor kurang terkesan, memicu aksi jual saham. Meski tidak ada yang salah dengan hasil AMD, pasar kini menunjukkan kehati-hatian baru terhadap sektor AI.
Faktor Musiman Dapat Mendorong Pasar Lebih Tinggi
Meski tekanan masih ada, sejarah menunjukkan bahwa saham cenderung menguat dalam dua bulan terakhir setiap tahun. Faktor musiman ini dapat berdampak signifikan pada pasar, sehingga dorongan untuk reli akhir tahun dan perbaikan sentimen risiko bisa cukup kuat.
Saham Sektor Perjalanan Jadi Sorotan
Saham-saham yang mengalami penurunan terbesar di S&P 500 pada hari Selasa memberi gambaran jelas tentang sentimen pasar. Salah satunya Norwegian Cruise Line, yang anjlok 15% setelah laporan Q3 di bawah ekspektasi. Meskipun proyeksi Q4 menunjukkan tingkat okupansi yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan, margin laba lebih lemah dari yang diharapkan. Hal ini menyeret seluruh sektor perjalanan turun, karena kekhawatiran terhadap permintaan perjalanan kembali menghantam harga saham.
Shutdown Pemerintah AS Capai Rekor dan Tambah Volatilitas Pasar
Meski kemungkinan ada reli di pasar saham pada hari Rabu, saham maskapai dan sektor perjalanan di AS berpotensi tetap tertekan. Shutdown pemerintah AS kini menjadi yang terlama dalam sejarah — sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Kondisi ini dapat mengganggu sektor penerbangan AS karena pengatur lalu lintas udara (air traffic controllers) yang merupakan pegawai federal bisa kehilangan gaji kedua mereka. Jika mereka berhenti bekerja, kekacauan di sektor penerbangan bisa terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Seiring dampak shutdown makin terasa, pasar akan fokus pada perkembangan negosiasi di Kongres untuk mengakhirinya. Dalam sebulan terakhir, aset berisiko cenderung mengabaikan shutdown, namun jika situasi ini memicu gangguan ekonomi nyata, volatilitas pasar berpotensi meningkat tajam.
Morning Wrap (27.022026)
Daily Summary: Semikonduktor dan Dolar Tekan Wall Street
Saham PayPal Turun 5% 📉
Morning Wrap (26.02.2026)