13.26 · 27 Oktober 2026

Stablecoin Bisa Gantikan Visa?

Stablecoin selama ini kerap dipandang sebagai ancaman bagi jaringan pembayaran tradisional seperti Visa (V.US) karena memungkinkan perpindahan dana secara langsung tanpa harus melalui perantara pembayaran konvensional. Namun, data terbaru Visa justru menunjukkan arah yang berbeda. Perusahaan secara aktif membangun infrastruktur yang memungkinkan stablecoin menjadi bagian dari ekosistem pembayaran Visa. Bagi investor saham Visa, pertanyaannya kini bergeser: bukan lagi apakah stablecoin akan menggantikan Visa, melainkan apakah Visa mampu mempertahankan perannya sebagai infrastruktur utama yang memperoleh pendapatan dari setiap transaksi, meskipun bentuk uang dan teknologi pembayaran terus berubah.

Stablecoin Mulai Digunakan untuk Pembayaran Nyata

Penggunaan stablecoin tidak lagi terbatas pada perdagangan aset kripto, tetapi mulai berkembang ke pembayaran riil (real-world payments) dan pengelolaan kas perusahaan (treasury management). Saat ini, Visa mendukung lebih dari 160 program kartu yang terhubung dengan stablecoin, dengan volume pembayaran tumbuh hampir 200% secara tahunan (year-on-year atau YoY). Sekitar 17% dari total volume kartu berbasis stablecoin sepanjang FY2026 hingga saat ini (year-to-date atau YTD) berasal dari program bisnis dan komersial. Angka tersebut menjadi sinyal bahwa penggunaan stablecoin untuk transaksi antarbisnis (business-to-business atau B2B) mulai berkembang, bukan hanya terbatas pada konsumen ritel. Momentum ini memperkuat pandangan bahwa stablecoin memiliki manfaat ekonomi nyata di luar aktivitas spekulasi kripto.

Visa Memposisikan Diri sebagai Jembatan Blockchain dan Perbankan

Hal menarik dari strategi Visa adalah keputusan perusahaan untuk mengintegrasikan stablecoin, bukan menolaknya. Pada 15 Oktober 2026, Visa Direct meningkatkan layanan pendanaan awal menggunakan stablecoin (stablecoin prefunding) dari tahap uji coba (pilot) menuju implementasi komersial (commercial deployment). Langkah ini memungkinkan perusahaan menggunakan stablecoin untuk mendanai transaksi pembayaran lintas negara (cross-border payments). Visa juga telah meluncurkan platform yang mendukung penerbitan (minting), transfer (movement), dan pengelolaan (management) stablecoin bagi institusi keuangan serta perusahaan teknologi finansial (fintech). Artinya, stablecoin dapat mengubah sistem pemrosesan pembayaran di belakang layar (payment backend), tetapi Visa tetap menyediakan kepercayaan, kepatuhan regulasi (compliance), jaringan penerimaan pembayaran (acceptance network), dan infrastruktur penyelesaian transaksi (settlement infrastructure) yang sulit direplikasi oleh pemain baru. Jika semakin banyak bank dan perusahaan mengadopsi stablecoin, Visa justru berpotensi memperluas perannya sebagai penghubung antara teknologi blockchain dan sistem pembayaran tradisional.

Earnings Visa Malam Ini Jadi Ujian Pertumbuhan Stablecoin

Visa dijadwalkan merilis laporan keuangan FY2026 pada malam ini setelah penutupan pasar saham AS (after market close). Pengumuman tersebut menjadi momen penting untuk menilai apakah ekspansi stablecoin masih berada pada tahap eksperimen atau mulai memberikan kontribusi yang berarti terhadap bisnis perpindahan dana (money movement) Visa. Investor perlu mencermati tiga indikator utama, yaitu komentar manajemen mengenai kontribusi stablecoin terhadap pertumbuhan volume Visa Direct, perkembangan jumlah program kartu berbasis stablecoin baru, serta arah investasi perusahaan dalam platform penerbitan dan pengelolaan stablecoin. Jika laporan keuangan dan konferensi manajemen (earnings call) menunjukkan adopsi komersial yang lebih kuat daripada sekadar proyek percontohan, tesis investasi bahwa Visa dapat menjadi infrastruktur utama pembayaran stablecoin akan semakin solid. Hal tersebut berpotensi memperkuat prospek jangka panjang saham Visa (V.US), meskipun persaingan teknologi pembayaran terus meningkat.

 

26 Oktober 2026, 21.11

Saham Verizon Turun 3% Meski Laba Naik, Apa Penyebabnya?

26 Oktober 2026, 21.06

US Open: Nasdaq Naik 0,7%, IPO Anthropic Dorong Saham AI

26 Oktober 2026, 18.36

Wall Street Menguat, Minyak Turun Jelang Fed

26 Oktober 2026, 14.35

Backlog Lockheed Rekor, Arah Selanjutnya?

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.