00.19 · 11 September 2026

Stok BBM AS Melonjak, Tekanan Inflasi Energi Mulai Mereda?

10.09 – Perubahan Mingguan Persediaan Minyak dan Distilat AS (EIA)

  • Persediaan minyak mentah: -0,39 juta barel (Ekspektasi: -1,3 juta; Sebelumnya: -4,45 juta)
  • Persediaan bensin: +1,27 juta barel (Ekspektasi: -1,3 juta; Sebelumnya: -1,17 juta)
  • Persediaan distilat: +2,09 juta barel (Ekspektasi: -0,2 juta; Sebelumnya: +0,8 juta)

Secara keseluruhan, laporan ini dapat dinilai cukup negatif bagi tekanan inflasi energi, atau dengan kata lain sedikit membantu outlook inflasi. Penurunan persediaan minyak mentah jauh lebih kecil dari perkiraan, sementara stok bahan bakar justru meningkat cukup besar.

Data EIA memberikan kejutan dari sisi supply yang jauh lebih kuat dari ekspektasi. Kondisi tersebut dapat menjadi konsekuensi dari kenaikan harga energi sebelumnya yang perlahan mulai mendorong normalisasi dari sisi pasokan.

Meskipun harga minyak mentah dan bensin masih tinggi, persediaan justru meningkat lebih besar dari perkiraan. Kedua kondisi tersebut tidak bertentangan. Harga dan margin yang tinggi memberikan insentif kepada kilang untuk meningkatkan produksi, sementara harga bahan bakar yang mahal pada saat yang sama dapat menekan konsumsi.

Ketika produksi meningkat sementara demand mulai tertahan, persediaan bahan bakar secara alami mulai terakumulasi. Jika tren ini berlanjut, peningkatan stok dapat membantu mengurangi tekanan kenaikan harga energi.

  • Kilang beroperasi dengan utilization rate 97,8%, sekaligus meningkatkan produksi distilat menjadi 5,3 juta barel per hari.
  • Meskipun persediaan mulai pulih, stok distilat masih berada sekitar 13% di bawah rata-rata lima tahun untuk periode yang sama.

Artinya, data terbaru memberikan sinyal awal bahwa harga energi yang tinggi mulai memicu respons supply. Namun, kondisi persediaan distilat yang masih jauh di bawah rata-rata historis menunjukkan bahwa pasar bahan bakar AS belum sepenuhnya kembali ke kondisi longgar.

 

11 September 2026, 01.01

Daily summary: Wall Street Melemah, Yield Treasury Dekati 5%

10 September 2026, 22.44

Konflik AS-Iran Ancam Pasokan Minyak dari Dua Jalur Utama

10 September 2026, 21.18

US Open: Wall Street Melemah, Yield US Treasury Dekati 5%

10 September 2026, 12.45

Rate Hike Jepang Bisa Jadi Masalah Baru untuk US Treasury

Perdagangan Berjangka mengandung risiko kerugian. Materi ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa mendatang. Investasi memiliki risiko. Berinvestasilah dengan bijak. XTB Indonesia berizin dan diawasi oleh Bappebti, OJK dan BI.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.