Saham SpaceX telah menguat hampir 30% sejak debutnya pada Jumat lalu, dan besarnya reli yang terjadi terbilang luar biasa. Pada perdagangan premarket hari ini, saham kembali naik sekitar 3% dan mendekati level US$200 per saham. Pergerakan tersebut mendorong kapitalisasi pasar perusahaan mendekati US$2,6 triliun. Sementara itu, kritik yang menyebut valuasi SpaceX semakin menjauh dari realitas fundamental terus bermunculan. Namun pada akhirnya, pihak yang menentukan harga saham adalah investor yang membeli, bukan mereka yang mengkritik. Tidak ada batas maksimal harga saham. Dan untuk saat ini, para pendukung narasi "revolusi antariksa" tampaknya bersedia membayar hampir berapa pun untuk memiliki sebagian kepemilikan di perusahaan unggulan Elon Musk tersebut.
Analisis Fundamental SpaceX Tidak Mudah
Argumen bullish terhadap SpaceX didukung oleh sejumlah faktor yang sangat kuat. Mulai dari dominasi perusahaan dalam layanan peluncuran orbital, tingginya hambatan masuk bagi kompetitor, kepemimpinan teknologi, hingga pentingnya jaringan satelit Starlink secara strategis. Konflik di Ukraina menjadi salah satu bukti nyata mengenai nilai praktis yang dimiliki Starlink. Seluruh faktor tersebut, ditambah dengan karisma Elon Musk, visi jangka panjang yang ambisius, dan misi perusahaan yang menarik bagi banyak investor di luar pertimbangan finansial semata, telah menciptakan premi valuasi yang luar biasa besar.
Premi tersebut sulit dijelaskan menggunakan pendekatan analisis fundamental tradisional. Namun hal tersebut tidak serta-merta berarti saham tidak bisa terus naik. Tidak ada jaminan bahwa pasar akan segera menolak valuasi saat ini. Sangat mungkin SpaceX terus bergerak di luar kerangka penilaian konvensional untuk waktu yang cukup lama. Meski demikian, apabila sentimen pasar secara keseluruhan memburuk, realitas fundamental pada akhirnya dapat kembali menjadi faktor yang menentukan. Saat ini, para insider perusahaan masih terikat periode lock-up sehingga belum dapat menjual saham mereka selama beberapa bulan ke depan. Jika saham SpaceX kembali berlipat ganda dari level saat ini dan mencapai US$400 per saham, maka kapitalisasi pasarnya akan melampaui Nvidia.
Di sinilah perdebatan mengenai valuasi menjadi semakin menarik. SpaceX membukukan rugi bersih sebesar US$4,94 miliar pada tahun 2025. Sebelumnya, perusahaan hanya menghasilkan laba bersih kurang dari US$800 juta pada tahun 2024. Sebaliknya, Nvidia mencatat laba bersih lebih dari US$120 miliar pada tahun 2025 saja. Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan tahunan sekitar 64%. Perbandingan tersebut menunjukkan betapa besarnya ekspektasi yang saat ini telah dibebankan pasar kepada SpaceX. Sulit untuk memperkirakan seberapa tinggi saham ini masih dapat naik dan apakah valuasi US$3 triliun dapat tercapai dalam waktu dekat. Namun satu hal yang jelas. Dari level yang sudah sangat tinggi saat ini, setiap kenaikan tambahan semakin membawa saham ke wilayah yang bagi banyak investor dianggap jauh dari metrik valuasi tradisional.
SpaceX Ingin Menentukan Aturannya Sendiri
Setelah resmi menjadi perusahaan publik, SpaceX tampaknya ingin membangun model hubungan investor yang berbeda dari perusahaan lain. Perusahaan berencana mempublikasikan laporan keuangannya secara eksklusif melalui situs resmi perusahaan dan platform X. Artinya, SpaceX akan melewati jalur distribusi tradisional yang selama ini digunakan mayoritas perusahaan publik, seperti layanan newswire dan penyedia informasi keuangan profesional. Bagi investor, keputusan ini berarti ketergantungan yang lebih besar terhadap kanal komunikasi yang sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan. Dari sisi SpaceX, strategi ini memberikan kontrol yang lebih besar terhadap pesan yang disampaikan, waktu publikasi, dan cara informasi keuangan dipresentasikan.
Namun ada pula sisi negatifnya. Sebagian pelaku pasar yang masih mengandalkan sistem informasi keuangan tradisional dapat mengalami keterbatasan akses terhadap informasi perusahaan. Keputusan tersebut juga konsisten dengan gaya komunikasi Elon Musk yang selama bertahun-tahun lebih memilih berinteraksi langsung dengan investor dan publik melalui platform X dibandingkan media konvensional.
Saat ini, investor tampaknya lebih fokus pada potensi jangka panjang dibandingkan kinerja keuangan saat ini. Dominasi SpaceX dalam industri antariksa, posisi strategis Starlink, serta berbagai proyek masa depan menjadi alasan utama yang menopang optimisme pasar. Namun semakin tinggi valuasi yang tercapai, semakin kecil ruang untuk kesalahan. Dengan valuasi yang sudah mendekati US$2,6 triliun dan perusahaan yang masih mencatat kerugian, ekspektasi investor terhadap eksekusi bisnis di masa depan menjadi sangat tinggi. Untuk saat ini, momentum masih berada di pihak pembeli.
Namun semakin jauh harga bergerak dari fundamental yang ada saat ini, semakin besar pula sensitivitas saham terhadap perubahan sentimen pasar di masa depan.
US OPEN: SpaceX Tantang Amazon, Wall Street Menanti The Fed
SpaceX Akuisisi Cursor, Ambisi AI Musk Makin Besar
💾 Western Digital Jadi Bintang Baru di Era AI?
NVIDIA Bangun Jalur Baru ke China Lewat CPU Vera
Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.