Saat Wall Street dibuka, terjadi pergeseran jelas menjauhi aset berisiko. Kekhawatiran meningkat bahwa pembicaraan damai Ukraina tidak akan menghasilkan kesepakatan nyata, dan berpotensi berlarut selama berbulan-bulan, bukan minggu.
Menambah ketidakpastian, investor juga menantikan rilis minutes FOMC. Namun dampaknya diperkirakan terbatas menjelang pidato penting Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole pada Jumat. Spekulasi menguat bahwa Powell akan menggunakan momen tersebut untuk menurunkan ekspektasi pasar atas pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, langkah terbaru Donald Trump yang mendorong pengunduran diri anggota dewan The Fed Lisa Cook — terkait tuduhan terbaru — dipandang sebagai upaya meningkatkan pengaruh terhadap bank sentral.
Sorotan Kinerja Market
US100 turun lebih dari 1,5%. Pelemahan ini mencerminkan koreksi yang terjadi akhir Juli dan awal Agustus. Jika menembus level 23.000 poin, koreksi bisa menjadi yang terbesar sejak Maret.
Gold naik lebih dari 0,7%, rebound dari level terendah sejak 1 Agustus. Ketidakpastian pasar kembali mendorong investor beralih ke aset safe haven.
Bitcoin mengalami koreksi terbesar sejak Agustus. Jika menembus $112.000, penurunan bisa berlanjut menuju support berikutnya di $107.000, yang bertepatan dengan retracement Fibonacci 38,2% dari gelombang terakhir serta level puncak lokal akhir 2024–awal 2025.
Market Wrap: Pasar Membeku Saat KTT AS-China Dimulai
Daily Summary: Inflasi Panas dan Menanti Kabar dari Beijing
US OPEN: Wall Street Melemah, Pasar Pantau Trump dan Xi
Harga Minyak Bertahan Tinggi di Tengah Krisis Hormuz
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.